
Mendengar kalau Diana sedang sakit Dimas langsung berlari menemui Diana,Dia meninggalkan adiknya Sarah yang sedang menangis,Lalu Dimas membuka pintu kamar nya Diana, dan menyentuh kening Diana benar saja Diana sedang panas tinggi.
Dimas lalu mengambil air es dan mengompres diana setelah dia memberinya obat penurun panas.
"Untuk sekarang kamu jangan memberikan asi dulu kepada baby dan kamu harus menjaga jarak dulu dari baby,"ucap Dimas dia dengan telaten mengompres kening Diana.Setelah Diana tertidur dimas keluar dari kamar Diana dan kembali menemui adiknya Sarah,
Saat dia sampai di ruangannya dia sangat kaget saat melihat Sarah yang ingin melompat dari jendela kebawah lalu Dimas dengan cepat menarik tangan adiknya,
"Apa yang kamu lakukan Sarah?apa kamu sudah gila sekarang turun dan ikut Kaka," ucap Dimas langsung menarik tangan Sarah.
__ADS_1
"Kak,aku nga mau hidup lagi pokoknya Sarah mau mati kak, hiks....hiks ..hiks" Sarah menangis dengan sangat pilu membuat hati Dimas bagai teriris dia nga menyangka adik satu-satunya akan hamil Tampa suami,Dimas semakin merasa terluka saat dia mengingat bagaimana ibunya dulu menghina-hina Diana saat sedang mengandung anaknya sendiri.Lalu Dimas memeluk adiknya,
"Kamu yang kuat ya Kaka akan mencari pria itu dan membawanya kepada mu supaya dia menikahinya Kaka janji pada mu jangan menagis lagi," ucap Dimas membuat Sarah semakin mengencangkan tangis nya
"kak,yang salah itu Sarah bukan pria itu kak, hiks...hiks pria itu sudah punya istri dan juga sedang hamil sama dengan Sarah,hiks..hiks"ucap Sarah membuat Dimas makin kecewa,
"kak,tolong Sarah kak,bantu Sarah kak untuk mengugurkan kandungan Sarah ini aku tidak mau hamil diluar nikah kalau pria itu tidak akan mungkin menikahi ku kak"ucap Sarah membuat Dimas kaget lalu menatap Sarah dengan sangat tajam.
Mendengar kata-kata kaka nya, Sarah langsung keluar dari ruangan Dimas lalu pergi menemui ibunya Sarah merasa sangat berdosa disaat ibunya sedang sakit malah dia pun menambah masalah jika ibunya tau ibunya sudah pasti bertambah sakitnya itu.
__ADS_1
Setelah Sarah keluar dari ruangannya,Dimas duduk di kursinya lalu menekan-nekan kepalanya rasanya kepalanya sudah mau pecah memikirkan semua masalah yang datang, bertubi-tubi.Hubungannya dengan Tiara yang masih tidak ada penyelesainnya,Diana yang berkeras tidak mau menerimanya cukup membuat kepala Dimas serasa mau pecah.
Tidak berapa lama Dimas di ruangannya tiba-tiba Tiara datang menemuinya,
"Dimas,coba kamu lihat Sarah dari tadi dia muntah-muntah, apa dia sedang sakit sudah ku ajak dia ke ruangan mu ini tapi dia menolak ada apa yang terjadi dengannya?tanya Tiara membuat Dimas bingung harus menjawabnya dimas tidak ingin Tiara tau kalau adiknya sedang hamil apalagi pria yang menghamilinya sudah punya istri.
"Tidak tau mungkin dia masuk angin sudah berapa lama kamu berada di sini?" tanya Dimas mengalihkan pembicaraannya,
"Barusan, aku datang karna ingin menjenguk mama,"ucap Tiara lalu keluar dari ruangan Dimas karna Tiara melihat Dimas tidak peduli dengan adiknya itu.
__ADS_1
👉bersambung👉