
Bagas ahirnya duduk di meja,dia memperhatikan seluruh isi kontarakan wanita yang baru dikenalnya.Tidak ada yang istimewa di dalam kontarakan itu,
"Mas,ini kopi silahkan diminum untuk menghilangkan rasa pusing akibat mabuk tadi malam."Ucap Sisil lalu dia kembali duduk di kursi itu sambil meneruskan sarapan paginya.
"Kamu tidak bekerja?"Tanya Bagas karna dia tidak ingin menggangu wanita itu.
"Tidak,untuk hari ini aku off." ucap Sisil,Bagas enggan untuk bertanya lebih jauh tentang wanita itu.
"kenapa semalam mas mabuk? patah hati atau ada yang lain masalahmu."tanya wanita itu Bagas enggan untuk menjawabnya karna bagi Bagas dia hannya wanita yang baru saja dikenalnya.
"Hmm...mas tidak mau cerita ya mana lebih sadis nasib kita mas."tanya wanita itu lalu dia menghela napasnya yang berat
__ADS_1
"Mas,kisah hidupku jauh lebih pahit dari mu,pria yang sudah melamar ku,pergi meninggalkan ku di saat kami hendak melakukan ijab kabul,sakit,kecewa itulah yang kurasakan.Pria yang sangat kucintai ternyata kabur bersama sahabat ku paling dekat mereka sama-sama berhianat kepada ku."Ucap Sisil suaranya sangat terlihat parau mungkin dia berusaha untuk menahan supaya air matanya tidak jatuh.
Bagas,menarik napasnya dan mengeluarkan secara pelan-pelan,dia tidak tau harus berkata apa kepada wanita itu,nyatanya dunia percintaan nya sangat menyakitkan baginya.
"Terus,aku harus bicara apa kepada mu,emang orang tua mu kemana?"Tanya Bagas iseng-iseng dia tidak ingin menjadi pendengar setia dari cerita Sisil walaupun sebenarnya dia tidak tertarik untuk mengetahui tentang wanita itu.
"Kedua orang tua ku,mengusirku karna aku hannya anak sial bagi mereka,aku hannya membuat mereka malu.Jadi mereka menghapus nama ku dari kartu keluarga mereka " Ucap Sisil dengan gampang,sementara Bagas lumayan kaget mendengar cerita Sisil.
"Masak ada orang tua yang kayak begituan." tanya Bagas karna dia meras kurang percaya kepada wanita itu rasanya dia seperti melebih-lebihkan ceritanya itu kepada Bagas.
Selama diperjalanan,Bagas memikirkan semua yang di katakan wanita itu,
__ADS_1
"Ternyata masih ada orang yang lebih sakit dariku."Ucap Bagas dia berusaha tersenyum menutupi rasa kecewa di hatinya akibat Diana yang mulai menjauhinya.
****
Sementara itu,Dimas merasa kesal kepada baby sitter nya karna tiba-tiba minta cuti selama seminggu.Dimas sangat bingung karna dia takut Diana tidak mampu menjaga putrinya sendirian apalagi Dimas tidak menyediakan ART di rumah itu,karna Diana menolaknya.
Dimas ahir-ahir ini merasa pusing menghadapi sipat Diana, yang selalu diam kepadanya.Dia sudah berulang kali meminta maaf atas apa yang dia lakukan di masa lalu tetapi Diana tetap saja menolak kata maaf dari Dimas.
Pada saat Diana masih tidur tiba-tiba putri menagis,lalu Dimas mengendong putrinya dan memberikan susu formula kepada putrinya.Dimas tidak berani membangunkan Diana yang sedang beristirahat,ahirnya Dimas membuat susu sambil menggendong putrinya.
Sebenarnya Diana sudah bangun dan mendengar putrinya menagis,tapi dia masih pura-pura tidur, karna dia ingin melihat Dimas merawat putri sendirian.
__ADS_1
Setelah putrinya tidur kembali Dimas meletakkan putrinya di dalam box lalu dia hendak keluar dari kamar itu,tiba-tiba Dimas mendengar perut Diana yang keroncongan.
👉bersambung👉