
Seiring berjalannya waktu, Vivian semakin banyak mengetahui cerita tentang Tomy dan Serena. Kini Vivian tahu jika Serena tidak hanya selingkuh dengan Tomy. Mantan istri dari suaminya itu juga berkhianat sehingga membuat perusahaan milik Reyhan hancur. Dan beruntungnya masih bisa di selamatkan oleh Reyhan. Meskipun membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Vivian mengepalkan tangan saat melihat Tomy baru saja masuk ke dalam ruangannya.
"Selamat pagi, pak." Vivian menunduk hormat.
Hari ini sekretaris Tomy tidak bekerja karena sakit, jadi Vivian yang akan mengerjakan semua tugasnya. Selama hampir tiga minggu menjalani magang, Vivian sudah menghapal apa saja tugas sekretaris.
Vivian segera masuk ke ruangan CEO untuk membacakan jadwal kegiatan Tomy hari ini.
Sementara itu di perusahan Skyland, Beni sedang melaporkan hasil pengawasan orang suruhannya yang di tugaskan untuk mengawasi Vivian.
"Sebelumnya mereka memang tidak saling mengenal satu sama lain."
Reyhan hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh asistennya itu. Pria lumpuh itu sengaja membayar orang untuk mengawasi istrinya karena ia tidak mau di khianati untuk kedua kalinya.
"Terus awasi dia. Kita lihat apa yang akan dia lakukan nanti." perintah Reyhan setelah beberapa saat diam.
"Baik, Tuan."
Beni segera keluar dari ruangan Reyhan setelah menerima perintah. Baru saja pria itu duduk di meja kerjanya, ponselnya tiba-tiba berdering.
__ADS_1
"Halo, Nyonya." Beni menjawab telepon dari Vivian.
"Apa kita bisa bicara ?" tanya Vivian langsung pada tujuannya.
"Tentu saja, Nyonya. Apa yang ingin anda bicarakan ?"
Vivian memutar bola matanya mendengar Beni yang selalu berbicara dengan kaku kepada dirinya. Padahal dulu tidak begitu sebelum ia menikah dengan Reyhan.
"Tidak sekarang. Bisakah kita bertemu ? Tapi hanya berdua dan tolong jangan sampai tau suami ku."
Beni mengerutkan keningnya mendengar perkataan istri dari tuannya itu. Mencurigakan. Batin Beni.
Pria itu kemudian bergidik ngeri mengingat apa yang akan di lakukan oleh Reyhan jika ia tau Vivian mengajaknya bertemu, hanya berdua. Bisa-bisa ia di bunuh oleh Reyhan karena menganggap dirinya telah berselingkuh dengan Vivian.
"Selamat sore, nyonya." Beni berdiri menyambut kedatangan Vivian
"Jangan terlalu formal, Beni. Mas Reyhan tidak ada di sini." Vivian mendudukkan tubuhnya di depan Beni.
"Jadi, apa yang ingin anda bicarakan ?"
"Aku sudah tau apa yang terjadi antara mas Reyhan dengan pak Tomy. Meskipun kalian tidak mau menceritakan apa pun pada ku. Aku bisa mencari tahu sendiri." kata Vivian sedikit menyombongkan diri.
__ADS_1
Beni tidak menunjukkan reaksi apa-apa saat mendengar Vivian sudah mengetahuinya. Antara terkejut ataupun tidak hanya dia yang tau.
"Lalu apa yang ingin anda lakukan setelah mengetahui hal ini ?"
"Aku ingin kau membantu ku." kata Vivian.
"Tolong rahasiakan ini dari mas Reyhan." pinta Vivian yang membuat Beni menghela napas panjang.
"Baiklah." jawab pria itu akhirnya.
"Terima kasih, Beni." Vivian tersenyum senang.
Setelah hampir satu jam, Vivian dan Beni mengakhiri pertemuan rahasia mereka. Beni ingin mengantarkan Vivian pulang, tapi wanita itu menolak karena tidak ingin membuat Reyhan curiga. Tepat pukul lima sore, Vivian baru tiba di rumah.
"Mengapa hari ini pulang terlambat ?" Reyhan bertanya dengan suara dingin begitu Vivian masuk ke dalam kamar.
Vivian menelan ludahnya melihat Reyhan yang menatapnya dengan tatapan yang penuh amarah. Vivian mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat gugup.
"Maaf, mas. Hari ini mba Rara sakit jadi aku yang mengerjakan pekerjaannya sendiri."
Rara adalah sekretaris Tomy. Memang benar wanita itu sedang sakit dan Vivian mengerjakan pekerjaannya. Tapi tidak sampai membuatnya pulang terlambat.
__ADS_1
"Mas mau mandi. Ayo, aku bantu." Vivian tersenyum manis agar Reyhan tidak jadi marah. Kemudian ia meletakkan tasnya dan segera membawa Reyhan ke kamar mandi.
Vivian tidak hanya membantu Reyhan untuk mandi. Malah ia juga ikut mandi bersama Reyhan, yang membuat kegiatan itu menjadi lebih lama karena di selingi dengan kegiatan lainnya.