Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 37


__ADS_3

Tiga minggu sudah berlalu. Sekarang Tomy dan Serena resmi bercerai. Tomy kembali menghubungi Vivian untuk bertemu. Vivian gelagapan saat Tomy mengatakan ingin datang ke rumahnya. Vivian langsung memutar otak mencari alasan untuk mencegah Tomy agar tidak datang.


"Ah, maaf. Aku sekarang sedang ada di luar kota. Liburan bersama teman-teman ku." Tomy menghela napas kecewa mendengar kata Vivian.


Beberapa hari berikutnya Tomy datang ke kampus untuk menjemput Vivian dan mereka pun pergi makan siang bersama. Tomy sangat bahagia dan memberitahukan jika dia sudah resmi bercerai dengan Serena dan langsung meminta Vivian untuk menjadi kekasihnya.


Vivian tergugu, tidak tau harus menjawab apa. Sementara Tomy masih terus menatapnya dengan penuh harap.


"Bisakah aku memikirkannya dulu ?"


Tomy hanya bisa mengangguk lemah ketika Vivian meminta waktu.


"Aku begitu mencintaimu Vivian. Aku sangat berharap jika kau menerima ku." kata Tomy tulus dari dalam hatinya.


Sebelumnya ia tidak pernah memiliki perasaan seperti perasaannya yang ia rasakan kepada Vivian. Termasuk juga kepada Serena. Tomy hanya terobsesi untuk memiliki apa yang menjadi milik Reyhan. Karena itulah ia ingin menghancurkan perusahaan Reyhan dan merebut istrinya.


Setelah pertemuan itu, Tomy mengantarkan Vivian. Seperti biasa, Vivian akan pulang ke rumah kontrakannya yang lama dan setelah Tomy pergi, barulah Vivian kembali ke rumah Reyhan.

__ADS_1


Seharian Vivian memikirkan tentang ungkapan perasaan Tomy padanya. Vivian lalu menghubungi Beni untuk membicarakan tentang hal ini. Ia tidak mau mengambil keputusan sendiri.


"Sebaiknya anda terima saja jadi kekasihnya." kata Beni yang membuat Vivian terkejut.


"Tapi bagaimana jika mas Reyhan tau ?" Vivian merasa cemas bagaimana jika suaminya tau ia menjalin hubungan dengan Tomy. Karena sebelumnya Reyhan sudah memperingatkan Vivian untuk tidak bertemu lagi dengan musuhnya itu.


"Jika tidak begitu, anda tidak bisa masuk lebih dekat kedalam kehidupan Tomy."


Vivian membenarkan apa yang dikatakan oleh Beni. Jika dia menjadi kekasih Tomy, itu akan lebih memudahkan Vivian untuk mencari bukti tentang kejahatan Tomy.


"Dan tentang Tuan Reyhan, saya akan membantu anda menjelaskan semua kepadanya. Saya rasa Tuan Reyhan akan mengerti."


Kini Vivian semakin bersemangat untuk menjalankan misinya. Vivian juga membeli sebuah apartemen untuk mendukung aksinya.


Dua minggu berlalu sejak Vivian menerima Tomy sebagai pacarnya. Hari ini Tomy sedang sibuk, jadi Vivian pergi makan siang bersama Rena di sebuah cafe. Saat mereka tengah menikmati makanannya, seorang wanita tiba-tiba datang mengerbek meja dengan keras, membuat Vivian dan Rena begitu terkejut.


Rena menelan ludahnya karena takut. Terakhir kali Vivian sampai di rawat di rumah sakit setelah di aniaya oleh Serena.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan. Perebut suami orang. Puas kau sudah berhasil menghancurkan rumah tangga ku, hah !"


Suara nyaring Serena membuat semua pengunjung cafe menatap ke arah mereka.


Vivian tersenyum menyeringai mendengar kemarahan Serena. Meskipun tuduhan yang di katakan oleh mantan istri dari suaminya itu benar, sedikitpun Vivian tidak merasa bersalah. Vivian malah terlihat begitu puas melihat kehancuran rumah tangga Serena. Ya, memang dia lah yang membuat Tomy menceraikan Serena. Dia yang diam-diam telah menggoda Tomy dengan wajah dan sikap yang polos. Dia juga yang menyuruh Tomy untuk menceraikan Serena jika Tomy mau menjalin hubungan dengannya.


"Ya, aku puas telah berhasil membuat kau di ceraikan. Jadi, sekarang kau mau apa ?" tantang Vivian dengan wajah yang angkuh.


"Jangan senang dulu. Aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan mu menang. Aku akan membalas mu lebih dari apa yang terjadi pada ku sekarang." ancam Serena yang tidak menyangka jika Vivian akan melawan. Padahal sebelumnya Vivian terlihat sangat takut dan tidak berdaya untuk melawannya.


"Silahkan lakukan apa yang ingin kau lakukan. Itu hanya akan membuat mu terlihat sangat memalukan. Mengejar pria yang sudah mencampakkan mu. Apa kau memang tidak punya harga diri lagi ?" ejek Vivian dengan sengit.


"Cih, bukankah kau yang tidak punya harga diri. Merayu pria yang sudah beristri." Serena membalas tak kalah sengit.


Sementara di sebuah meja yang tak jauh dari sana, seorang wanita yang sejak tadi melihat adegan itu baru menyadari sesuatu.


Bukankah itu Vivian. Tia berbicara dalam hatinya sambil melirik Rendy yang juga sedang makan tanpa memperdulikan kegaduhan yang sedang berlangsung itu.

__ADS_1


Apa Rendy tidak mengenali Vivian ? Tia melihat ekspresi Rendy yang biasa saja. Vivian terlihat sangat berbeda. Sekarang jauh lebih cantik. Jika hanya melihat sekilas saja maka tidak akan bisa mengenali jika itu adalah Vivian.


Tia kemudian berdiri dan berjalan menuju ke arah keributan itu setelah meyakini jika wanita yang di tuduh pelakor itu adalah Vivian.


__ADS_2