
Vivian merasa lega karena Reyhan tidak memperpanjang masalah ia pulang terlambat hari ini. Pria itu malah mengajaknya untuk melakukan ritual wajib suami istri sehingga membuat Vivian kelelahan.
"Mas, apa mas tidak mau ikut terapi agar bisa berjalan kembali ?" tanya Vivian hati-hati agar tidak membuat Reyhan tersinggung.
Wanita itu masih berbaring dalam pelukan suaminya. Vivian mengusap dada polos Reyhan, menyeka keringat percintaan di tubuh suaminya itu. Sesuatu yang di sukai oleh Vivian setelah selesai melakukan kegiatan panas bersama sang suami.
"Kau malu punya suami lumpuh seperti ku ?" bukannya menjawab, Reyhan malah balik bertanya kepada Vivian.
"Bukan itu." Vivian segera menyangkal tuduhan Reyhan.
"Aku hanya ingin tau bagai mana rasanya jika mas Reyhan berada di atas ku ketika kita melakukan itu." kata Vivian malu-malu sambil menggigit bibir bawahnya saat membayangkan hal itu.
__ADS_1
Reyhan menjauhkan tubuhnya karena ingin melihat wajah Vivian saat mengatakan sesuatu yang vulgar. Pria itu begitu terkejut. Sungguh ia tidak menyangka di balik sikap lembut dan sopan yang selalu di perlihatkan oleh Vivian, ternyata memiliki fantasi yang begitu liar. Reyhan sampai tidak dapat berkata-kata.
"Kenapa melihat ku seperti itu ?" tanya Vivian gelagapan melihat Reyhan yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak terbaca.
"Apa kau yakin menginginkan itu ? aku akan pastikan kau tidak bisa bangun dari tempat tidur jika aku bisa berjalan."
Reyhan menatap dalam mata Vivian saat mengatakan itu.. Susah payah Vivian menelan ludahnya. Entah mengapa Vivian menjadi agak takut mendengar perkataan Reyhan
*
"Bagus. Usahakan sesuai jadwal. Jangan terburu-buru. Kita harus mengutamakan kualitas." perintah Reyhan.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
"Tolong atur jadwal ku untuk menemui dokter Rasyid. Kalau bisa secepatnya."
Beni sedikit terkejut mendengar perintah yang baru saja diberikan oleh Reyhan. Mengapa tiba-tiba Tuannya itu ingin bertemu dengan dokter Rasyid. Dokter yang merawat Reyhan saat kecelakaan dulu. Padahal sudah lebih dari dua tahun Reyhan tidak pernah lagi memeriksakan kakinya.
Sementara itu di perusahaan The Star, Vivian masih menjalankan tugasnya sendiri. Karena sekretaris Tomy masih sakit. Hari ini Vivian agak kewalahan, karena suasana hati sang CEO tidak begitu baik. Tomy baru saja menerima laporan dari orang suruhannya yang bekerja di perusahaan Skyland.
Pria yang menjadi mata-mata Tomy di perusahaan Skyland adalah salah satu karyawan senior yang bekerja sudah hampir tujuh tahun di perusahaan itu. Karena tergiur dengan imbalan yang di berikan oleh Tomy, pria itu sangup menjadi penghianat. Bahkan sampai saat ini tidak seorang pun yang mencurigainya.
Pria itu melaporkan jika hari ini Reyhan menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan Newtec. Siapa yang tidak tahu dengan perusahaan Newtec. Salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Setara dengan perusahaan seperti Boison Grup dan juga Wiratama Grup. Perusahaan Newtec kini di pimpin oleh Melvin. Cucu laki-laki satu-satunya Adam Mark. Sejak di pimpin oleh Melvin, Newtec semakin mengembangkan sayapnya di dunia bisnis. Tak hanya di bidang teknologi, ia juga merambah di bidang properti dan perhotelan.
__ADS_1
Tomy menjadi semakin kesal mengingat musuhnya yang akan bekerja sama dengan perusahaan itu. Pastinya Reyhan akan semakin banyak menerima proyek dari Newtec. Membuat Tomy semakin membenci Reyhan karena keberuntungan yang di dapatkan oleh pria lumpuh itu.
"Dasar sialan ! Seharusnya kau tidak hanya lumpuh, tapi mati sekalian."