
Dimas duduk di depan toko dia tidak menyangka akan menjalani kehidupan serumit ini pekerjaan mapan pendidikan sangat hebat harta banyak tetapi hidupnya yang penuh aturan dari orang tuanya membuat Dimas benar-benar hancur.
Dimas sengaja merencanakan agar Diana hamil jika Diana hamil maka kemungkinan dia akan di restui oleh ibunya menikahi Diana tapi rencana Dimas jauh dari kenyataan malah dia Hannya membuat hancur masa depan Diana.
"mas silahkan pergi dari toko ini aku tidak mau ibu dan calon istrimu membuat keributan lagi di toko ini "
"apa maksud dari omongan mu itu Rika siapa yang membuat keributan"?
"mas nga tau ya calon istrimu yang kaya itu dan ibu mu yang sangat terhormat itu datang kesini membuat keributan aku tidak mau aku berurusan dengan keluarga mu jalani lah hidup mu mas jangan kau siksa Diana dengan melawan ibu mu kalau kamu emang sayang Diana silahkan pilih dia kalian pergi jauh dari kota ini"
"kapan mama ku kesini dan apa dia bertemu dengan Diana"
"tanya aja sendiri ibu mu mas "
Dimas lalu terdiam dengan ucapan Rika lalu dia permisi pulang Rika melihat Dimas sampai mobilnya menghilang sebenarnya Rika tidak tega membohongi Dimas tapi karna Dimas yang sangat pengecut ahirnya dia tidak memberitahukan kalau Diana masuk rumah sakit.
*****
sore hari Rika mengunjungi Diana ke rumah sakit dia membawa berbagai kepentingan Diana selama di rawat dirumah sakit sesampainya dia di rumah sakit dia menemukan Diana lagi tidur dan Bagas dengan sangat setia menemani Diana.
tok....tok lalu Rika langsung membuka pintu dan Bagas menoleh ke belakang dan melihat Rika.
"kamu sudah datang Rika syukurlah"
__ADS_1
"bagaimana keadaan Diana mas apa dia baik-baik saja apa kandungannya juga baik -baik saja "
"dia sudah sadar Rika dia Hannya kelelahan dan kekurangan vitamin dan dia juga terlalu banyak beban pikiran makanya dia sampai pingsan begitu"
mendengar ada yang berbicara Diana membuka mata ternyata Rika sahabatnya juga datang menemui dia
"kamu sudah datang Rika terima kasih sudah datang melihatku"
"kamu cepat sembuh aja Diana aku akan selalu ada untukmu aku akan menjadi orang yang pertama yang membelamu jika ada yang menyakiti mu tidak usah pikirkan yang aneh-aneh kamu Hannya perlu pokus pada kesehatan dan calon bayimu"
"terima kasih Rika karna kamu selalu ada disaat aku terpuruk sekali pun"
"Diana jangan marah kepadaku tadi Dimas datang mencarimu ketoko tapi aku tidak memberitahukan kepada Dimas kalau kamu masuk rumah sakit, Diana bukannya aku melarang mu atau membatasi mu berhubungan dengan Dimas tapi aku sebagai teman tidak ingin melihatmu di permainkan oleh pria pikirkan lah Diana yang terbaik untuk mu apa pun yang menjadi pilihan mu aku akan selalu mendukung mu"
Bagas Hannya menjadi pendengar setia dari dua sahabat itu dia sebagai lelaki sangat prihatin terhadap nasib diana.bagas jadi teringat akan masa lalunya yang terlalu banyak mempermainkan wanita tetapi semenjak Bagas bertemu pertama kali dengan Diana Bagas berniat merubah sipatnya karna dia sangat mengangumi Diana dulunya padahal ternyata Diana sudah punya pacar dan ironisnya Diana dihamili oleh pacarnya sendiri.
******
sesampainya Dimas di rumah dia mencari ibunya.
"ma.....mama..."
"ada apa sih Dimas teriak-teriak pendengaran mama masih bagus nga perlu kamu teriak kayak di kejar setan"
__ADS_1
"ma... apa maksud mama menemui Diana kurang apa lagi rupanya ma semua omongan mu sudah ku turuti kenapa mama harus pergi lagi menemui diana"
"emang mama salah rupanya kalau mama pergi menemui perempuan murahan itu mama cuma mengingatkan dia supaya dia tidak mengusik hidup mu lagi "
"mama keterlaluan biar bagaimana pun Diana lagi hamil anak Dimas tidak seharusnya mama memperlakukan Diana sekejam itu ingat ma sekalipun Dimas menikah dengan wanita pilihanmu itu Dimas nga akan mau punya anak dari dia ma udah muak aku ma setiap saat harus mengikuti kata-kata mu ma "
"diam kamu Dimas kamu Hannya emosi sesaat kamu pikir dengan kamu mencintai perempuan miskin itu kamu akan bahagia tidak Dimas harusnya kamu mikir kedepannya dia nanti Hannya akan memanfaatkan mu saja karna mama tidak yakin sama sekali kalau dia hamil anak kamu"
"cukup.....ma aku tidak mau mendengar semua omong kosong mu ma aku seorang dokter aku masih tau membedakan mana wanita benar-benar perawan dan mana wanita ****** semoga wanita pilihanmu itu ma tidak mengecewakan mu suatu saat nanti ma"
lalu Dimas pergi meninggalkan ibunya dia langsung masuk ke kamar dan dia mengambil minuman beralkohol sudah beberapa bulan ini Dimas meminum minuman keras Hannya itu yang bisa dia lakukan untuk mengobati rasa sakitnya dan semua pekerjaan Dimas sudah sangat berantakan tetapi Dimas sudah tidak perduli lagi.
ibunya Dimas sudah sangat kesal dengan sipat Dimas yang tidak dewasa apalagi ibunya Dimas mendengar kabar bahwa keuangan rumah sakit di bawa lari oleh staf keuangannya ibunya semakin marah kepada dimas.
"Dimas kapan kamu berangkat kerja rumah sakit sudah berantakan bahkan keuangannya sudah membawa semua uang kabur jangan sampai rumah sakit itu hancur mama sudah sangat pusing sudah beberapa Minggu ini pasien berkurang drastis dan ada beberapa dokter yang mengundurkan diri "
"silahkan mama sendiri yang menyelesaikan masalah rumah sakit bukan kah mama orang hebat mama bisa menyelesaikan semua masalah dan mama juga tau mana yang terbaik ma "
"Dimas......apa kamu sekejam ini sama mama aku ini mama mu Dimas mama yang melahirkan mu mama yang membesarkan mu kenapa Hannya karna wanita miskin itu kamu sanggup melawan mama bahkan rumah sakit yang didirikan mendiang ayahmu ingin kamu hancurkan Dimas "
Dimas Hannya diam mendengar kata-kata mama nya Dimas memang sudah sangat tidak perduli lagi dengan semua omongan mama nya dia juga mendengar kabar kalau rumah sakit lagi tidak beres tetapi dia Hannya menyuruh asistennya yang bisa di andalkan untuk mengurusi rumah sakit sementara waktu dia ingin memberi ibunya pelajaran agar ibunya mengijinkannya untuk menikah dengan Diana Dimas masih sangat berharap hati ibunya akan luluh dengan dia menyiksa diri sendiri biar lah dia merasakan sakit sebentar yang penting kedepannya dia bisa hidup bahagia.
👉bersambung 👉
__ADS_1