Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Bertemu Musuh


__ADS_3

Vivian terjaga saat mendengar suara pintu kamar terbuka. Ia segera bangkit dari tempat tidur dengan perlahan karena tidak ingin mengganggu tidur Niko.


"Maaf, tuan. Saya ketiduran." kata Vivian sambil menunduk karena ketahuan oleh Reyhan yang tiba-tiba masuk kedalam kamar putranya. Kemudian Vivian bercicit lari ke luar kamar Niko dan kembali ke kamarnya.


Hari ini Reyhan pulang lebih awal dari biasanya. Jadi pukul delapan malam ia masuk ke kamar Niko untuk melihat putra semata wayangnya. Beberapa bulan ini Reyhan begitu sibuk sehingga ia tidak punya waktu untuk bertemu dengan Niko.


Keesokkan harinya Nyonya Lisa sedang sarapan berdua bersama Reyhan. Sedangkan Niko masih belum keluar dari kamar dan Vivian sedang mengurusnya. Karena itulah Niko dan Vivian jarang bertemu dengan Reyhan.


"Rey, apa kau punya waktu hari Minggu ini untuk menemani Niko bermain di taman ?" tanya Nyonya Lisa.


"Mommy tau kau sedang sibuk sekarang. Tapi Niko seperti merindukan mu. Sudah lama kau tidak meluangkan waktu untuknya." lanjut Nyonya Lisa yang melihat Reyhan hanya diam.


"Akan aku usahakan, mom." jawab Reyhan singkat sebelum ia meninggalkan meja makan untuk pergi bekerja.


Di perusahaan.


"Apa Tomy juga ikut serta dalam acara pelelangan besok ?" tanya Reyhan kepada sekretarisnya, Beni.


"Iya, tuan dan mereka sudah lebih dulu mengirimkan proposal nya." jawab Beni.


Tomy adalah CEO dari Perusahaan The Star dan sekaligus selingkuhan Serena, mantan istri Reyhan dan kini Tomy dan Serena sudah menikah.

__ADS_1


Reyhan mengeraskan rahangnya mendengar kata sang sekretaris. Itu artinya ia akan bertemu dengan rivalnya besok. Reyhan akan berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukannya dan bahkan bisa mengalahkan Tomy.


Keesokan harinya di acara pelelangan proyek oleh perusahaan Boison Grup.


"Ck, lihat siapa yang hadir di sini." kata Tomy dengan nada mengejek melihat Reyhan yang baru saja masuk ke dalam ruangan dengan di dorong oleh sekretarisnya, Beni.


"Aku sangat yakin jika Tuan Maxim tidak akan membiarkan kau untuk menangani proyek miliaran dolar. Memangnya apa yang bisa di lakukan oleh orang lumpuh seperti mu ?" lanjut pria sombong itu.


"Aku juga berfikir jika Tuan Maxim tidak akan memberikan proyeknya kepada orang yang licik seperti mu." balas Reyhan tenang kemudian langsung pergi meninggalkan Tomy yang terlihat marah karena dikatai licik oleh musuhnya.


Beberapa saat kemudian acara pelelangan di mulai. Pihak perusahaan Boison Grup akan mengumumkan pemenang proyek pembangunan pusat perbelanjaan.


Reyhan tersenyum penuh kemenangan menatap kearah Tomy saat penyelenggara lelang menyebutkan perusahaan Skyland sebagai pemenang proyek kali ini.


Tomy langsung bergegas meninggalkan ruangan itu dengan perasaan marah. Bukan marah karena tidak menang tender proyek tapi marah karena ia harus kalah dari Reyhan.


"Mengapa kau terburu-buru pergi ? padahal aku baru ingin mengajak mu minum bersama untuk merayakan keberhasilan ku memenangkan tender hari ini." kata Reyhan dengan nada mengejek kepada Tomy.


Cih


Tomy berdecak kesal karena ejekan musuhnya. Ia memutuskan untuk langsung pergi meninggalkan Reyhan yang sedang tertawa. Tomy sangat tidak terima jika pria cacat itu mengalahkan dan mengejeknya.

__ADS_1


"Ini baru permulaan Tomy dan aku akan pastikan kau mendapatkan balasan atas apa yang telah kau lakukan pada ku dulu." kata Reyhan sambil menatap punggung Tomy yang semakin menjauh.


Sementara itu di rumah, saat ini Vivian sedang menemani Niko belajar.


"Mommy, di mana Oma ?" tanya Niko.


"Oma sedang keluar, sayang. Ada apa ?" jawab Vivian.


"Niko mau minta izin pada Oma untuk pergi ke taman." kata Niko sambil terus mewarnai gambar pesawat.


"Nanti mommy tolong katakan pada Daddy ya." lanjut Niko lagi yang membuat Vivian terkejut.


"Em, mengapa Niko tidak mengatakan langsung pada daddy ?" tanya Vivian bingung memikirkan permintaan Niko.


"Daddy itu pulangnya sudah malam sekali saat Niko sudah tidur. Jadi Niko tidak sempat untuk bertemu daddy dan mengatakannya." kata Niko terlihat sedih.


Vivian pun jadi sedih melihat Niko sedih. Kemudian Vivian membawa tubuh kecil anak asuhnya itu ke dalam pelukannya.


"Sayang, daddy kan sedang banyak kerjaan. Kalau kerja daddy sudah tidak banyak lagi, pasti daddy akan menemani Niko ke taman." kata Vivian lembut untuk menghibur Niko agar tidak merasa sedih lagi.


"Mommy, bisakah mommy memberikan Niko adik ?"

__ADS_1


Vivian terbelalak mendengar permintaan Niko kali ini.


__ADS_2