Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 24


__ADS_3

Vivian begitu geram mendengar Tomy memaki. Meskipun pria itu tidak menyebutkan nama, tapi Vivian tau Tomy pasti memaki suaminya. Vivian masuk dalam ruangan Tomy untuk mengantarkan berkas, sesaat kemudian Tomy menerima telpon dari seseorang sebelum akhirnya dia memaki yang di tujukan untuk Reyhan.


Baru beberapa menit Vivian kembali ke meja kerjanya, datang seorang wanita yang tiba-tiba ingin langsung masuk ke ruangan CEO.


"Maaf, nona. Anda harus izin dulu jika ingin menemui Pak Tomy." kata Vivian sopan, menghalangi wanita itu di depan pintu ruangan CEO.


Wanita itu kemudian menatap Vivian tajam.


"Kau karyawan baru di sini ?" tanyanya sinis. Melihat Vivian dari atas sampai ke bawah.


"Saya magang di sini." jawab Vivian.


"Huh, cuma magang. Minggir !" Serena menerobos, menabrak Vivian membuat tubuh wanita itu terhuyung.


"Eh, tapi nona ..." Vivian mengikuti langkah Serena untuk mencegah wanita itu, tapi terlambat. Serena sudah berhasil masuk ke dalam ruangan Tomy.


"Maaf, Pak. Nona ini memaksa masuk." kata Vivian takut karena tidak berhasil mencegah Serena.

__ADS_1


Serena tidak begitu memperdulikan Vivian. Dia terus berjalan mendekat kepada Tomy yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Kau kemana saja ?" tanya Serena dengan suara melunak, tidak seperti saat berbicara dengan Vivian tadi.


Tomy tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya. Pria itu malah mengalihkan pandangannya kepada Vivian.


"Pergilah." Tomy menyuruh Vivian keluar. Serena merasa marah ketika Tomy mengabaikannya.


"Tomy, kau kemana saja ?" tanya Serena ke dua kalinya.


Sudah satu minggu Tomy tidak pulang ke rumah. Karena itulah Serena datang ke perusahaan untuk menemui suaminya.


"Itu bukan urusan mu." Tomy menatap Serena dingin.


"Sekarang pergilah. Aku muak melihat mu."


Serena langsung menjatuhkan air mata karena Tomy mengusirnya. Hatinya bagai di remat. Pria yang sudah hampir tiga tahun menjadi suaminya itu seolah-olah membencinya. Tak ada lagi tatapan penuh cinta dan perkataan yang lembut kepadanya.

__ADS_1


Sebenarnya sejak awal Tomy tidak pernah mencintai Serena. Pria itu hanya terobsesi untuk memiliki apa yang menjadi milik Reyhan. Tomy selalu ingin membuat Reyhan hancur. Sejak Reyhan mendapatkan proyek dari Boison Grup, hubungan antara Tomy dan Serena menjadi buruk. Tomy merasa Serena tidak lagi berharga baginya. Karena wanita itu tidak bisa lagi di gunakan untuk menghancurkan Reyhan.


Setelah terjadi pertengkaran dengan Tomy, wanita itu kemudian keluar dari ruangan sambil menangis dan juga terlihat sangat berantakan.Tomy tidak hanya memarahi Serena. Tapi juga melakukan kekerasan fisik terhadap wanita itu. Vivian menjadi iba melihat Serena. Meskipun wanita itu bersikap kasar kepadanya tadi.


"Nona, anda tidak apa-apa ?" Vivian berusaha untuk membantu Serena karena wanita itu terlihat seperti kesakitan.


Vivian membantu Serena berjalan sampai ke pintu keluar perusahaan dan Serena juga tidak menolaknya.


"Apa yang terjadi Vivian ?" tanya salah seorang karyawan setelah melihat Serena pergi.


"Aku tidak tau. Wanita itu memaksa masuk ke ruangan Pak Tomy." jawab Vivian.


"Sepertinya mereka bertengkar. Itu adalah Nyonya Serena, istri pak Tomy."


"Apa ?" Vivian terkejut mendengar kata karyawan itu.


Jadi wanita yang baru saja ia tolong adalah Serena. Mantan istri Reyhan. Selama ini Vivian hanya tau namanya. Tidak pernah melihat seperti apa wajah wanita bernama Serena itu. Vivian kemudian mengepalkan tangannya. Sungguh ia merasa menyesal sudah membantu Serena tadi. Andai saja Vivian tau dari awal, ia tidak sudi untuk menolong wanita yang sudah menghancurkan kehidupan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2