
Sesampainya di rumah sakit Bagas langsung memarkirkan mobilnya dan segera pergi mencari ruangan Diana,tetapi saat dia hendak berjalan masuk ke gedung Rumah sakit beberapa security menghampiri Bagas karna ciri-ciri Bagas sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dimas.
"Permisi pak,tolong tunjukkan KTP kalau mau berkunjung,"ucap salah satu security lalu Bagas mengambil KTP nya dan memberikan ke security,
"Maaf pak Bagas direktur rumah sakit ini melarang anda masuk kedalam,"ucap security mereka juga bingung kenapa seorang direktur mengurusi hal kecil seperti ini.
"Biarkan saya masuk istri saya mau melahirkan di dalam,jangan mempersulit ku,"ucap Bagas sudah mulai emosi,
"Maaf pak kami hannya menjalankan perintah, tolong kerja samanya."ucap security itu tidak mau kalah.
"bugh... banyak bacot kamu minggir" ucap Bagas lalu tiba-tiba Bagas memberikan pukulan keras ke salah satu security itu hingga mengundang keributan lalu Bagas berlari mencari Diana.
Bagas bingung harus mencari Diana kemana karna area rumah sakit itu sangat luas lalu Bagas mencari ke area VVIP karna Bagas sudah yakin Dimas memberikan pelayanan terbaik kepada Diana.
Pada saat Bagas sedang mencari ruangan VVIP tiba-tiba Dimas keluar dari sebuah ruangan lalu, Bagas bersembunyi dia tidak ingin Dimas memanggil para security yang sudah mencari Bagas dibawah.Setelah Dimas meninggalkan ruangan itu Bagas langsung berlari masuk menuju ruangan itu.pada saat Bagas sampai didalam Bagas sangat kaget ternyata para dokter sudah berkumpul di ruangan itu mereka hendak membawa Diana ke meja operasi karna Diana tidak kuat untuk melahirkan normal lagi.
"Diana,aku disini kamu harus kuat Diana maafkan aku karna terlambat mengetahuinya,"ucap Bagas sambil meraih tangan Diana dan menggenggam tangan Diana dan memberinya semangat.Diana sangat bahagia melihat kehadiran Bagas di sampingnya.
"Terima kasih kamu sudah datang.."ucap Diana dengan terbata-bata "aku sudah berusaha untuk lahir normal tetapi aku sudah tidak kuat lagi Bagas,"ucap Diana dengan mata sudah mulai berembun.
__ADS_1
"Tidak papa Diana, mau lahir normal atau sesar, yang penting kamu sehat dan bayinya juga sehat. Kamu adalah wanita terhebat yang aku kenal,"ucap Bagas memberikan semangat kepada Diana.Pada saat Bagas sedang memberikan semangat kepada Diana,yang diperhatikan beberapa dokter dan perawat mereka mengira kalau Bagas adalah suami Diana makanya mereka tidak melarang Bagas menemui Diana Tiba-tiba Dimas sudah datang bersama seorang perawat membawa kursi roda untuk membawa Diana ke ruang operasi.
Saat Dimas sampai di ruangan,Dimas melihat Bagas sudah duduk sambil memegang tangan Diana dan mengelus-elus wajah Diana tiba-tiba saja cemburu di hati Dimas langsung terlihat lalu Dimas mendekati Bagas dan menarik Bagas dengan kasar dari ruangan itu.
"kalian tunggu disini sepuluh menit lagi,"ucap Bagas kepada para dokter dan perawat itu,lalu Dimas menyeret Bagas keluar dari ruangan itu,
"bughhh...Aku sudah katakan kamu tidak perlu hadir disini Diana adalah ibu dari anakku dan kamu bukan siapa-siapa," ucap Dimas lalu melempar tubuh Bagas ke lantai Bagas tidak bisa mengelak karna Dimas melakukannya dengan tiba-tiba.
Lalu beberapa security datang tepat pada saat Dimas melemparkan tubuh Bagas lalu mereka menarik Bagas dari tempat itu,
"aku tidak akan tinggal diam Dimas aku akan membunuh mu,jika kamu berani menyentuh Diana, ingat itu aku mengalah karna aku tidak mau Diana terlambat ditangani silahkan masuk dan segera tangani calon istriku itu,"ucap Bagas sambil menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan Dimas.
"Diana,kamu tidak usah takut ya aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Dan juga anak kita,"ucap Bagas membuat dokter dan para perawat yang berada di ruangan itu merasa keheranan dengan ucapan Dimas.
Diana berusaha untuk santai,dia selalu berpikiran positif tidak akan mungkin Dimas akan mencelakakan dia.Lalu perawat anestesi menyuntikkan bius kepada Diana hingga Diana kehilangan kesadaran untuk beberapa saat.
Dua jam sudah Bagas dan Erika menunggu Diana di operasi,walaupun Bagas sedang di jaga oleh beberapa security dia tetap sabar menunggu kabar Diana.Erika yang dari tadi tidak henti-henti berdoa mendengar suara tangisan bayi..oek...oek..oek...dan Tampa sadar Erika sujud di lantai mengucap syukur.
Proses operasi berjalan lancar,Dimas yang menangani sendiri sangat bangga saat Diana melahirkan seorang bayi perempuan.Lalu menyelesaikan proses operasinya dan menyuruh semua dokter serta perawat keluar dia ingin anaknya dia sendiri yang mengurusinya dan membersihkan bayi lalu langsung mengadzani nya.
__ADS_1
Dimas sangat merasa bahagia dan bangga saat anaknya lahir dia sendiri yang pertama mengadzani nya.lalu dia meletakkan bayi itu di dalam box lalu keluar menemui Erika.
"Erika,selamat ya Diana proses operasi Diana berjalan lancar dan bayinya juga sehat dia melahirkan bayi perempuan," ucap Dimas dan Erika yang mendengar itu cukup bahagia.
"Di mana Diana sekarang,?tanya Erika,
"Dia masih di dalam, sebentar lagi dia akan sadar,baru dia kita pindahkan keruangan kamu tidak perlu cemas jika kamu ingin melihat bayi nya kamu harus bersabar ya nanti baru bisa kamu lihat."jawab Dimas,Erika hannya bisa diam dia tidak ingin berbicara banyak kepada Dimas.
"Tolong suruh para security mu itu melepas kan pak Bagas,karna dialah pria yang pantas menemani Diana dari dulu Bagas sudah merawat Diana."ucap Erika dengan nada sinis dia sangat membenci Dimas yang melakukan sesuka hatinya kepada Diana.
"Aku tau apa yang harus ku lakukan, Diana adalah ibu dari anakku,kemungkinan aku akan membawanya pergi dari kota ini dan kami bisa memulai kehidupan kami yang baru,karna sampai saat ini aku belum mampu melupakan Diana, apalagi kami sudah punya anak." Ucap Dimas lalu pergi meninggalkan Erika.
Bagas yang dari tadi menunggu kabar tentang Diana merasa sangat khawatir.Ingin dia pergi menemui Erika tetapi para security masih menahannya.
"Lepaskan aku dari sini,aku bisa menuntut kalian semua karna melakukan sesuatu hal yang bodoh,wanita yang melahirkan itu adalah istriku jika terjadi sesuatu aku akan menuntut kalian "ucap Bagas kepada para security itu.Dimas yang berada di balik pintu hannya bisa tersenyum.
"Maafkan kami pak ini sudah menjadi tugas kami,bapak bisa berbicara dengan dokter Dimas,karna ini disuruh oleh beliau."ucap salah satu security itu.Lalu tiba-tiba Dimas masuk kedalam ruangan itu dan menyuruh para security itu keluar,
"silahkan kalian keluar aku ingin bicara dengannya,"ucap Dimas lalu mereka semua keluar meninggalkan Dimas dan Bagas di ruangan itu
__ADS_1
👉bersambung👉