
Lima bulan kemudian hubungan Bagas dan Sisil semakin dekat,lama bersama dengan wanita itu membuat Bagas mulai mengiikhlas Diana,dia juga semakin memikirkan tidak mungkin dia memaksa Diana untuk mencintainya,dia sebagai lelaki pantang baginya untuk mengemis kepada seorang wanita.
Hari itu dengan berani Bagas langsung menemui Diana dirumahnya saat dia melihat Dimas juga dirumah itu.
"Mas,ada perlu apa datang ke rumah ini kok tiba-tiba? tapi sebelumnya silahkan duduk mas." tanya Diana dia juga merasa takut jika Adam akan marah kepadanya karna Bagas sudah berani menemuinya langsung.
"Apa kehadiranku menganggu kalian berdua?" tanya Bagas dia langsung duduk di sopa,tetapi Dimas menatap nya penuh kecemburuan,tetapi dia enggan marah karna dia tidak ingin Diana terus marah kepadanya.
"Engga lo mas, kami nga papa kok,papa putri marah ya jika Bagas datang ke rumah ini?" Dimas merasa terpojok saat mendengar ucapan Diana.
"Engga kok,"
"Kedatangan ku hannya ingin memberitahu kalau aku ingin menikah bulan depan,aku harap kalian datang ya jangan lupa bawa putri juga "
"Hah....apa...nikah,wanita seperti apa mas yang beruntung mendapatkan mu mas?" Tanya Diana sesungguhnya dia sangat bahagia,saat mendengar kabar pernikahan Bagas,setidaknya dia tidak merasa sungkan dengan nya lagi.
Dimas sangat bahagia,mendengar kabar dari Bagas setidaknya,dia tidak punya saingan lagi untuk mendapatkan Diana.
Setelah merasa selesai urusan dengan mereka Bagas langsung pamit dari rumah mereka.Diana langsung beranjak dari ruangan itu untuk menemui Putri anak mereka.
__ADS_1
"Diana,tunggu."Tiba-tiba mendekati Diana dan memeluknya
"Aku sangat bahagia,akhirnya aku tidak punya saingan lagi untuk mendapatkan mu,aku mohon Diana menikahlah denganku,beri aku kesempatan sekali lagi,aku akan berjuang untuk kalian berdua." Ucap Bagas,jantungnya sangat berdetak hebat hingga Diana bisa merasakan getaran juga.
"ijinkan aku memikirkannya lagi,karna aku masih sangat takut dengan ibu mu." Ucap Diana lalu melepaskan pelukan Dimas dari tubuhnya.
"Diana,besok kita kembali menemui mama,kita bawa putri jika mama masih melarang hubungan kita,maka aku akan memutuskan hubungan keluarga dengan ibuku,dulu aku terlalu bodoh untuk mempercayai semua ucapannya,hingga akhirnya kita yang menderita." Diana hannya diam mendengar ucapan Dimas,dia juga tidak tau harus bicara apa kepada Dimas.
Dimas terus memeluk tubuh Diana,dia sangat bahagia karna akhirnya Diana tidak menolak pelukannya,pada hal dulu ini adalah hal yang sangat menjijikan bagi Diana,tapi dia tidak ingin terlalu egois,karna baginya kebahagiaan putri adalah terpenting,apalagi melihat banyaknya perobahan Dimas terhadap mereka mereka.
*****
Dua hari kemudian Dimas membawa Diana ke rumah ibunya Dewi,tubuh Diana begitu gemetaran saat memasuki rumah itu,disana Nathan dan istrinya juga sudah menunggu karna Dimas sudah mengabarinya terlebih dahulu.
"Berikan cucu mama,aku ingin menggendongnya." Diana sangat kaget reaksi mertuanya,dia tidak menyangka kalau dengan gampang wanita itu menerimanya.
"Maafkan aku Diana,aku benar-benar merasa malu bertemu dengan mu,Tiara sebenarnya sudah menceritakan tentang kalian kepada ku sebelum dia pergi kembali ke luar negri,aku benar-benar minta maaf Diana." Dewi langsung bersujud di kaki Diana hingga membuat Diana benar-benar kaget.
"Udah Tante,aku sudah memaafkan Tante tolong berdiri Tante." Dewi lalu berdiri,dan duduk kembali ke sopa diikuti Diana dan Dimas.
__ADS_1
"Mama begitu egois Diana,mama hannya menilai orang dari hartanya mama,tidak peduli kebahagiaan anak-anak mama." Dewi terisak mengingat semua dosa-dosanya kepada Diana.
Tiba-tiba putri menagis dengan kencang,dengan sigap Dimas langsung mengambilnya dari mamanya dan membuatkan susu untuk putrinya itu.
"Sudah ma,yang penting kita semua sudah bisa kembali baik,dan Nathan harap mama bisa lebih baik lagi,jadikan semua masalah ini menjadi pelajaran,dan kami juga akan berusaha memberi yang terbaik buat Sarah,semoga Sarah secepatnya bisa sembuh dari depresinya.Sepwrtinya pria yang menghamilinya sedang berada di penjara karna dia terlibat kasus penipuan.
"Benarkan,semoga dia mendapat hukuman yang lebih berat mama sangat menyesali ini semua." Diana lalu pergi menemui Dimas ke belakang dia melihat Dimas dengan telaten membuat susu sambil menggendong bayinya.
"Mas,biarkan Diana yang menggendong putri,mas buatkan susunya saja." Lalu Dimas langsung memberikan putri kepada Diana.
"Terima kasih Diana karna, sudah menerimaku kembali terima kasih banyak."Dimas kembali memeluk Diana dan putri,tidak terasa air mata bahagia mengalir di wajahnya.
Lalu mereka berdua kembali menemui keluarganya ke ruang tamu,sedikit demi sedikit rasa takut di hati Diana akhirnya hilang dia sudah bisa beradaptasi dengan keluarga Dimas.
"Jadi kapan kalian akan menikah lagi,mama akan kembali membuat pesta yang mewah di pernikahan kalian,jangan lupa kamu mengumumkan pernikahan dan anakmu kepada semua orang yang ada di rumah sakit.
"baik mah terima kasih ma karna sudah memberikan restu kepada Dimas ma."Lalu Dimas mendekati mamanya lalu memeluknya.
"Maafkan semua kesalahan Dimas selama ini ma.." Dewi begitu terharu dan bahagia dia tidak menyangka hidup keluarganya begitu susah selama ini karna ulahnya,dan dia sangat bahagia ternyata anak-anaknya tetap menghormatinya.
__ADS_1
Akhirnya hari yang tunggu pun tiba Dimas dan Diana menikah di sebuah hotel mewah mereka mengundang semua klien penting di perusahaan Nathan dan juga para rekan kerja Dimas di rumah sakit akhirnya Dimas dan Diana bisa hidup bahagia walaupun harus melewati penderitaan terlebih dahulu.
TAMAT