
Saat ini Vivian sedang berada di rumah sakit, karena Tomy membawanya untuk di obati.
"Maaf. Karena kau harus terluka saat di kantor ku." Tomy begitu menyesali kejadian yang menimpa Vivian dan ia datang terlambat untuk menyelamatkan Vivian.
"Pak Tomy tidak salah. Mungkin Nyonya Serena salah paham." kata Vivian tidak ingin memprovokasi Tomy.
Setelah mendapatkan perawatan, Vivian pulang dengan di antar oleh Tomy. Tapi Vivian tidak langsung pulang ke rumah. Ia meminta Tomy mengantarkan ke alamat kontrakannya yang lama. Setelah Tomy pergi baru Vivian memesan taksi untuk pulang ke rumah Reyhan.
Nyonya Lisa begitu terkejut melihat wajah Vivian terdapat luka lebam. Tak ingin membuat semua orang khawatir, Vivian mengatakan jika ia hanya terjatuh. Begitu juga saat Reyhan menanyakan hal yang sama.
"Aku tadi jatuh saat berjalan."
Reyhan hanya mengangguk meskipun ia tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang di katakan oleh Vivian.
"Lain kali lebih berhati-hatilah."
__ADS_1
"Terima kasih, mas. Mas juga berhati-hati di sana." perasaan Vivian menghangat setelah mendapatkan perhatian dari sang suami setelah hampir satu bulan pria itu bersikap dingin kepadanya.
*
Dua minggu setelah kejadian Serena menyerang Vivian dan hari ini merupakan hari terakhir Vivian dan teman-temannya magang di perusahaannya The Star. Ketiga mahasiswa itu berpamitan kepada seluruh karyawan perusahaan itu. Semuanya tidak ada yang berani membicarakan tentang Vivian lagi karena mereka tau sekarang bos mereka mendukung Vivian bukan lagi Serena yang masih sah menjadi istri Tomy.
"Vi, pak Tomy memanggil mu ke ruangannya." beri tahu Rara setelah keluar dari ruangan CEO dan Vivian pun langsung pergi menghadap.
"Pak Tomy memanggil saya ?" tanya Vivian begitu masuk kedalam.
"Ini untuk mu." Tomy menyodorkan sebuah amplop coklat ke hadapan Vivian.
"Apa ini, Pak ?" Vivian ragu-ragu untuk menerimanya. Ia masih mengamati amplop itu dan tidak berani menyentuhnya.
"Hanya sedikit pemberian. Ambillah." Tomy kembali menyodorkan lebih dekat ke arah Vivian.
__ADS_1
"Maaf, pak. Tapi saya tidak bisa menerima ini. Saya sudah sangat berterima kasih karena sudah di izinkan magang di sini." Vivian menolak secara halus pemberian Tomy.
"Aku tidak suka di tolak. Anggap saja ini sebagai gaji mu selama kerja di sini." sebenarnya setiap awal bulan Vivian dan ke dua temannya memang di berikan sejumlah uang sebagai transportasi dan upah telah membantu di perusahaan. Meskipun tidak sebesar sejumlah gaji karyawan The Star.
"Ini juga untuk ke dua teman mu." Tomy mengeluarkan dua buah lagi amplop serupa dan meletakkan di hadapan Vivian.
Tomy sudah menduga jika Vivian akan menolak pemberiannya, karena itu ia menyediakan juga untuk Rena dan Wanto. Walaupun jumlahnya lebih sedikit dari jumlah milik Vivian.
Vivian melihat ke arah Tomy dan pria itu mengangguk, menyuruh Vivian agar menerima pemberiannya.
"Terima kasih, pak." Akhirnya Vivian mengambil ketiga amplop pemberian Tomy.
Vivian kembali mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum ia meninggalkan ruangan itu.
Setelah Vivian keluar, Tomy menyandarkan tubuhnya sambil tersenyum menyeringai. Ia cukup tau perempuan seperti Vivian yang lemah lembut dan pemalu. Karena itulah ia harus terlihat seperti malaikat di hadapan wanita yang menjadi incarannya.
__ADS_1
Vivian bukanlah tipe wanita yang akan mudah luluh hanya dengan kemewahan. Tidak seperti Serena maupun wanita lainnya. Karena itulah Tomy bersikap baik di hadapan Vivian, meskipun ia harus berpura-pura.