
Melihat Sarah yang sudah pergi, Dimas merasa curiga kepada adiknya itu karna sudah mulai dari pagi sarah terus muntah hingga wajahnya pucat seperti mayat.Sarah meninggalkan rumah sakit menuju sebuah apotik dia membeli sebuah alat tes kehamilan karna Sarah menyadari kalau dia sudah telat dua Minggu.
Sarah pulang ke rumahnya dan langsung mencobanya dia sangat ketakutan kalau hasilnya sampai positif apalagi Sarah jelas-jelas tau kalau pacarnya adalah suami orang.
Sudah beberapa bulan ini Sarah pacaran dengan seorang pria,awalnya Sarah tidak mengetahui kalau kekasihnya itu adalah suami orang belakangan Sarah mengetahui kebusukan pacarnya saat istri pacarnya yang sedang hamil datang melabraknya.Sarah sangat sakit hati ternyata dia dibohongi pria itu selama ini.
Sarah sangat tertarik kepada pria itu karna dia seorang kepala daerah di sebuah propinsi.Sarah tidak pernah tau kalau pria itu sudah punya istri dia tidak mencari tahunya terlebih dahulu sebelum dia menjadikannya kekasihnya.Sarah terlena dengan janji-janji pria itu.
Pada saat Sarah ingin mencobanya tiba-tiba Dimas menghubunginya dan menyuruhnya agar segera datang kerumah sakit ahirnya Sarah menundanya dan kembali kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Sarah langsung masuk menuju ruangan ibunya,Tapi Sarah tidak menemukan Dimas di ruangan itu lalu dia pergi menemui Dimas keriangannya,
"kak,ada apa menyuruhku ke sini aku mau istrahat kak kepala ku pusing sekali,"ucap Sarah dia menekan-nekan kepalanya yang tiba-tiba pusing.
__ADS_1
"kamu istrahat di ruangan Kaka saja di dalam ada kamar silahkan kamu tidur disitu aja biar Kaka yang menjaga mama karna Tiara belum datang menemui mama." Ucap Dimas lalu Sarah yang sudah tidak tahan langsung berdiri dari kursi dan berjalan menuju kamar Dimas tapi tiba-tiba
"bukh..."Sarah langsung jatuh pingsan Dimas yang kaget langsung segera mengangkat tubuh Sarah dan membawanya ke tempat tidur pasien dan langsung memeriksanya.
Dimas memeriksa dengan detail semua keadaan Sarah,dia sedikit curiga dengan Sarah yang selalu muntah-muntah.tidak berapa lama hasilnya keluar dan Dimas sangat kaget mengetahui ternyata adiknya hamil.
Dimas duduk di kursinya dia sangat kecewa kepada adiknya selama ini Dimas tau kalau adiknya adalah wanita yang sangat baik bahkan adiknya sangat pemilih dalam bergaul Dimas tidak menyangka kalau adiknya akan hamil sebelum menikah.Dimas sangat takut jika ibunya sampai tau kalau Sarah hamil itu bisa mempengaruhi kesehatan ibunya yang sudah mulai membaik.
"Sarah,katakan kepada ku siapa pria yang menghamilinya?tanya sang Kaka membuat Sarah kebingungan,
"maksud Kaka apa yang hamil siapa kak?"tanya Sarah bingung
"Apa kamu bodoh.....kamu tidak tau kalau kamu sedang hamil siapa pria yang menghamili mu dan bagaimana kamu akan memberitahu hal ini kepada mama?" Dimas berteriak sangat keras Sarah yang mendengar teriakan makanya langsung menagis dia sangat ketakutan,dia tidak mengerti harus bagaimana menjelaskannya kepada Kaka nya.
__ADS_1
"kak maafkan Sarah hiks....hiks....Sarah takut," ucap Sarah langsung duduk di lantai dan memeluk lututnya dia begitu terpukul saat mengetahui kehamilannya.
"Kak,bantu aku tolong kak keluarkan anak ini dari perut Sarah,aku tidak mau hamil kak tolong aku kak hiks....hiks...."Sarah terus menagis hingga membuat Dimas iba dia tidak tega melihat adiknya harus menanggung malu.
"Katakan kepadaku siapa pria yang menghamili mu," tanya Dimas tetapi Sarah diam dia tidak berani mengungkapkan pria yang telah menghamilinya.
Pada saat Dimas sedang menenangkan adiknya Sarah, tiba-tiba penjaga baby sister bayinya datang menemui dimas ke ruangannya,
Tok...tok...
"Tuan,saya mau memberitahu kalau nona Diana sudah dari tadi pagi demam tinggi,aku sudah memberinya obat panas tapi tetap saja nona menggigil dan badannya sangat panas," ucap pelayan itu Tampa berpikir panjang Dimas langsung pergi menemui Diana,
👉bersambung👉
__ADS_1