Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 28


__ADS_3

Nyonya Lisa mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan Vivian. Reyhan memang memintanya untuk merahasiakan tentang kepergiannya ke luar negeri untuk berobat. Tapi, Nyonya Lisa tidak menyangka jika Reyhan bahkan tidak berpamitan dengan Vivian.


"Kemarin siang Reyhan pergi ke luar negeri. Apa dia tidak memberi tahukan pada mu ?" tanya Nyonya Lisa melihat perubahan air muka menantunya. Vivian menggelengkan kepala dengan wajah yang sendu.


"Mungkin dia lupa. Nanti pasti dia akan menghubungi mu." lanjut Nyonya Lisa lagi yang tidak ingin membuat Vivian kecewa.


Vivian memaksakan tersenyum mendengar penuturan ibu mertuanya. Apa benar Reyhan lupa atau pria itu sengaja tidak mau mengabarinya.


Selesai sarapan Vivian mengantarkan Niko ke sekolah dengan mobil yang di kendarai oleh Beni. Vivian sedikit terkejut melihat asisten suaminya. Biasanya Beni selalu mendampingi Reyhan ke manapun dan kapanpun. Lalu sekarang Reyhan pergi keluar negeri bersama siapa ?


"Beni, jangan pergi dulu. Aku ingin bicara." kata Vivian begitu mobil berhenti di depan sekolah Niko. Ia akan turun sebentar untuk mengantarkan Niko ke dalam gerbang sekolah.


"Baik, Nyonya." dan Beni dengan patuh menunggu Vivian kembali ke mobil.

__ADS_1


Setelah selesai dengan Niko, Vivian kembali masuk ke dalam mobil. Sejak tadi ia ingin bertanya tentang suaminya, tapi tidak mungkin ia berbicara di depan Niko yang masih kecil.


"Apa yang ingin anda bicarakan, Nyonya ?" tanya Beni kepada sang Nyonya. Meskipun sebenarnya Beni sudah tau apa yang ingin di bicarakan oleh istri dari tuannya itu.


"Mas Reyhan pergi ke mana ? mengapa dia tidak pulang tadi malam ?" tanya Vivian tidak sabar.


"Tuan pergi ke luar negeri kemarin. Ada urusan pekerjaan." jawaban Beni sama seperti apa yang di sampaikan oleh Nyonya Lisa tadi. Mungkin memang benar Reyhan ada urusan pekerjaan di sana.


"Berapa lama ? tapi mengapa mas Reyhan tidak mengabari ku ?" tanya Vivian lagi. Jujur Vivian merasa kecewa karena Reyhan pergi tanpa memberitahunya. Wanita itu menghela napas berat memikirkan bagaimana keadaan sang suami.


"Apa mas Reyhan marah karena kejadian kemarin ?" pertanyaan yang ingin sekali Vivian tanyakan sejak kejadian kemarin.


"Saya tidak tau, Nyonya." sekali lagi Vivian hanya mampu menghela napas mendengar jawaban dari asisten suaminya. Sudah ia duga Beni tidak akan menceritakan apa pun tentang Tuannya.

__ADS_1


"Berhenti !" kata Vivian tiba-tiba yang membuat Beni memelankan laju kendaraannya.


"Aku turun di sini saja. Tidak perlu mengantar ku." Vivian langsung keluar dari mobil. Tak ada lagi yang perlu ia bicarakan dengan Beni jadi wanita itu memilih pergi dengan menggunakan ojek online seperti biasa.


Sejak awal Vivian memang menolak untuk di antar oleh Beni maupun supir yang ada di rumah suaminya. Vivian tidak ingin teman-temannya menjadi curiga, terlebih lagi Vivian memang ingin merahasiakan tentang statusnya dari Tomy.


Begitu tiba di perusahaan The Star, Vivian melihat temannya Rena yang juga baru tiba.


"Hai, Ren." Vivian berhenti sejenak untuk mensejajarkan langkahnya dengan Rena.


"Hai, Vi." balas Rena menyapa Vivian.


"Oh ya, aku sudah kirim ke email apa yang kau minta kemarin." lanjut Rena lagi.

__ADS_1


"Terima kasih ya Ren." Vivian hampir lupa tentang itu karena kejadian kemarin benar-benar mengganggu pikirannya. Keduanya kemudian berjalan sama-sama masuk ke dalam perusahaan.


__ADS_2