
Sudah hampir dua jam Bagas menunggu Diana keluar walau hannya sebentar dari rumahnya,tapi lagi-lagi Bagas harus menelan pil pahit,Diana sama sekali tidak keluar dari rumahnya, membuat Bagas kecewa lalu pergi meninggalkan tempat itu.Bagas pergi menuju sebuah bar disana dia memesan minuman beralkohol lalu melampiaskan semua rasa kecewanya kepada minuman itu.
"Apa aku sebodoh itu mencintainya sementara Diana sudah tidak menginginkan ku?"ucap Bagas ,dia berbicara hingga beberapa orang yang ada di bar itu memandang nya dengan kasihan.beruntung pada saat itu pengunjung bar itu masih sangat sepi.
Semakin malam pengunjung bar sudah semakin ramai,sementara itu Bagas sudah mulai merasakan kepalanya sangat pusing.Lalu Bagas mulai berdiri dan mengeluarkan kartunya dan segera membayarkan semua minumannya pada.Lalu dia keluar dari bar itu tiba-tiba Bagas tidak bisa menguasai tubuhnya
brakkkk..Bagas langsung terjatuh ke lantai,di saat orang-orang ingin membantunya tiba-tiba seorang wanita langsung menolongnya
"Maaf pak biar saya yang menolongnya dia adalah pacar saya." Ucap wanita itu,lalu dia mengambil kunci mobil Bagas dan mencari mobil Bagas di luar,setelah menemukannya wanita itu menyuruh beberapa pria untuk mengangkat tubuh Bagas kedalam mobilnya dan membawa Bagas dari bar itu menuju kontarakan nya.
__ADS_1
Setelah wanita itu membawa Bagas kedalam kontrakannya dia berusaha keras membawa Bagas kedalam kamarnya,lalu wanita itu langsung membuka sepatu dan baju Bagas dan membiarkannya istrahat di kamarnya.
Sebenarnya wanita itu tidak kenal dengan Bagas dia hannya merasa kasihan dengan Bagas,wanita itu merasa takut jika nanti Bagas ada yang berusaha mencelakainya karna dia tidak sadar ahirnya dia pura-pura mengaku pacarnya.
Pada saat tengah malam Bagas terbangun dari tidurnya dia sama sekali belum sadar,Bagas merasa kepalanya sangat pusing ahirnya dia bangkit dari tempat tidurnya,lalu bergegas menuju dapur untuk mengambil air minum.
Mendengar suara ribut ahirnya Sisil terbangun dan melihat Bagas berusaha untuk berdiri karna dia terjatuh di lantai.
"Diana,kenapa kamu begitu lama bersama pria itu,bukan kah kamu berjanji padaku jika anak itu lahir kita akan menikah?"ucap Bagas sambil memeluk Sisil dia mengira bahwa Sisil adalah Diana.Sementara Sisil hannya diam Tampa mengeluarkan suara,Tampa terasa air mata Sisil terjatuh kata-kata Bagas mengingat kan dia pada kisah percintaannya juga yang kandas di tengah jalan.
__ADS_1
Bagas lalu tertidur di pelukan Sisil,lalu Sisil membawa Bagas kembali kedalam kamarnya dan kembali membuat Bagas tidur di kamarnya dan Sisil tidur di luar.
Bagas terbangun saat jam sudah menunjukkan jam sembilan pagi,Bagas sangat kaget saat dia terbangun tidak berada di kamarnya.Lalu dia segera turun dari ranjang dan keluar dari kamar,Bagas melihat Sisil habis mandi dan masih membungkus kepalanya dengan handuk.
"Kamu sudah bangun?" tanya Sisil,
"Maafkan saya karna sudah lancang masuk kedalam kamarmu dan tidur disana,Tapi maaf kalau aku terlalu lancang,semalam diantara kita tidak terjadi sesuatu kan?"ucap Bagas dia merasa takut kalau wanita itu sudah melecehkannya.
"Tenang saja,semua baik-baik saja semalam kamu sangat mabuk hingga pingsan di bar, kebetulan aku juga berada disana lalu aku membawa mu pulang ke kontrakan ku ini karna aku tidak tau kamu tinggal dimana ." ucap Sisil,Bagas ahirnya merasa lega setidaknya wanita yang berada di depannya ini adalah orang baik.
__ADS_1
👉bersambung👉