Wanita Miskin Yang Terbuang

Wanita Miskin Yang Terbuang
bab 22 ~ kehamilan Diana ~


__ADS_3

di saat Diana sudah di bawa ke rumah sakitnya Dimas langsung sibuk memeriksa Diana mulai dari cek tensi, USG dia memberikan berbagai vitamin yang bagus untuk menunjang kesehatan Diana.selesai dia memeriksa Diana dia pergi keruangan direktur dan memanggil Riko sang asisten.


"Riko tolong pesan kan makanan yang bagus untuk ibu hamil dan makannya juga harus mengandung vitamin yang baik untuk calon bayinya"


"baik dokter siapa yang hamil dokter kok Sampai makannya harus dokter yang mengurus"


"Diana calon istriku sudah hamil kalau dia nanti sudah sehat aku akan membawa dia kerumah mamaku dan meminta ijin menikah kepada mama"


Rico sangat kaget mendengar ucapan Dimas bahkan Rico tidak menyangka kalau Dimas melakukan hal sebodoh itu menghamili orang duluan baru meminta ijin menikahinya.


"gimana kalau nyonya tidak setuju dokter? kurasa dokter tau sendiri gimana kerasnya hati nyonya"


"tidak mungkin dia bisa menolak lagi karna ada darah daging ku di tubuh Diana dia juga cucunya sendiri"


"baik lah dokter aku akan memesan kan makanannya sesuai yang dokter minta"


Rico tidak mau memperpanjang urusannya lagi kepada Dimas mereka anak sama mama sama aja keras kepalanya semoga Diana tidak kecewa nanti.


setelah tiga hari Diana di rawat oleh Dimas di rumah sakit rasanya kesehatan Diana sudah sangat baik wajahnya kembali seperti orang normal dan tubuhnya sudah sehat dan Diana sudah sangat bosan dengan suasana rumah sakit apa lagi Diana tidak menyukai aroma rumah sakit ini.


"mas hari ini aku sudah bisa pulang ya karna kesehatan ku sudah membaik dan aku ingin kembali masuk kerja sudah beberapa hari ini aku tidak masuk kerja"


"tidak sayang kamu bisa pulang hari ini tapi kamu tidak bisa kerja lagi kamu harus menjaga kehamilan mu di usia seperti ini ibu hamil tidak bisa banyak bergerak nanti aku akan mendaftarkan mu ke kelas kehamilan"


"itu tidak perlu sayang banyak kok orang hamil di luar sana bisa bekerja mereka tetap sehat dan bayinya juga sehat-sehat aja.


"kamu dan mereka tidak sama calon anakku bukan orang yang kekurangan uang dia bisa menikmati apa pun dariku nantinya tapi sebelum itu kita harus ke rumah ibuku dulu kita minta restu dari mereka agar kita bisa menikah"


"ke rumah ibu mu mas aku sangat takut mas"


"kenapa harus takut nanti kita akan hadapi bersama apa pun yang terjadi, sekarang cepat ganti pakaian mu tadi sudah saya suruh asistenku yang membeli beberapa potong baju untukmu silahkan pakai biar kita langsung berangkat"


lalu Dimas pergi dari rumah sakit menuju rumah ibunya dia sudah nekat melakukan itu dia harus berani menanggung resiko apa pun yang di hadapi nanti sementara Diana sudah sangat ketakutan dia gemetaran dari tadi sampai-sampai tubuhnya keringat dingin dia belum pernah menginjakkan kaki di rumah orang tuanya Dimas.sebelum Dimas berangkat kerumah ibunya Dimas sudah menghubungi Kaka nya lebih dulu agar mereka berkumpul di rumah ibunya.


sesampainya di rumah ibunya Kaka nya Nathan dan istrinya sudah ada di sana dan juga adik perempuannya sudah di sana juga berkumpul.


"apa yang mau kamu bicarakan Dimas dan siapa yang kamu bawa ini saya rasa mama tidak ada menyuruh mu untuk mencari pembantu ngapain kamu bawa kerumah ini pembantu baru mama lagi nga butuh orang sekarang"


" ma dia bukan pembantu tapi dia Diana ma calon istrinya Dimas aku harap mama menyetujui hubungan kami karna Diana lagi hamil anak Dimas"


"apa kamu bilang Dimas calon istri brakkkkk...berani-beraninya kamu membawa wanita murahan ini kesini "

__ADS_1


ibunya Dimas melemparkan pot bunga yang ada di meja itu sampai hancur Diana yang mendengar itu langsung kaget dia air matanya sudah tidak bisa di tahan oleh Diana


"sabar ma nanti darah tinggi mama kumat lagi mama harus mengontrol emosi mama "


istrinya Nathan langsung mendekati sang mertua dan dia menenangkan mertuanya yang lagi emosi.


"bagaimana mama bisa sabar kamu tau kan mama sudah menjodohkan dia dengan Tiara dan keluarganya Tiara juga sudah setuju dengan perjodohan mereka"


"Dimas silahkan usir wanita ini dari rumahku jangan kotori rumah ini dengan membawa bakteri dari luar sana kerumah ini"


"dan kamu wanita murahan kamu hanya ingin memanfaatkan anakku dengan memberikan tubuh mu yang murahan itu pada anakku sudah berapa laki-laki yang meniduri mu "


"ma... Diana bukan wanita seperti itu aku tau persis Diana wanita seperti apa dia wanita baik-baik jangan merendahkan Diana seperti itu ma"


tiba-tiba ibunya Dimas berdiri lalu menampar Diana secara kasar


"plak.....plak...plak... sudah pernah saya ingatkan kamu jangan pernah menggoda anakku tapi kamu terlalu keras kepala pergi kamu dari rumahku dan aku juga yakin anak yang ada di dalam perutmu itu bukan anak dari Dimas "


"ma.... apa-apaan mama beraninya mama menampar Diana tampar aku aja ma jangan dia aku sangat mencintai dia ma aku yang jatuh cinta kepadanya ma aku yang mengejar-ngejarnya ma"


"diam kamu Dimas dasar anak kurang ajar semenjak kamu pacaran dengan wanita ini kamu semakin membangkang "


Nathan dan istrinya Hannya bisa diam melihat pertengkaran mereka dia menyadari ibunya memang orang yang sangat menjunjung tinggi derajat sosial orang lain lalu ibunya Dimas pergi kebelakang dan mengambil sesuatu dan memasukkan kedalam kantong celananya.


''dimas apa pun yang kamu katakan mama tidak akan menyetujui hubungan mu dengan wanita ini mama juga nga akan pernah mengakui anak yang dia kandung adalah anakmu "


"tidak ma aku tetap menikahi dia ijin atau Tampa ijin mu ma maafkan Dimas mungkin ini yang terbaik bagi Dimas"


"jika kamu tetap memaksa kamu menikahi dia Dimas lebih baik mama mati tidak ada gunanya mama hidup kalau anak yang mama lahirankan tidak bisa lagi mendengar setiap kata-kataku "


"ma... Dimas pergi jika suatu saat mama sudah merestui hubungan kami maka aku akan datang kembali kerumah ini dengan Diana dan cucu-cucu mama"


lalu Dimas menarik tangan Diana dia hendak pergi dari rumah itu membawa Diana agar mereka bisa menikah secepatnya tiba-tiba ibunya mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya.


"baik lah Dimas silahkan pergi dari rumah ini tapi jangan pernah menyesal dengan keputusan mu"


lalu ibunya Dimas meminum racun tikus yang dia ambil dari dapur tadi dia sudah menyiapkan sandiwara yang akan di mainkan di depan Dimas.


"mama jangan lakukan itu"


ibunya Dimas langsung jatuh dan mulutnya mengeluarkan busa Dimas yang melihat itu langsung berlari melihat ibunya dia menguncang-guncang tubuh ibunya"

__ADS_1


"ma... maafin Dimas ma jangan lakukan ini ma"


Dimas lalu menggendong tubuh ibunya kekamar dan Dimas melakukan pertolongan pertama sebelum membawa ibunya ke rumah sakit.


disaat Dimas Nathan dan istrinya sibuk mengurus ibunya Diana pergi dari rumah mamanya Dimas dia langsung memesan taksi online dan segera pergi ke toko bunga.


sesampainya di toko bunga dia melihat Rika disana lalu dia berlari menemui Rika dan memeluknya.


"ada apa dengan mu Diana sudah beberapa hari ini kamu tidak kerja dan kata mas Bagas kamu di rumah sakit di rawat emang kamu sakit apa dan kenapa kamu datang -datang langsung menangis.


Diana sangat yakin kalau Bagas tidak ada cerita tentang Diana yang lagi hamil Diana semakin sedih dia tidak tau harus cerita bagaimana kepada Rika tetapi kalau tidak cerita takutnya lama-kelamaan Rika juga akan mengetahuinya.


"Rika ayo kita pulang ke kontarakan mu ada yang harus kukatakan kepada mu "


"emang apa yang harus kamu ceritakan kamu cerita disini aja"


Diana tetap memaksa Rika untuk pulang kekontrakan nya dengan terpaksa Rika permisi ke pada bos mereka dan mereka ahirnya pulang dengan naik taksi yang sudah dipesan oleh Diana.


"emang apa yang harus kamu ceritakan ke padaku Diana selama ini kita sudah sangat dekat dan kamu sudah ku anggap sebagai saudara ku "


lalu Diana menagis tersedu-sedu cerita kepada Rika dia sebenarnya malu menceritakan semua aib nya kepada Rika tapi dia tidak tau harus bagaimana lagi.


" aku harus bagaimana sebenarnya aku Hamil Rika waktu Bagas mengantarku ke rumah sakit ternyata aku Hamil sudah tiga Minggu hiks....hiks..aku sangat takut dan malu Rika "


lalu Rika memeluk Diana dan dia sangat kaget mendengar kenyataan kalau Diana sahabat nya hamil.


"kamu tidak usah se takut itu Diana bukan kah Dimas sangat mencintaimu aku yakin dia akan bertanggung jawab kepada mu"


"dia memang mau tanggung jawab dia sudah membawaku ke rumah orang tuanya tetapi mereka malah bertengkar bahkan ibunya memilih mati dari pada harus melihat Dimas menikah denganku hiks....hiks..ibunya Dimas sampai nekat meminum racun sekarang ibunya di bawa kerumah sakit "


Rika terdiam mendengar semua ucapan Diana begitulah rupanya kalau kita memaksakan kehendak pasti nantinya akan ada yang tersakiti.


"sabar ya Diana kamu harus banyak berdoa agar ibunya Dimas luluh hatinya"


"tapi aku tidak tau lagi kemana Rika tidak mungkin aku kembali ke rumahku yang dulu karna lama kelamaan perutku akan membesar dan jika Dimas belum menikahi ku aku takut jadi bahan hinaan orang lain Rika"


"untuk sementara kita satu kontarakan aja Diana aku takut kamu kenapa-kenapa menunggu keputusan dari Dimas "


"aku jadi nga yakin dengan Dimas Rika karna melihat dia tadi dia sangat ketakutan saat melihat ibunya minum racun"


"kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh pikirkan kehamilan mu"

__ADS_1


"ya Rika tapi aku akan tetap bekerja Rika jika mungkin suatu saat Dimas tidak menikahi ku aku akan mengumpulkan uang mulai dari sekarang "


👉bersambung👉


__ADS_2