Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 18


__ADS_3

Tomy datang ke perusahaan dengan wajah yang tampak kesal. Sejak ia kalah dengan Reyhan dalam memenangkan tender proyek dari Boison Grup, suasana hati Tomy selalu buruk. Tak jarang ia memarahi karyawannya yang tidak bersalah. Apa lagi ketika ia bertengkar dengan Serena.


Ya, sejak hari itu Tomy selalu menuduh istrinya berkhianat dengan membocorkan informasil perusahaan The Star kepada Reyhan. Sehingga mantan suami dari istrinya itu memenangkan tender besar yang menjadi incaran Tomy.


Sejak dulu Tomy memang selalu membenci Reyhan. Sehingga Tomy nekat merayu Serena yang saat itu berstatus sebagai istri Reyhan untuk menjatuhkan Reyhan. Serena yang terbujuk oleh rayuan Tomy pun sanggup melakukan apa saja yang di suruh oleh Tomy. Termasuk mencuri informasi rahasia perusahaan Reyhan dan yang lebih parahnya lagi, Serena sanggup meninggalkan putranya yang masih kecil.


Meskipun telah berhasil merebut Serena dan membuat Reyhan menjadi lumpuh, tidak serta-merta membuat Tomy merasa puas. Entah mengapa pria jahat itu masih ingin terus menghancurkan hidup Reyhan.


*


Dua minggu sudah berlalu. Besok Vivian dan teman-temanya mulai magang di perusahaan setelah pihak perusahaan itu menyetujui permohonan mereka.


"Mas, besok aku mulai magang. Jadi, tidak perlu mengantar ku." beritahu Vivian saat mereka sudah bersiap untuk tidur.


"Memangnya kau magang di perusahaan mana ?" tanya Reyhan.


"Em, perusahaan apa ya namanya." tampak Vivian sedang berpikir mengingat nama perusahaan tempatnya akan magang besok. Sebelumnya ia tidak begitu memperhatikan nama perusahaan itu.

__ADS_1


"Aku lupa mas. Besok aku akan lihat nama perusahaannya apa." lanjut Vivian lagi yang memang tidak ingat dengan nama perusahaan tempatnya akan magang besok.


"Tidak perlu. Itu tidak penting. Kemarilah." Perintah Reyhan meminta Vivian berbaring lebih dekat dengannya dan Vivian menurut.


"Sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kau lakukan." lanjutnya lagi sambil menarik Vivian dalam pelukannya.


"Mas mau ?" tanya Vivian memastikan dan Reyhan hanya menjawab dengan anggukan.


Begitulah Reyhan, pria itu selalu terlihat dingin dan irit bicara saat di luar. Tapi akan banyak bicara dan maunya saat di ranjang.


Keesokan harinya, Vivian berangkat dengan menggunakan ojek online. Hari ini ia tidak mengantarkan Niko ke sekolah karena ingin datang lebih awal di hari pertama magang di perusahaan ini.


"Bisa tukaran tempat ga ya ?" kata Rena saat mereka sedang makan siang di tempat makan yang tidak jauh dari perusahaan itu .


"Memangnya kenapa lu mau tukar tempat ?" tanya Wanto sambil menyeruput kuah baksonya.


"Aku mau di bagian sekretaris seperti Vivian biar bisa lihat wajah tampan CEO nya tiap hari." jawab Rena dengan senyum-senyum tidak jelas membayangkan wajah tampan seorang pria.

__ADS_1


Sedangkan Vivian hanya mencebikkan bibir mendengar Rena memuji CEO perusahaan tempat mereka magang.


"Tampan dari mananya ? masih tampan Wanto kali." sanggah Vivian yang baru satu kali melihat CEO yang dimaksudkan oleh temannya.


"Jadi, kau sudah bertemu dengannya ? orangnya bagai mana ?" tanya Rena antusias.


"Bagai mana apanya ? aku cuma lihat orangnya saat mau masuk ke dalam ruangannya doang." jawab jujur Vivian yang membuat Rena tak bersemangat.


"Yah."


"Tenang, Ren. Kita di sini masih dua bulan lagi." kata Wanto.


"Ren, kemarin kau mau mengatakan apa tentang CEO nya ?" tanya Vivian mengingatkan saat mereka pertama kali datang ke perusahaan ini.


Rena mengkerutkan keningnya membuat Vivian kembali melanjutkan perkataannya.


"Itu, saat kita datang mengantar surat permohonan. Kata mu CEO nya tampan tapi apa ?"

__ADS_1


"Oh, itu..." Rena baru ingat. Kemudian ia pun melanjutkan ceritanya yang sempat tertunda selama dua minggu itu.


Vivian yang biasanya tidak peduli, kali ini jadi ingin tahu tentang pria yang akan menjadi atasannya selama dua bulan ini.


__ADS_2