Wanita Miskin Yang Terbuang

Wanita Miskin Yang Terbuang
bab 74 ~ Duda ~


__ADS_3

Dewi kembali kerumahnya, saat acara mereka masih berlangsung,dia langsung pamit kepada gengnya karna, kepalanya sudah mulai panas memikirkan Tiara yang sudah mengecewakannya.


Sesampainya di rumah dia melihat sarah yang masih depresi berat,dia tertawa-tawa sendiri.Lalu Dewi langsung duduk di sopa dan memandangi anaknya yang masih depresi,tidak terasa air matanya jatuh melihat keluarganya yang hancur berantakan.anaknya yang diceraikan istrinya, dan anak gadisnya yang depresi karna ditipu pria dan dihamili.


Lalu dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Dimas,menyuruhnya untuk datang mengunjunginya ke rumahnya.


****


Sementara itu Bagas merasa bosan dengan pekerjaannya,lalu dia keluar dari kantor dan pergi jalan-jalan untuk membuang suntuk di kepalanya.Sudah tiga hari setelah bertemu wanita yang menolongnya,sampai hari ini wanita itu tidak menghubunginya.


Pada saat dia melewati sebuah halte tiba-tiba Bagas melihat wanita yang sangat mirip dengan wanita yang menolongnya,lalu dia menghentikan mobilnya,

__ADS_1


"Hai....kamu mau kemana?" Ucap Bagas dia lalu turun dari mobil dan menghampiri wanita itu.


"Eh...kamu,pria yang malam itu sedang mabuk kan?"Tanya wanita itu balik bertanya membuat Bagas jadi malu karna suara Sisil sangat keras hingga beberapa orang yang ada di tempat itu menatap ke arah Meraka.


"Aku mau pulang mas,tapi aku ketinggalan bus mau naik taksi uangku nga cukup."Ucap Sisil membuat Bagas lumayan tersentuh.


"Ayo naik,aku antar kamu." Ucap Bagas,Tampa pikir panjang Sisil langsung menaiki mobil Bagas,lalu Bagas mulai menyetir mobilnya.


"Emang kamu nga takut kalau aku, pria jahat hingga kamu langsung mau ikut aku." Tanya Bagas memulai pembicaraan.


"Mas mobil kamu bagus amat ini punya mu atau punya bos mu di kantor mu." Tanya Sisil sambil menggoyang-goyangkan bokongnya di kursi mobil, itu hingga dia terlihat seperti orang kampung.

__ADS_1


Bagas hannya tertawa melihat tingkah Sisil,dia terlihat bahagia walaupun dia punya seribu masalah.Tidak seperti Bagas,semenjak Diana mulai menjaga jarak pikirannya benar-benar kacau dia hampir kehilangan setengah semangat hidupnya.


Dimas sampai di rumah orang tuanya,dia melihat adiknya yang semakin hari,semakin tidak terkendali ahirnya Dimas memutuskan untuk membawanya ke psikolog dia tidak ingin adiknya benar-benar gila.Dimas belum bisa menemui pria yang sudah menganggu keluarganya Karna dia sangat sibuk dengan Pekerjaan dan Mengurus putrinya,karna baby sitter nya masih cuti.


"Dimas,hari ini mama melihat Tiara bersama pria lain." Ucap Dewi ibunya,Dewi melihat reaksi Dimas biasa aja bahkan dia sama sekali tidak peduli.


"Biar lah ma dia mencari kebahagiannya untuk apa dia mempertahankan aku yang sama sekali tidak mencintaiku."Ucap Dimas membuat ibu nya sangat menyesal karna sudah memaksa mereka untuk menikah.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,lalu pelayan rumah berlari dan membuka pintu dan ternyata itu kurir yang mengantar surat gugatan cerai dari Tiara.Dimas terlihat bahagia menerima surat itu.Dia kelihatan tidak sabar lagi untuk menjadi duda agar dia bisa meresmikan hubungannya dengan Diana.


"Dimas,apa kamu tidak merasa sedih?"Tanya Dewi karna melihat reaksi Dimas yang terlihat bahagia setelah surat itu datang.

__ADS_1


"Untuk apa aku sedih,aku juga akan mencari kebahagiaanku." Ucap Dimas membuat ibunya lumayan kaget karna dia melihat wajah bahagia Dimas.


👉bersambung👉


__ADS_2