Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Ch. 20


__ADS_3

Vivian masih berbaring di dalam pelukan Reyhan. Jari-jari tangannya bermain di dada polos Reyhan yang di penuhi oleh keringat percintaan mereka tadi.


"Mas, aku boleh nanya sesuatu ?" tanya Vivian lembut tidak ingin membuat Reyhan kembali marah.


"Tanya apa ?" Reyhan memiringkan tubuhnya sedikit untuk menghadap Vivian.


"Tapi mas janji jangan marah ya." Vivian sebenarnya takut untuk bertanya, tapi ia terlalu penasaran mengapa Reyhan begitu marah mendengar nama perusahaan The Star.


"Kau ingin bertanya tentang masalah ku dengan perusahaan tempat mu magang ?" tebak Reyhan yang ternyata adalah benar.


"Dari mana mas tau aku mau menanyakan itu ?" Vivian terkejut bagai mana Reyhan bisa tahu jika dia mau menanyakan tentang itu. Apa sebegitunya mudah di tebak ?batin Vivian.


"Kau tidak bisa menutupi apapun dari ku. Apa lagi tubuh mu." Reyhan menyeringai. Kemudian pria itu menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


Meskipun Reyhan seorang pria yang lumpuh tapi ia tetap memiliki tenaga yang kuat untuk mengulangi kegiatan panas yang kedua kalinya.

__ADS_1


Sama seperti Reyhan dan Vivian, ada sepasang kekasih juga baru saja selesai melakukan kegiatan panas di sebuah kamar hotel kelas melati.


"Ren, kapan kau akan melamar ku ?" untuk kesekian kalinya Tia bertanya hal yang sama kepada Rendi.


Mereka sudah lebih dari tiga tahun berpacaran, malah di saat Rendi masih menjadi suami Vivian. Dan selama itu juga mereka sering melakukan hubungan seperti sepasang suami istri.


"Sabar sayang. Begitu kau hamil kita akan langsung menikah." begitu jawaban Rendi setiap kali sang kekasih bertanya tentang pernikahan.


Entah karena bodoh atau terlalu cinta, Tia percaya begitu saja jawaban Rendi yang sangat tidak meyakinkan.


"Bagai mana kalau aku tidak hamil-hamil ? apa kau tidak akan menikahi ku ?" Tia menjadi gusar karena sudah lama mereka melakukan itu tapi ia tidak kunjung hamil dan Rendi tidak mau menikah dengannya.


Bukanya tidak ingin segera menikahi Tia, tapi dia harus memastikan jika wanita itu bisa memberikannya keturunan, tidak seperti Vivian. Kedua orang tua Rendi juga sangat berharap agar Rendi segera memberikan mereka cucu karena Rendi merupakan satu-satunya keturunan mereka. Keduanya tidak mau garis keturunan mereka berakhir jika Rendi tidak memiliki anak.


"Maafkan aku. Aku hanya takut kau akan meninggalkan aku." Tia memilih mengalah dari pada harus bertengkar dengan Rendi.

__ADS_1


Tia tidak mau jika sampai Rendi meninggalkannya, karena pria itu telah mengambil kesuciannya. Pria mana yang akan mau menikahi gadis sepertinya yang sudah tidak perawan.


Rendi akhirnya tersenyum dan mengangguk mendengar permintaan maaf Tia.


"Kalau begitu ayo kita bekerja lebih keras lagi, agar kau segera hamil." Rendi mencolek dagu Tia. Kemudian secepat kilat pria itu sudah berada di atas, mengukung tubuh sang kekasih.


"Tunggu sebentar." Tia menahan tubuh Rendi yang ingin menindihnya.


"Aku harus menelpon orang tua ku dulu agar mereka tidak khawatir." Tia membangunkan tubuhnya untuk mengambil ponsel di meja samping tempat tidur sambil memegang selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Tia akan menghubungi orang tuanya untuk mengatakan jika malam ini ia tidak pulang dan menginap di rumah temannya. Sudah sering Tia membohongi kedua orang tuanya dengan berbagai macam alasan. Kadang dia mengatakan melakukan pekerjaan ke luar kota, menginap di rumah teman bahkan sampai pergi berkemah bersama teman-temannya. Padahal dia hanya menghabiskan waktu untuk memadu kasih bersama sang kekasih.


Di lain tempat, yaitu di sebuah club. Seorang wanita cantik berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam club itu. Matanya memindai tempat yang di padati oleh banyak orang dengan cahaya remang-remang juga lampu yang berkerlipan. Wanita itu sedang mencari suaminya, yang menurut informasi dari orang suruhannya sedang berada di club itu bersama seorang wanita penghibur.


Dalam sekejap Serena sudah melihat sosok Tomy yang sedang duduk sambil merangkul seorang wanita. Dengan penuh amarah Serena pun berjalan menuju ketempat suaminya berada.

__ADS_1


"Wanita jala**g, sialan !" Serena langsung menjambak rambut wanita itu sehingga wanita itu tersungkur di bawah sofa.


Tomy yang melihat kedatangan istrinya itu sangat terkejut. Tidak menyangka jika Serena menemukan dia di sana. Padahal selama ini istrinya tidak pernah tahu apa yang ia lakukan. Karena Tomy selalu mengatakan jika ia pergi menemui klien untuk membahas tentang kerja sama.


__ADS_2