Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh

Wanita Kejam Istri CEO Lumpuh
Menolong Reyhan


__ADS_3

Setelah Niko dan Vivian puas bermain, Reyhan mengajak mereka pulang menjelang jam makan siang. Jadi, Reyhan memutuskan singgah di sebuah restoran untuk makan siang.


"Bagai mana, sayang. Apa Niko senang ?" tanya Nyonya Lisa saat mereka sudah duduk di sebuah meja sambil menunggu pesanan datang.


"Iya, Oma. Niko senang sekali." jawab Niko antusias. Bocah itu tampak sangat bahagia. Terlihat dari pancaran wajah kecilnya.


"Terima kasih, daddy sudah mengajak Niko dan Mommy ke taman hiburan."


Reyhan yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya menoleh mendengar ucapan terima kasih dari putranya. Kemudian tatapan Reyhan beralih ke arah Vivian yang duduk di sebelah Niko. Vivian sedang tersenyum melihat ke arah Niko. Sehingga ia tidak menyadari jika Reyhan yang sedang melihatnya.


Kedatangan dua orang pelayan yang mengantarkan makanan mengalihkan perhatian Reyhan. Pria itu kemudian menyimpan kembali ponselnya dan mulai menyantap makanannya. Semua orang sedang menikmati makanannya, kecuali Vivian. Wanita itu menyuapi Niko terlebih dahulu seperti biasanya. Setelah itu barulah Vivian memakan makanannya. Interaksi antara Niko dan Vivian hari ini tidak lepas dari pandangan Reyhan. Meskipun kelihatannya Reyhan fokus dengan ponselnya tapi nyatanya ia terus memperhatikan Vivian.


Setelah selesai makan, Reyhan terpaksa harus datang ke perusahaannya karena adanya beberapa pekerjaan penting yang harus ia selesaikan hari ini juga. Niko yang mengetahui hal itu pun ingin ikut sang ayah pergi ke perusahaan. Tak ingin menghancurkan kebahagiaan sang anak akhirnya Reyhan membiarkan Niko ikut dengannya dan pastinya Vivian juga ikut. Sementara Nyonya Lisa masih tinggal di restoran karena bertemu dengan teman-temannya.

__ADS_1


Hari ini merupakan hari Sabtu, sebagian karyawan yang bekerja di perusahaan milik Reyhan sudah pulang. Hanya tinggal beberapa orang yang masih tinggal untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Vivian dan Niko mengikuti Reyhan ke ruangannya. Reyhan mulai mengerjakan pekerjaannya. Sementara Vivian mengawasi Niko bermain. Entah apa yang mereka berdua mainkan, Niko dan Vivian terus cekikikan. Vivian melarang Niko untuk tertawa keras karena takut akan mengganggu Reyhan yang sedang bekerja. Jadi, mereka tertawa sambil menutup mulut. Sesekali Reyhan melirik kearah sofa tempat Niko dan Vivian bermain.


Entah sudah berapa lama, tiba-tiba Reyhan merasakan hening. Tidak ada lagi suara cekikikan putranya. Reyhan kemudian menoleh, ternyata Niko sudah tertidur di sofa. Begitu juga dengan Vivian yang terlelap dalam keadaan duduk bersandar di sandaran sofa. Beberapa saat Reyhan melihat wajah kedua orang itu yang terlihat seperti ibu dan anak.


"Ah, sial !" umpat Reyhan saat ia tidak sengaja menjatuhkan keras laporan yang sedang ia pegang.


"Ma-af." ucap Vivian saat ia berusaha mengangkat tubuh Reyhan untuk mendudukkan di kursi rodanya kembali.


Vivian terpaksa memeluk tubuh Reyhan karena ingin menyelamatkan pria itu dari pada terjatuh. Ketika Vivian terjaga dari lelapnya, ia melihat Reyhan yang sedang terbungkuk untuk mengambil sesuatu di lantai. Vivian pun berniat untuk menolong Reyhan mengambilnya. Tapi saat Vivian sudah dekat, ia melihat Reyhan hampir tersungkur dan dengan gerakan refleks Vivian menahan tubuh Reyhan dengan memeluknya. Reyhan bahkan merasakan tubuh Vivian menempel sempurna pada tubuhnya. Pria itu pun dapat mencium bau harum dari tubuh dan juga rambut wanita yang jadi pengasuh putranya itu.


Setelah Reyhan duduk dengan sempurna di kursi roda, Vivian segera melepaskan tangannya dari tubuh pria itu. Untuk menghilangkan rasa canggung, Vivian berjongkok mengambil kertas di lantai dan meletakkan di atas meja kerja Reyhan.

__ADS_1


"Ah, ini." kata Vivian gugup. Wanita itu bahkan tidak berani melihat wajah majikannya.


"Maaf." kata Vivian lagi sebelum kembali ke sofa dan Reyhan hanya mengangguk.


Vivian merasakan jantungnya berdebar. Bukan karena ia jatuh hati kepada pria yang merupakan ayah dari anak asuhnya. Melainkan berdebar karena takut Reyhan akan memarahinya karena sudah dengan lancang menyentuh pria itu.


Hampir tiga jam waktu yang di butuhkan Reyhan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Niko sudah bangun sejak satu jam yang lalu.


"Apa daddy sudah selesai ?" tanya Niko saat melihat Reyhan menutup berkas yang terakhir yang ada di mejanya.


"Sudah. Sebentar lagi kita akan pulang." jawab Reyhan. Kemudian ia menekan interkom untuk memanggil Beni.


Vivian mengemasi mainan Niko dan juga bekas cemilan mereka tadi dan membuangnya ke tempat sampah. Beberapa saat kemudian Beni sudah tiba di ruangan Reyhan dan mereka pun segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2