
Bagas tidak menerima Dewi,atau disebut ibunya Dimas berulang kali menghina Diana.Ahirnya dengan sangat terpaksa Bagas menarik seluruh investasinya di perusaan Nathan atau Abang dari Dimas.
"Ini semua karna ulah mama." bentak Nathan kepada ibunya.disaat Nathan menemui ibunya di rumahnya.
"Apa maksud mu Nathan ngomong seperti itu ke mama." Dewi tidak terima di salahkan saat perusahaan Nathan sedang kekurangan modal.
"Mama tidak tau kalau Bagas punya saham yang sangat besar di perusahaan Nathan sekarang perusahaan Nathan goyang ma bagai mana mama mengatasi ini semua.!"
"Siapa itu Bagas.?" ucap Dewi
Dengan sangat marah Nathan menjelaskan kepada ibunya."Ma Bagas itu pria yang selalu bersama mantan Dimas."
Dewi sangat kaget mendengar ucapan Nathan Dewi tidak menyangka pria yang selalu didampingi Diana adalah orang hebat.
" Udahlah Nathan kamu belum miskin.Kenapa harus takut nanti mama suruh Dimas yang investasi di perusahaan mu."
Nathan hanya bisa diam.Ibunya memang orang yang sangat egois Tidak peduli sebesar apa kesalahannya ibunya tetap merasa orang paling benar. "Terserah mama dah Nathan pulang aja mama pikirkan aja jalan baiknya."Lalu Nathan segera pergi meninggalkan ibunya.
"Apa hebat nya pria Itu jadi aku harus menemui dia dan meminta maaf oh...tidak itu tidak pernah terjadi mau di tarok dimana wajahku harus minta maaf pada mereka!" Dewi berbicara sendiri dia tetap bertahan pada pendirian nya tidak mau meminta maaf.
****
Hari ini Bagas berniat membawa Diana USG karna kehamilan Diana sudah tujuh bulan. Lalu Bagas langsung pergi ke apertemen menemui Diana.
Ting..tong....
suara pintu apertemen terdengar sampai ke dapur hingga membuat Diana langsung bergegas membuka pintu.Siapa...? Saat pintu terbuka Diana melihat Bagas sudah berdiri dengan sangat tampan.
__ADS_1
"Mas kesini masuk mas! " Diana mempersilahkan Bagas duduk.
"Mas mau jemput kamu Diana kita USG ya mumpung hari ini aku nga sibuk.Ayo kamu siap-siap."
"Harus sekarang ya mas padahal aku lagi sibuk.orderan lagi banyak.!"
"Udah, malam lagi nanti kerjakan lagian kamu jangan terlalu capek nga baik untuk kesehatan mu"
Lalu Tampa membantah Diana langsung masuk kamar dan beres-beres.Diana memakai pakaian ibu hamil yang dibeli oleh Bagas.Walaupun Diana sedang hamil kecantikan alami dari Diana masih sangat terlihat.
Disaat Diana keluar kamar Bagas sangat pangling melihat Diana yang sangat cantik.
"Diana kamu sangat cantik." Ucap Bagas membuat Diana sangat gugup."Udahlah mas semua wanita juga cantik masak tampan sih. "
Bagas jadi salah tingkah mendengar ucapan dari Diana Bagas sangat gugup melihat Diana yang sangat cantik baru kali ini Bagas melihat Diana bisa sesantai dan se bahagia ini biasanya Diana selalu murung kalau Bagas mengajak Diana keluar.
"Semua nya kelihatan baik dan Diana juga sudah semakin sehat pertahankan ya diana".ucapan sang dokter membuat Bagas kelihatan bahagia.
Disaat Bagas dan Diana hendak permisi pulang tiba-tiba saja Dimas datang ke ruangan itu.Diana sangat terkejut melihat kedatangan Dimas tetapi Diana hannya diam pura-pura tidak kenal.
"Hai...apa kabar Diana..?" ucap Dimas sejujurnya Dimas sangat pangling melihat Diana yang semakin cantik apa lagi perut Diana sudah nampak besar membuat Dimas ingin memeluk Diana.
"Kabar baik.."Diana membalas sapaan dari Dimas tetapi Diana sama sekali cuek kepada Dimas.
"Diana kita bisa bicara sebentar..?"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan mas aku sama mas Bagas sibuk..!"
__ADS_1
Dokter Rina bingung dengan Dimas karna tidak biasanya Dimas mau berbicara sembarangan apa lagi kepada istri orang karna yang Rina tau Diana adalah istri Bagas.
"Ada apa ini Dimas apa kamu kenal dengan istrinya Bagas?"
"Sangat kenal dia adalah.....! Bagas langsung memotong pembicaraan mereka."Dokter kami pulang duluan ya soalnya kami ada urusan lagi permisi.
Bagas langsung menarik tangan Diana dari ruangan itu lalu mereka segera meninggalkan rumah sakit.Tetapi tidak di sangka kalau Dimas mengikuti mereka.
"Diana tunggu...!" Dimas berlari kecil memanggil Diana." Ada apa sih mas..?"ucap Diana dengan nada tegas Dimas tidak menyangka kalau Diana akan se cuek ini pada dimas.
"Apa kamu sudah menikah Diana..?"
"Urus aja rumah tangga mu tidak perlu mengurus diriku."
"Kenapa kamu jadi se sombong ini Diana ingat bayi yang ada di dalam kandungan mu adalah bayi ku juga."
"Aku tidak menyangka kalau kamu pria se brengsek ini mas aku sangat muak melihat kalian satu keluarga kau dan ibu mu sama-sama manusia tidak punya perasaan."
Bagas hannya diam mendengar setiap ucapan Diana.Bagas tidak mau ikut campur masalah mereka berdua tetapi Bagas sangat jijik mendengar semua ucapan Dimas.ingin rasanya Bagas menampar Dimas tapi Bagas masih menahan emosinya.
"Ingat ya Diana aku bisa mengambil bayiku kapan saja dari tangan mu karna saya adalah ayah biologis anak itu jadi jangan merasa hebat di depan saya." Diana tidak menyangka laki-laki yang dulu dia kenal baik adalah lelaki yang benar-benar brengsek.
Lalu Diana menarik tangan Bagas Diana sudah sangat emosi melihat Dimas tapi Diana tidak mau lagi berbuat kasar kepada Dimas.
.''ayo mas kita pergi aku sudah bosan di sini"
ahirnya Bagas dan Diana pergi meninggalkan Dimas sementara Dimas terus menatap ke arah Diana Dimas ingin menarik tangan Diana supaya tidak pergi tapi Dimas takut melakukan itu karna Bagas ada di sana.
__ADS_1
👉bersambung👉