Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch 17


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa, setelah sarapan Reyhan dan Vivian berangkat bersama sekaligus mengantarkan Niko ke sekolah. Niko terus berceloteh sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke sekolah. Suaranya membuat suasana mobil menjadi riuh. Begitu Niko tiba di sekolah, Vivian ikut turun, mengantar putra sambungnya itu sampai memasuki gerbang.


"Belajar yang rajin ya sayang." Vivian berjongkok untuk memeluk dan mencium Niko.


"Ok, mommy." Niko mengangkat tangan kanannya membuat lingkaran huruf 'o' dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


Setelah Vivian masuk kembali ke dalam mobil, Beni pun melajukan mobil menuju ke kampus Vivian. Suasana sunyi mengiringi perjalanan dari sekolah ke kampus. Beruntung jarak antara sekolah Niko dan kampus Vivian tidak terlalu jauh. Vivian melirik Reyhan yang duduk di sampingnya. Pria itu selalu fokus dengan ponselnya sepanjang perjalanan.


"Mas, aku turun dulu. Terima kasih." Vivian pamit sebelum keluar dari mobil.


Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kecil dan sedikitpun tidak menoleh ke arah Vivian. Jika saja Vivian tidak kenal dengan Reyhan sebelumnya, sudah pasti Vivian akan menganggap pria itu sombong.


Benar-benar pria dingin. Cuma hangat di ranjang. Batin Vivian.

__ADS_1


"Terima kasih, Beni." ucap Vivian dengan senyum ramah seperti biasa.


"Sama-sama Vi....., Nyonya." Beni yang ingin menyebut nama Vivian langsung meralat menjadi panggilan Nyonya saat mendengar suara batuk Reyhan yang duduk di kursi belakang.


Pria jomblo itu juga langsung memadamkan senyuman di bibirnya. Ia melirik sekilas sang tuan sedang menatapnya tajam dari spion mobil.


"Maaf, Tuan." Beni membetulkan posisi duduknya, menenangkan rasa takut dalam hatinya sebelum kembali melajukan mobil menuju perusahaan Skyland milik Reyhan.


*


"Dengar-dengar CEO nya masih muda dan tampan." Rena berbisik kepada Vivian.


Rena adalah salah satu teman Vivian yang akan melakukan magang bersama Vivian di perusahaan ini. Dan yang satunya lagi adalah seorang pria bernama Wanto.

__ADS_1


"Tapi.." Rena yang ingin melanjutkan ceritanya terputus saat seorang karyawan wanita mendekat.


"Maaf, mba. Hari ini CEO kami ada kesibukan di luar, jadi untuk pemberitahuan selanjutnya kami akan hubungi melalui telpon nanti." karyawan itu memberitahukan.


"Terima kasih, mba." balas Vivian dan mereka bertiga pun pergi dari perusahaan tersebut.


"Yah, sayang sekali hari ini kita tidak bisa melihat CEO nya." ucap Rena sambil pura pura lesu.


"Jangan kebanyakan ngarap, lu. Sukur-sukur kita di terima magang di sana." Wanto menimpali perkataan Rena.


Sementara Vivian sama sekali tidak peduli dengan perkataan Rena tentang CEO itu, mau ganteng atau tidak. Yang penting mereka bisa di terima magang di perusahaan itu. Karena kalau sampai tidak di terima, mereka terpaksa mencari perusahaan lain dan itu akan menunda waktu untuk melakukan magang jadi lebih lama. Teman-teman Vivian tidak tahu jika Vivian sudah menikah. Yang mereka tahu Vivian hanyalah seorang janda.


Sementara itu seorang pria di dalam sebuah mobil sedang memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja membangun sebuah bangunan yang besar. Pria itu menatap penuh kebencian dari sorot matanya.

__ADS_1


"Cih. Jangan pikir kau sudah menang. Lihat saja nanti apa yang aku lakukan." pria itu bicara sendirian di dalam mobil. Kemudian ia memakai kembali kaca mata hitamnya dan langsung pergi meninggalkan lokasi proyek itu.


__ADS_2