Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 38


__ADS_3

"Wanita ini memang tidak punya harga diri dan juga tidak tahu malu." Tia ikut bersuara membantu Serena untuk menyudutkan Vivian.


"Hey, bukankah kau sendiri yang tidak tahu malu. Tiba-tiba datang mencampuri urusan orang." Rena ikut membantu Vivian membalas perkataan Tia.


Jika tadi hanya Serena yang menyerang Vivian, Rena masih diam. Tapi sekarang ada Tia yang entah datang dari mana menjadi sekutu Serena, Rena harus turun tangan agar seimbang. Dua lawan dua.


Keempat-empat wanita itu terus beradu mulut dan membuat kekacauan di cafe tersebut. Rendy yang sudah tahu kebiasaan Tia yang suka mencari masalah awalnya hanya membiarkan saja. Tapi melihat situasi yang sudah tidak terkendali akhirnya Rendy memutuskan untuk membawa Tia segera pergi.


"Tia jangan bikin malu. Ayo, kita pergi." kata Rendy yang sudah memegang tangan Tia.


"Lepaskan aku, Rendy. Kau lihat mantan istri mu, Vivian sekarang jadi wanita penggoda. Menggoda suami orang." bukannya menghentikan pertengkarannya, Tia malah semakin sengit mengata-ngatai Vivian.


"Kau jangan menuduh sembarangan ya. Yang jadi wanita penggoda itu kau. Kau yang sudah merebut suami Vivian." balas Rena tak kalah sengit. Rena bahkan sudah maju untuk menjambak rambut Tia. Beruntung Rendy dengan cepat menjadi penengah untuk menjauhkan kedua wanita itu.


Sementara Serena dan Vivian yang juga akan saling menyerang kini masing-masing sudah di tahan oleh pelayan cafe itu.

__ADS_1


Akibat keributan yang mereka buat di cafe tersebut, sekarang ke empat empat wanita itu di bawa ke kantor polisi. Mereka dimasukkan ke dalam sel tahanan menunggu penyelidikan atau seseorang yang akan datang untuk menjamin mereka.


Tia yang pertama kali di keluarkan dari sel tahanan setelah Rendy mengurus surat jaminan. Serena sudah menghubungi Tomy untuk menjaminkannya. Sementara Vivian dan Rena meminta bantuan Wanto.


Serena tersenyum sumringah melihat Tomy datang. "Terima kasih, sayang. Aku tahu kau pasti masih mencintai ku." kata Serena percaya diri.


Namun senyuman itu seketika lenyap ketika ia melihat dua orang polisi membuka kunci pintu sel tahanan Vivian dan Rena. Itu artinya Tomy datang untuk membebaskan Vivian, bukan dirinya.


"Pak, pak polisi mengapa kalian membuka pintu itu. Itu suami saya, dia datang untuk membebaskan saya. Kalian pasti salah." teriak Serena yang masih percaya jika Tomy datang untuk membantunya.


"Terima kasih, sudah membantu ku. Maaf jika aku sudah menyusahkan mu." ucap Vivian kepada Tomy setelah ia keluar dari sel tahanan.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku sangat mencemaskan keadaan mu. Apa kau baik-baik saja ?" Tomy langsung bergegas menuju ke kantor polisi setelah mengetahui jika Vivian di tahan.


Memang Serena lah yang lebih dulu menghubungi Tomy untuk membantu membebaskannya, tapi Tomy hanya mengabaikan permintaan mantan istrinya itu. Lalu Tomy berpikir apa mungkin Serena berkelahi dengan Vivian. Jadi Tomy memutuskan untuk menelpon Vivian dan ternyata di angkat oleh seorang polisi yang mengatakan jika pemilik ponsel ini sedang di tahan di kantor polisi.

__ADS_1


"Syukurlah." kata Tomy setelah melihat Vivian mengangguk.


Serena mengepalkan tangannya ketika melihat Tomy tersenyum manis dan juga berbicara dengan lembut kepada Vivian. Ia merasa sangat sakit hati dan bertambah benci kepada wanita yang sudah menghancurkan rumah tangganya itu.


Awas saja kau wanita jal**g. Aku akan memberi pelajaran pada mu. Batin Serena.


Kemudian Tomy berjalan mendekat ke tempat Serena. "Ini terakhir kalinya kau mengganggu Vivian. Jika kau melakukannya lagi kau akan tahu apa akibatnya." Tomy berkata sangat perlahan tapi dengan nada penuh ancaman.


"Sayang, bukan aku yang..."


"Cukup !" bentak Tomy dengan nada tertahan, memotong perkataan Serena. Ia sungguh tidak mau mendengar apapun dan mantan istrinya itu.


"Jangan panggil aku sayang. Kita tidak ada hubungan apapun lagi. Ingat itu." Tomy memberi peringatan kepada Serena sebelum ia pergi dari sana bersama Vivian.


"Tomy, Tomy !" teriak Serena memanggil dan meratapi mantan suaminya yang pergi tanpa memperdulikannya sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2