Wanita Miskin Yang Terbuang

Wanita Miskin Yang Terbuang
bab~ Ingin bersama mu~


__ADS_3

Dua Minggu sudah Diana berada di rumah sakit,selama di berada di rumah sakit Dimas dengan telaten merawat Diana dengan bayinya.Hari ini Diana sangat kaget karna Dimas membawa seorang wanita yang masih muda ke ruangannya


"Diana, ini aku bawa baby sister untuk anak kita dia akan membantu mu mengurus bayi kita ini."ucap Dimas sambil mengambil bayi dari box nya lalu memangku sang bayi dan menciuminya hingga sang bayi menangis,Diana yang mendengar ucapan Dimas langsung turun dari ranjang,


"Apa-apaan sih kamu mas,kenapa kamu tidak bertanya padaku dulu sebelum memutuskan sesuatu?" tanya Diana dia sangat kesal melihat Dimas yang selalu membuat keputusan sendiri.


"Aku tidak perlu ijin dari mu Diana karna anak ini juga anakku kamu jangan egois Diana apa kamu ingin anakku di besarkan di keluarga yang broken home?"tanya Dimas hingga membuat Diana sangat kaget dengan ucapan Dimas.Lalu Diana kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya dia membiarkan Dimas yang sedang bermain dengan bayi nya itu dia tidak bisa memungkiri Dimas memang sangat perhatian kepada sang bayi.


"Dan mulai hari ini Diana kamu tinggal di ruangan ku yang paling atas,ruangan itu sudah di rancang se nyaman mungkin supaya kamu dan anak kita bisa tidur dengan nyaman.aku belum menemukan rumah yang nyaman untuk kalian berdua jadi untuk sementara ini kalian menempati ruangan itu saja dulu."ucap Dimas dan Diana yang mendengar itu hannya bisa diam karna Dimas selalu mempunyai alasan untuk dia bisa tetap menahan mereka.


Siang itu juga Diana di pindahkan oleh Dimas ke ruangan yang sudah dia siapkan,dibantu oleh para security dan para perawat ahirnya Diana memasuki ruangan yang sangat mewah bagi Diana baginya ruangan itu tidak ada bedanya dengan apertemen yang dia tempati selama ini.


Diana tidak menyangka di rumah sakit ini bisa memiliki sebuah ruangan yang sangat bagus dilengkapi dengan kamar,ruang tamu dan kamar mandi yang sangat besar dan kamar itu juga sudah dirancang seperti kamar seorang putri boneka yang yang sangat banyak dan tempat tidur baby yang sangat bagus.Sekilas Diana sangat bangga karna Dimas memberinya ruangan semewah itu.


"Diana apa kamu suka ruangan ini?" tanya Dimas saat dia baru sampai di ruangan itu sambil menggendong baby mereka Diana tidak menjawab pertanyaan Dimas dia hannya berlalu meninggalkan Dimas dan masuk kedalam kamar lalu istrahat.

__ADS_1


"Diana,jawab dong kamu suka tidak dengan ruangan ini kamu kok diam sih,maafin aku ya karna belum bisa mendapat rumah yang cocok untuk kalian." ucap Dimas dia mengira Diana diam karna Diana tidak menyukai ruangan itu pada hal Diana juga senang dengan ruangan itu tetapi diana bingung bagaimana dia menjalani hidupnya ke depannya karna ulah dari Dimas.Sesungguhnya Diana sama sekali tidak menginginkan Dimas lagi tetapi Diana tidak ingin dia dipisahkan dengan sang bayi yang sudah di perjuangkan dia selama ini


****


sudah satu Minggu ini Dewi ibunya Dimas di rawat di rumah sakit ,walau pun Dimas sangat sakit hati kepada ibunya dia tetap memberi pelayanan terbaik kepada ibunya sehingga kesehatan ibunya mulai membaik dia sudah bisa menggerakkan tangannya dan mulutnya juga sudah kembali normal hannya saja ibunya belum bisa bicara dengan lancar.


Melihat perkembangan kesehatan ibunya Dimas merasa bahagia setidak nya dia tidak selalu merasa bersalah karna ulah dia ibunya sampai terserang struk,untuk saat ini Dimas tidak ingin mencari masalah dengan ibunya dan dia juga berusaha untuk berbuat baik kepada Tiara di depan ibunya.


"Tiara,tolong kamu berikan ibu makan aku masih ada jadwal operasi kamu jaga ibu dulu ya,"ucap Dimas hingga membuat Tiara kaget karna melihat Dimas yang begitu lembut kepadanya.sementara sang ibu berusaha tersenyum karna melihat Dimas yang sudah berubah.


Semenjak ibu mertuanya sakit,Tiara mengurusnya dengan baik dia tidak tega melihat ibu mertuanya menderita karna selama ini dialah yang mendukung hubungannya dengan Dimas Tiara ingin menunjukan balas budinya kepada mertuanya itu.Setelah Dimas pergi dari ruangan itu Tiara menyuapi mertuanya makan bubur yang disediakan rumah sakit,


"Ibu,maafkan Tiara kalau belum bisa menjadi istri yang baik buat Dimas selama ini.Tiara emang sangat jahat Bu andaikan saja dulu Tiara menolak Dimas mungkin ibu tidak sekeras itu memaksa hubungan kami sehingga membuat dimas jadi benci kepada ku dan kepada ibu ucap Tiara yang masih sabar menyuapi mertuanya.Walaupun nasi yang disuapi Tiara berjatuhan dari mulut mertuanya Tiara selalu membersihkan dengan sabar.


Entah apa yang dipikiran Tiara hingga dia ingin merubah sipat jahat nya itu.Tiba-tiba saja Tiara ingin menjadi orang yang baik.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan jadwal operasinya ahirnya Dimas keluar dari ruangan operasi.Dimas hendak pergi ke ruangan dimana Diana dan bayinya tinggal.Tetapi pada saat Dimas melewati taman,tiba-tiba Dimas melihat Diana dan Bagas sedang duduk di kursi yang berada di taman itu.


Diana yang sedang menyusui sambil mengobrol dengan Bagas.Tiba-tiba Dimas sangat emosi melihat pemandangan itu lalu dia mendekati mereka berdua


"Apa yang kamu lakukan disini Diana bersama pria ini?apa kamu sedang berusaha memamerkan tubuh mu itu kepada pria lain? apa kamu sedang berusaha menjadi wanita murahan sekarang?" tanya Dimas dengan wajahnya yang sangat merah dia hampir saja menghajar Bagas yang sedang berada disitu tetapi Dimas takut tindakannya akan menimbulkan keributan di rumah sakit itu.


"Apa maksud dari ucapan mu itu brengsek?tanya Bagas dia sudah berusaha menahan emosinya selama ini tetapi sekarang Bagas benar-benar tidak tahan mendengar semua kata-kata Dimas kepada Diana,


"Bukhhh.."Bagas langsung mendaratkan satu pukulan ke wajah Dimas hingga mulut Dimas mengeluarkan darah lalu para pasien yang berada di tempat itu menjerit hingga beberapa security datang mengamankan Bagas.


"Semakin hari sipat mu semakin membuatku muak bahkan kamu tidak mengijinkan diana keluar dari rumah sakit ini maksud kamu apa? tanya Bagas dan berusaha melepaskan diri dari security yang sedang menahannya.


Para dokter dan perawat yang melihat keributan itu semakin yakin kalau Dimas ada hubungan dengan Diana,


"Coba kalian lihat dokter Dimas aku semakin yakin kalau dia sedang menutupi satu masalah dari kita dan aku yakin kalau wanita itu punya hubungan dengan dia,"ucap salah satu dokter yang sedang berjaga di ruangan internis

__ADS_1


Dimas lalu mengambil bayi dari tangan Diana lalu pergi meninggalkan mereka berdua.Melihat Dimas yang sudah pergi bersama bayinya, ahirnya Diana menyusul Dimas dan meninggalkan Bagas Tampa sepatah kata pun. Lalu Bagas menarik tangannya yang di tahan oleh security itu dan dia pergi meninggalkan rumah sakit itu.


👉bersambung👉


__ADS_2