Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 19


__ADS_3

Hari pertama Vivian magang berjalan dengan lancar. Semua tugas yang di berikan padanya bisa ia selesaikan tepat waktu. Meskipun harus bertanya beberapa kali karena ada yang ia tidak mengerti.


Seperti biasa, setelah makan malam Vivian menemani Niko belajar. Pukul sembilan malam baru Vivian kembali ke kamar. Ternyata Reyhan sudah berada di kamar dan sedang duduk bersandar di tempat tidur.


"Mas Reyhan capek ? biar aku pijat ya ?" tanya Vivian


Tak seperti biasa jam segini Reyhan sudah berada di kamar. Jadi, pikir Vivian suaminya itu pasti sedang lelah. Vivian segera naik ke tempat tidur, duduk di samping Reyhan dan mulai memijat lengan suaminya.


"Bagai mana hari pertama kerja di perusahaan ?" Reyhan melihat wajah Vivian yang semakin hari semakin cantik.


"Baik." jawab Vivian sambil mengangguk. Tangannya terus bergerak melakukan tugasnya.


"Semuanya lancar." tambah Vivian lagi.

__ADS_1


"Oh, ya mas. Aku magang di perusahaan The Star. Tadi aku sudah baca nama perusahaannya." Vivian terus bercerita, tanpa dia sadari wajah Reyhan kini sudah memerah saat mendengar Vivian menyebutkan nama perusahaan tempatnya magang.


"Kenapa kau magang di sana ?" tiba-tiba Reyhan mencekram kuat dagu Vivian dan bertanya dengan suara dingin.


Vivian yang tidak tahu kenapa Reyhan tiba-tiba marah jadi merasa takut.


"Katakan ! kenapa kau memilih perusahaan itu ?" tanya Reyhan sekali lagi dengan penuh amarah. Sorot matanya seperti membakar tubuh Vivian.


"Sa sakit, mas." lirih Vivian dengan menangis karena menahan sakit dan juga takut. Sebelumnya Reyhan tidak pernah bersikap seperti ini kepadanya.


"Mengapa harus perusahaan itu ? siapa yang menyuruh mu ?" kini suara Reyhan kembali datar, tidak lagi marah seperti tadi.


"Tidak ada, mas. Dosen pembimbing hanya merekomendasikan beberapa perusahaan yang biasa menjadi tempat magang mahasiswa di kampus. Dan aku bersama dua teman ku memilihnya secara acak." jawab Vivian jujur.

__ADS_1


Reyhan hanya menatap datar mendengar jawaban Vivian. Besok ia akan menyuruh Beny untuk menyelidikinya. Reyhan tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali kepadanya. Karena itu ia harus waspada. Ia harus memastikan jika Vivian tidak ada hubungannya dengan Tomy, CEO The Star.


Vivian menelan ludahnya, baru hari ini ia melihat Reyhan marah tentang apa yang ia lakukan. Apa mungkin Reyhan mempunyai masalah dengan perusahaan The Star itu ? tanya Vivian dalam hatinya. Mungkin saja tentang persaingan bisnis.


"Eemm, mas. Aku lanjutkan lagi ya pijatnya." Vivian memberanikan diri untuk bersuara.


Reyhan hanya diam dan tidak menjawab, Vivian menganggap jika pria itu tidak menolaknya. Vivian pun kembali melanjutkan memijat bagian kaki. Sedikit dia melirik ekspresi wajah Reyhan, sudah tidak semenyeramkan tadi. Dan Vivian pun kembali untuk mulai bicara.


"Maafkan aku, mas. Aku tidak tahu jika mas punya masalah dengan perusahaan itu. Jika aku tahu, pasti aku akan memilih perusahaan lain untuk magang."


Reyhan sedikitpun tidak menanggapi perkataan Vivian yang panjang lebar. Kini pria itu sedang memikirkan banyak hal. Vivian merasa bersalah telah membuat Reyhan marah. Tapi ia pun tidak tahu jika Reyhan akan marah seperti ini mengetahui jika dia magang di perusahaan itu. Vivian kemudian menghentikan tangannya yang memijat kaki Reyhan. Kemudian ia bersandar di dada Reyhan. Memeluknya erat.


"Mas, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tahu jika mas tidak suka aku magang di sana." kata Vivian lirih. Berharap bisa meredakan kemarahan Reyhan

__ADS_1


Melihat Reyhan yang masih diam, Vivian memberanikan diri untuk mencium suaminya. Tanpa ia duga ternyata Reyhan juga membalas ciuman itu dan mengangkat tubuh Vivian ke atas tubuhnya. Vivian tersenyum melihat Reyhan yang begitu mudah di rayu.


__ADS_2