
Setelah Diana meninggalkan taman, dia kembali ke ruangan yang sangat tidak dia sukai, rasanya Diana sangat merasa bosan harus tinggal di area rumah sakit ini, ingin sekali rasanya Diana pergi meninggalkan rumah sakit dan tinggal di sebuah rumah walaupun kecil tapi bisa membuatnya nyaman bersama sang baby.
Hari ini Erika berencana mengunjungi Diana, karna dia sudah merasa rindu kepada Diana dan baby-nya,Erika merasa bersalah karna sudah ikut campur masalah mereka hingga Dimas tidak mengijinkan Erika menemui Diana lagi.
"Apa pun yang terjadi aku harus menemui Diana,aku sudah sangat merindukan mereka berdua." Erika berbicara sendiri lalu dia meninggalkan kontrakannya langsung menuju rumah sakit dimana Diana tinggal.
Sesampainya di rumah sakit Erika diam-diam langsung menuju ruangan Diana tapi dia sangat kaget karna ruangan itu sudah di tempati orang lain,Erika langsung pergi meninggalkan ruangan itu seluruh badannya langsung lemas mengetahui sahabatnya sudah pergi.Dari kejauhan Erika melihat Dimas yang baru keluar dari sebuah ruangan,Erika langsung berlari mengejar Dimas sebelum Dimas menghilang,
"Dimas,...."Dimas langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Erika sudah berada di belakangnya,
"Ada apa," tanya Dimas sambil berjalan meninggalkan Erika,
"dimana Diana sekarang tinggal," ucap Erika sambil mengikuti langkah Dimas,
__ADS_1
"Apa perlu aku memberitahu mu?jika kamu mencarinya hannya ingin menghasutnya lebih baik kamu pergi,aku paling tidak suka melihat orang yang ikut campur kepada urusan ku biar bagaimana pun aku dan Diana sudah punya anak." ucap Dimas tentu saja Erika sangat tidak suka dengan kata-kata Dimas.
"Aku hannya ingin menemuinya maaf jika aku terlalu dalam ikut campur urusan kalian aku hannya ingin melihat sahabatku hidup bahagia,"ucap Erika
"ikut dengan ku," ucap Dimas sambil berjalan lalu Erika mengikuti langkah kaki Dimas.lalu mengantarnya ke ruangan Diana.
"Diana,ada yang ingin bertemu dengan mu," ucap Dimas tetapi Diana hannya diam melihat Dimas sudah berada di dalam kamarnya,
"Diana...."Erika langsung masuk dan berlari memeluk Diana yang sedang duduk sambil menonton acara televisi Diana sangat kaget saat sahabat dekatnya menemuinya,
"Kok kamu malah nangis sih trus dedek bayi kemana aku ingin melihatnya," ucap Erika sambil mencari-cari keberadaan sang baby.
"dia sedang bersama baby sitter," ucap Diana lalu mereka berbicara panjang lebar membicarakan banyak hal Dimas juga ikut bersama mereka walaupun dia hannya sebatas pendengar saja,dan Diana hannya diam saja saat Dimas tidak pergi keluar saat Erika bersamanya.
__ADS_1
*****
setelah dua bulan di rawat ahirnya ibunya Dimas kembali sehat seperti sedia kala dan Diana juga sudah di pindahkan Dimas ke sebuah rumah yang mewah yang di lengkapi berbagai pasilitas di rumah itu.
Diana sangat keras menolak tinggal di rumah yang diberikan oleh Dimas,hannya dengan ancaman ahirnya Diana luluh juga dengan semua perintah Dimas.Ahirnya Diana dan baby-nya tinggal bersama di rumah mewah itu di bantu oleh baby sitter dan dua orang pelayan.Tetapi walaupun begitu Diana tetap berkeras hati tidak mau dekat dengan Dimas apalagi mereka tidak tinggal bersama.
Beberapa hari setelah Dewi pulang ke rumahnya dia merasa ada yang aneh dengan putrinya Sarah,dia selalu melihat putrinya bolak balik kamar mandi dan muntah-muntah,
"Sarah,apa kamu sakit lihat wajah mu sangat pucat apa perlu mama hubungi Kaka mu Dimas atau Kaka mu Nathan untuk membawamu kerumah sakit? tanya ibunya,dia sangat khwatir kepada putri nya itu
"Tidak usah ma,Sarah hannya masuk angin saja." ucap Sarah lalu meninggalkan ibunya menuju kamar nya dia sangat takut kalau sampai ibunya tau apa yang terjadi kepadanya.Sarah sudah menghubungi pacarnya dan memberitahu keadaannya tapi yang ada pria itu tidak percaya apa lagi sekarang dia sedang berada di luar negri.
Sarah menangis sendiri di kamarnya dia tidak tau lagi harus berbuat apa dan dia sangat takut kalau sampai ibunya tau kalau dia hamil di luar nikah tiba-tiba saja Sarah teringat kepada Diana pacar kalanya Dimas,air mata Sarah semakin deras,
__ADS_1
"ini mungkin akibat aku dulu terlalu sombong,"batin Sarah lalu dia membaringkan tubuhnya di ranjangnya sebenarnya dia sangat kelaparan tapi dia malas makan karna pada ahirnya nanti dia juga akan muntah-muntah membuat tubuhnya semakin lemah saja.
👉bersambung👉