
Setelah,sampai didepan di depan rumah orang tuanya,Bagas langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Diana dan mengajaknya masuk kedalam rumah orang tuanya.
Didalam rumah,kedua orang tuanya sudah duduk di kursi ruang tamu yang sangat mewah,Diana yang sangat gemetaran diperhatikan oleh Bagas.
"Mari,silahkan duduk nak tidak usah sungkan Bagas sudah menceritakan tentang mu kepada om dan Tante."ucap ibunya dengan nada yang sangat lembut membuat Diana sangat terharu lalu Diana langsung menyalami kedua orang tua Bagas dan memperkenalkan dirinya.
"Diana,om!Tante,"ucap Diana sambil mencium tangan kedua orang tua bagas,lalu Bagas memanggil pembantu mereka,
"bi..."tolong bawakan minuman kesini ya,?ucap Bagas sambil menyuruh seorang pelayan yang tidak jauh dari mereka.
"sudah berapa bulan hamilnya nak?"ucap sang ibu membuat Diana menunduk malu rasanya Diana sangat malu memberitahukan kepada mereka.
Melihat Diana yang menunduk membuat ibunya merasa sungkan,"tidak usah malu nak,Bagas sudah menceritakan tentangmu kepada kami,om dan Tante tidak keberatan jika kamu adalah kebahagiaan Bagas karna Bagas adalah anak kami satu-satunya."
Lalu Diana melihat kearah kedua orang tuanya Bagas, Diana tidak menyangka ada orang tua yang kaya sebaik mereka dan Diana sangat kagum dengan keberanian Bagas memberitahukan tentangnya kepada orang tuanya.
"udah delapan bulan Tante,"jawab Diana sambil memandang kearah Bagas dan Bagas dengan senyuman memegang tangan Diana,"kamu tidak usah sungkan orang tuaku, adalah orang yang sangat baik mereka selalu mendahulukan kebahagiaan anaknya."ucap Bagas.
Tidak berapa lama,pelayan datang membawakan minuman lalu memberikan kepada mereka.
"wah,tuan sudah mau punya anak ya? asik dong nanti ada baby di rumah ini?ucap pelayan dengan senyuman membuat Bagas merasa bahagia.
__ADS_1
"Iya bibi doain ya semuanya berjalan lancar,"ucap Bagas" amin tuan semoga tuan tetap bahagia."ucap pelayan itu sambil berlalu dari ruangan itu.
"Ayah,ma, rencananya kalau Diana sudah lahiran kami bakal meresmikan pernikahan kami ma,"ucap Bagas kepada ibunya.
"Nak,ayah ibumu sangat bahagia,kalau kamu bisa menikah dengan wanita pilihan mu, tapi ayah mau bilang tolong selesaikan hubungan nak, Diana dengan pria itu secara baik-baik ,ayah dan ibu tidak ingin di kemudian hari ada masalah apa kamu keberatan nak Diana?"ucap ayahnya dengan sangat bijaksana dan Diana sama sekali tidak tersinggung dengan ucapannya.
"Tidak,om Diana setuju dengan saran om dan Tante," Jawab Diana.
"Baik ayah,Bagas akan memikirkan saran ayah."jawab Bagas.
Selama di rumah Bagas Diana sangat merasa nyaman apalagi ibunya Bagas yang sangat perhatian kepadanya.Dia merasa seperti memiliki ibu kembali Diana sangat merasa beruntung bisa bertemu dengan Bagas yang menerima segala kekurangan dari Diana.
"Diana,apa hari ini kalian bisa lebih lama disini?"tanya Bu Ratna kepada Diana karna dia ingin mengajak Diana belanja perlengkapan baby ke mall karna dia sudah yakin Diana belum mengerti apa pun tentang perlengkapan baby.
"Bagas,apa kalian buru-buru mau pulang,mama pengen membawa Diana belanja perlengkapan baby?" tanya Bu Ratna kepada anaknya Bagas.
"Untuk sekarang nga bisa ma, karna sebentar lagi Bagas ada meeting dikantor lain kali ya ma." ucap Bagas kepada ibunya Bagas sangat bahagia saat ibunya menerima Diana dengan ikhlas dan ibunya juga mengerti keadaan Diana.
Diana, yang mendengar perbincangan Bagas dan ibunya sangat merasa bahagia semua kebahagian Diana tidak bisa diungkap kan dengan kata-kata. Orang tua Bagas yang menerimanya dengan ikhlas dan bahkan, ibunya yang sangat perhatian membuat Diana terharu dan hampir meneteskan air mata bahagia.
"Diana,kita pulang dulu ya hari ini aku ada meeting dan besok kita kembali kesini dan ibuku akan menemanimu belanja perlengkapan baby."ucap Bagas kepada Diana dan Diana pung hannya mengangguk.Lalu mereka pulang setelah menyalami kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Diana hannya diam,Diana tidak menyangka kalau dia akan mendapat pria yang sangat baik setelah seorang lelaki tidak bertanggung jawab membuangnya.
"Diana,kenapa kamu hannya diam saja apa kamu baik-baik saja," tanya Bagas kepada Diana lalu Diana memandang kearah Bagas dang menyentuh tangan Bagas,"terima kasih ya mas sudah mau menerima ku dengan tulus"ucap Diana membuat Bagas merasa tersentuh dengan ucapan Diana lalu dia meminggirkan mobilnya dan menatap wajah Diana.
"Sama-sama sayang asal kamu tau, aku sangat mencintai mu apa pun kekurangan mu aku tidak perduli yang penting kamu mencintaiku dengan tulus."ucap Bagas lalu memeluk Diana dengan hati-hati karna perut Diana sudah membuatnya sangat sesak.
Disaat mereka sedang berpelukan seseorang mengetuk pintu mobil mereka lalu Bagas menurunkan kaca ternyata seorang polisi.
"Selamat siang pak,mohon jangan melakukan asusila di dalam mobil pak?ucap polisi kepada Bagas membuat Bagas kaget,"Maaf ya pak istri saya tadi kelelahan jadi saya memeluknya agar tidak lelah lagi pasti bapak juga sudah pernah menikah sudah tau kalau istri lagi hamil pasti banyak maunya pak,"ucap Bagas membuat Diana hampir tertawa mereka siang bolong tertangkap basah oleh polisi.
"oh...gitu ya pak maaf ya pak ternyata istri bapak ngidam pelukan di dalam mobil ya pak? tanya polisi lagi kepada Bagas.
"Iya pak maaf ya pak kami lanjutkan perjalanan kami kayaknya istri saya sudah baik-baik saja."ucap Bagas lalu menutup kaca mobi, dan pergi meninggalkan polisi yang kepo.
Setelah,mereka pergi meninggalkan polisi Diana tertawa membuat Bagas sangat bahagia karna jarang Bagas melihat Diana bisa tertawa lepas.
"hahaha mas,tadi lucu sekali masak aku dibilang mengidam pelukan suami,mana ada ngidam kayak gitu,"ucap Diana kepada Bagas dan Bagas juga tertawa,"habisnya polisinya kepo,masak pelukan sebentar aja Uda mau di Rajia polisi sialan tu."ucap Bagas membuat mereka tertawa bersama,tidak berapa lama ahirnya Diana sampai di lantai bawah apertemen,Bagas yang mulai lebih hati-hati kepada Diana ahirnya mengantar Diana sampai kedalam dan bertemu dengan Erika.
"Wah..bumil,cantik sudah pulang ?gimana perasaan mu bertemu dengan calon mertua?" ucap Erika kepada Diana membuat Diana tersipu malu.
"Erika,tolong jagain Diana ya tugas mu sekarang, hannya menjaga Diana karna tidak mungkin kamu harus ke kantor lagi, Diana harus ada yang menemani setiap saat."
__ADS_1
"Baik pak direktur saya akan menjalankan tugas sebaik mungkin,"ucap Erika dengan sangat antusias lalu Bagas memberikan kartu kredit kepada Erika,"ini kalian pakai kalau kalian lagi butuh sesuatu."ucap Bagas kepada Erika dan memberikan kartunya."satu lagi Diana,aku tidak ingin kamu kerja lagi walau pun itu hannya jualan online kamu bisa meminta kepada ku kalau kamu butuh sesuatu."Diana hannya mengangguk kepada Bagas menandakan dia setuju dengan setiap ucapan Bagas."terima kasih ya mas untuk semuanya."ucap Diana.
👉bersambung👉