Wanita Miskin Yang Terbuang

Wanita Miskin Yang Terbuang
bab 52 ~ Kelahiran sang baby ~


__ADS_3

Dimas mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi,dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Diana,apa lagi Diana masih belum pengalaman,lalu dimas menghubungi semua dokter yang hebat di rumah sakitnya dan mempersiapkan semua peralatan persalinan.


Sementara Diana sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang dia rasakan dia tidak tau harus melakukan apa-apa kadang dia berjalan,kadang dia tidur dilantai Erika yang melihat Diana kesakitan tidak tinggal diam dia mendekati Diana lalu mengelus perut Diana dan berkata


"hello baby...sabar ya sayang jangan buat mama kesakitan sebentar lagi kamu pasti akan bertemu mama dan Tante sabar ya sayang."ucap Erika sambil mengelus-elus perut Diana.


Tidak berapa lama,Dimas sampai di apertemen lalu dia masuk dan melihat Diana yang sudah lemas dengan keringat bercucuran.Tampa pikir panjang ahirnya Dimas,membopong tubuh Diana dan membawanya ke dalam mobil.Diana yang sudah tidak kuat hannya pasrah saat Dimas menggendongnya ini bukan waktu buat Diana untuk berdebat dia lebih memikirkan calon bayinya dari pada mempertahankan egoisnya.Erika mengikuti langkah Dimas dan langsung membawa semua perlengkapan Diana dan calon baby.


"Dasar pak Bagas,di hubungi tapi tidak di angkat dia belum pantas jadi ayah," ucap Erika membuat Dimas menoleh ke arah Erika,"untuk apa kamu menghubungi dia yang lahir kan anakku tidak perlu kamu memberitahunya kalau anakku sudah lahir,"ucap Dimas sambil mengendarai mobil.Diana hannya bisa merintih kesakitan untuk saat ini.


Sesampainya dirumah sakit semua dokter,perawat sibuk mempersiapkan persalinan Diana," Erika...tolong..katakan kepada dia aku hannya mau melahirkan secara norma," ucap Diana sambil menahan rasa sakitnya.Dimas yang mendengar itu langsung mendekati Diana lalu membopong tubuh Diana dan menaikkan ke tempat persalinan,"Diana apa kamu masih kuat menahannya coba aku periksa ini sudah pembukaan berapa dan aku akan melepaskan semua pakaian mu,"ucap Dimas mendengar ucapan Dimas Diana selama tersadar "Aku tidak mau,biarkan dokter wanita yang mengurusku dasar otak mesum," ucap Diana membuat Dimas ingin tertawa padahal Dimas sudah memakai lengkap pakaian kedokterannya.


Melihat tingkah Diana dan Dimas dokter yang berada di ruangan itu merasa aneh mereka saling menatap tetapi takut untuk menanyakannya langsung kepada Dimas.


"nyonya Diana, dokter Dimas adalah dokter yang berpengalaman dan dia salah satu dokter obgyn terbaik di rumah sakit ini nyonya tidak perlu takut," ucap salah satu dokter yang ada di ruangan itu,"


"pokoknya aku tidak mau di tangani dokter pria aku mau di tangani dokter wanita dan aku ingin lahir secara normal." ucap Diana dengan suara yang sudah gemetaran.

__ADS_1


Lalu Dimas menyuruh semua dokter keluar dari ruangan itu dan di gantikan oleh seorang dokter wanita dan di dampingi oleh Dimas sendiri Lalu wanita itu langsung memeriksa kesehatan Diana,


"dokter nyonya Diana baru bukaan lima kemungkinan dia bisa melahirkan normal pada jam siang nanti dokter," ucap dokter wanita itu Diana berusaha bertahan sampai dia bisa melahirkan normal


"Diana apa kamu masih kuat sampai siang nanti,"tanya Dimas sambil mengelus kepala Diana dan menyeka keringat Diana Dimas merasa kasihan kepada Diana karna dia sudah sangat menderita.


Lalu Diana menepis tangan Dimas dari wajahnya dan duduk di tepi ranjang,"panggilkan Erika kesini aku mau latihan berjalan agar proses kelahiran ku cepat selesai," ucap Diana


"biarkan aku membantu mu Diana ini sudah tanggung jawab ku," ucap Dimas membuat dokter yang masih dituangkan itu merasa curiga dengan sikap Dimas kepada Diana.


"Erika ,kenapa Bagas belum datang juga,"tanya Diana membuat Dimas langsung menoleh ke arah Diana,"dia tidak perlu datang kesini,kalau pun dia datang kesini aku akan mengusirnya," ucap Dimas penuh kecemburuan.Diana tidak menanggapi ucapan Dimas dia mulai turun dari ranjang lalu pergi jalan-jalan di bantu oleh Erika.


Di kediamannya Bagas terbangun waktu sudah menunjukan pukul 7 wib,dia tidak mendengar bunyi alarm sehingga dia terlambat.


"Sialan ini udah jam berapa aku baru bangun semalam aku lupa menyetel alarm ," ucap Bagas sambil berlari menuju kamar mandi lalu dia membersihkan diri dan memakai pakaian kantor.Setelah selesai dia mengambil hape yang dia letakkan di nakas lalu dia menghidupkan dan melihat layar ada panggilan sebanyak 40 kali dari Erika,Bagas langsung melemparkan berkas yang dia pegang, ke tempat tidur lalu menghubungi Erika.


Berulang kali Bagas menghubungi, Erika tetapi ponselnya tidak di angkat membuat Bagas hampir putus asa lalu dia mencoba menghubunginya sekali lagi dan langsung di angkat,

__ADS_1


📞Halo,Erika kalian di mana?tanya Bagas dari sebrang mendengar suara Bagas Dimas langsung emosi,


📞Diana mau melahirkan, kamu tidak perlu mengurusinya karna Diana melahirkan anakku,"ucap Dimas membuat Bagas sangat emosi,


📞katakan di rumah sakit mana dia brengsek jangan sampai aku membunuh mu,katakan.."Bagas menjerit kepada Dimas lalu tiba-tiba Dimas langsung menonaktifkan ponsel Erika,sebelum dia menonaktifkan dia lebih dulu mengambil nomor ponsel itu.


Bagas merasa sangat menyesal karna dia menonaktifkan suara ponselnya, dia sangat menyesali kelalaiannya dia tidak tau kalau Diana akan melahirkan hari ini,Bagas merasa bodoh sendiri dia tidak tau harus berbuat apa karna Bagas sama sekali tidak tau dimana alamat rumah sakitnya Dimas, Tiba-tiba Dimas teringat kepada Nathan lalu Dimas menghubunginya dan meminta alamat rumah sakit itu karna Bagas sudah bisa memastikan kalau Diana pasti di bawa kesana.


Setelah Bagas mendapat alamat rumah sakitnya ,dengan tergesa-gesa Bagas berangkat ke rumah sakit, sebelum berangkat,Bagas terlebih dahulu mengabari ke asistennya kalau dia cuti selama beberapa hari.


Di rumah sakit Dimas,mengumpulkan para security lalu dia memerintahkan mereka untuk tidak mengijinkan yang bernama Bagas memasuki area rumah sakit.Dimas tidak ingin Diana dan Bagas bertemu.


Selesai melakukan pertemuan dengan para security lalu Dimas kembali kedalam ruangan Diana dia masih melihat Diana yang berusaha untuk bisa melahirkan secara normal.Dimas menganjurkan Diana puasa agar jika dengan terpaksa operasi dia bisa melakukannya dengan cepat.


"Erika,silahkan kamu pergi makan aku akan menjaga Diana disini aku melihat kamu sudah sangat kelelahan,terima kasih Erika karna kamu sudah menjaga Diana selama ini,"ucap Dimas membuat Erika menoleh kepadanya.


"Maaf pak Dimas saya di bayar oleh pak Bagas, untuk menjaga calon istrinya selama ini dan ini sudah pekerjaanku," ucap Erika membuat Dimas jadi salah tingkah karna ucapan Erika.

__ADS_1


__ADS_2