
Serena melajukan mobil menuju perusahaan suaminya dengan perasaan marah. Ternyata gosip tentang perselingkuhan Tomy dengan Vivian sudah sampai di telinganya. Serena ingin segera memberi pelajaran kepada wanita yang bernama Vivian itu.
"Rupanya kau yang bernama Vivian." Serena berkata dengan kasar sambil berdiri tepat di hadapan meja Vivian dengan wajah yang memerah menahan amarah.
Vivian terkesiap dan langsung berdiri saat melihat Serena, mantan istri dari suaminya. Yang kini merupakan istri dari pria yang menjadi incarannya. Sementara Rara yang duduk di sebelah Vivian hanya mampu menelan ludahnya melihat kemarahan Serena. Selama tiga tahun menjadi sekretaris Tomy, Rara cukup tau bagaimana sifat istri bosnya itu. Bukan baru kali ini ia melihat Serena melabrak wanita yang dekat dengan Tomy dan semuanya akan berakhir tragis dan menyediakan.
"A ada apa, Nyonya ?" tanya Vivian terbata.
"Dasar jala**g. Tidak usah bersikap sok polos di hadapan ku !" Serena menampar wajah cantik Vivian dan langsung menarik rambut kuncir kuda wanita itu sehingga membuat Vivian tersungkur ke lantai.
Seketika kegaduhan terjadi di perusahaan The Star. Beberapa orang karyawan yang berada di sana bahkan sengaja datang untuk melihat kejadian itu. Namun tidak seorang pun yang berani membantu Vivian. Para karyawan di sana seolah mendukung perbuatan Serena. Tentu saja mereka harus memihak kepada istri sah sang CEO karena masih sayang dengan pekerjaan mereka.
Tak sampai di situ. Setelah membuat Vivian tersungkur, Serena juga menendang tubuh Vivian dengan kuat serta melemparkan kata-kata hinaan dan cacian.
__ADS_1
"Kau wanita murahan, Pel**ur, jala**g. Penggoda suami orang."
Serena kemudian membungkuk untuk mengangkat dagu Vivian yang sudah tidak berdaya itu. "Seberapa banyak pria yang sudah kau goda, hah ? tapi kali ini kau telah menggoda pria yang salah. Aku bahkan tidak segan-segan untuk melenyapkan siapapun yang berani mengganggu milik ku." Serena melepaskan dagu Vivian dengan kasar sehingga membuat tubuh wanita itu berpaling.
Serena kembali menegakkan tubuhnya dan berdiri dengan angkuh di hadapan semua orang yang tengah menonton adegan penganiayaan itu. Ia sungguh bangga dan merasa menang telah menunjukkan kekuasaannya menghempaskan pelakor sekaligus peringatan bagi siapa saja yang berniat menyinggungnya. Sehingga para wanita yang melihat kejadian itu pasti tidak akan berani meskipun hanya berpikir untuk menyukai sang CEO.
Keadaan Vivian saat ini sangat menyediakan. Pakaian dan rambutnya berantakan. Sudut bibirnya bahkan terluka akibat tamparan keras dari Serena. Vivian memegang perutnya yang terasa sakit akibat tendangan Serena.
"Vivian !"
"Beraninya kau membantu wanita jala**g itu !" Serena hendak melayangkan tangannya ke arah Rena. Namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang.
"Apa yang kau lakukan ?" Tomy membentak Serena dan menghempaskan tangan istrinya.
__ADS_1
"Aku sedang memberi pelajaran kepada jala**g ini." Serena menatap tajam kearah suaminya.
Plakk
Sebuah tamparan keras di layangkan oleh Tomy di wajah Serena, membuat wanita itu tersungkur ke lantai.
"Siapa yang kau sebut jala*g, hah ?" pertanyaan Tomy penuh dengan kemarahan.
Tak hanya merasakan panas di wajahnya, suara kertas Tomy juga membuat panas di telinga Serena. Serena juga telah kehilangan muka di hadapan semua orang karena Tomy memarahinya dan malah membela Vivian. Biasanya Tomy tidak pernah marah maupun menamparnya di hadapan semua orang. Dan kalaupun Tomy marah kepadanya, Tomy melakukannya di rumah. Tapi tidak untuk kali ini.
"Usir dia dari sini." perintah Tomy menunjuk kearah Serena.
Kemudian Tomy mengangkat tubuh Vivian yang sudah tidak berdaya dan melewati Serena begitu saja. Serena dan semua orang begitu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Tomy. Sebagian ada yang merasa simpati kepada Serena dan sebagian juga ada yang menertawakan nasib menyedihkan wanita sombong itu.
__ADS_1
Sementara itu, Vivian menyembunyikan wajahnya di dada Tomy. Wanita itu mengukir sebuah senyum kemenangan meskipun di sudut bibirnya terasa perih dan berdarah.