
Dimas keluar dari ruangannya,dan langsung menuju ruangan Diana yang masih di rawat,Dimas sama sekali tidak peduli dengan sandiwara ibunya.
Setelah dimas keluar Tiara sangat ketakutan melihat mertuanya sudah tergeletak di lantai,
"ma....bangun jangan menakuti ku ma"ucap Tiara sambil menggoyang-goyangkan tubuh mertuanya.melihat mertuanya yang masih pingsan ahirnya Tiara keluar dan mencari dokter untuk memeriksa ibu mertuanya.lalu dia melihat seorang dokter wanita yang kebetulan sedang lewat dari depannya
"Dokter,tolong mertua ku pingsan di ruangan dokter Dimas," ucap Tiara lalu mereka berdua berlari menuju ruangan Dimas dokter lalu memeriksa Dewi dan mereka mengangkat tubuh Dewi ke kursi yang ada di ruangan itu.
"bukan kah nyonya ini ibunya dokter Dimas," tanya dokter itu di sela-sela dia memeriksa Dewi,"
"iya dia mertua saya ibunya dokter Dimas,"jawab Tiara dia sangat kesal melihat ulah Dimas hingga ibunya harus pingsan di rumah sakit.
"Kayaknya tensi nyonya sedang naik,tunggu sebentar saya akan mencari beberapa perawat untuk mengangkat nyonya ke ruang perawatan dia harus dirawat untuk sementara waktu," ucap dokter itu lalu pergi keluar tidak lama kemudian dokter itu kembali masuk,bersama Dimas.
"apa yang terjadi kepada ibuku?" tanya Dimas dengan santai
"Dia hannya naik tensi dokter, saya sudah menyuntikkan obat sebentar lagi dia akan siuman" ucap dokter itu disaat Dewi sudah di bawa ke ruangan untuk dirawat,lalu dokter dan beberapa perawat meninggalkan ruangan itu bersama Tiara dan Dimas.Benar saja tidak berapa lama Dewi langsung ciuman.
"Dimas, kamu sengaja ingin membunuh mama?" tanya mamanya tetapi Dimas tidak menanggapi ucapan mamanya lagi.
"ma,hari ini ku katakan kepada mu, aku dan Tiara akan segera bercerai aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini lagi." ucap Dimas membuat Tiara sangat kaget
"apa....apa!! cerai?...aaaa kepalaku sakit, tiba-tiba ibunya memutuskan selang impuls dan langsung duduk dan ingin meraih Dimas yang berdiri di hadapannya tetapi Dimas malah menjauh sehingga ibunya terjatuh ke lantai dan ibunya pingsan kembali.
__ADS_1
Dimas tidak terlalu menanggapi ibunya baginya ibunya hannya berpura-pura untuk menakutinya tetapi biar bagaiman pun dia tetap memeriksa ibunya dan Dimas mulai panik saat melihat wajah ibunya yang tidak normal dan tangan ibunya kaku.
Dimas mulai memeriksa ibunya dan memanggil dokter bagian syaraf lalu Dimas menyerah kan ibunya kepada dokter itu.
Dimas pergi meninggalkan ibunya yang diperiksa sang dokter,dan menemui Diana saat dia membuka kamar Diana dia sangat kaget saat melihat sedang bermain dengan baby nya.
Untuk sesaat Dimas sangat terharu melihat Diana dan bayinya,
"Diana,apa kamu sudah memberikan dia asi eksklusif?" tanya Dimas sambil mendekati Diana dan duduk di tepi ranjang.
Diana tidak menanggapi ucapan Dimas dia terus asik memainkan bayi mungilnya itu
"Diana,kamu juga sudah bisa makan,"lalu Dimas menyendok kan nasinya ke mulut Diana tetapi Diana menolaknya.
"Aku keluar dulu itu susu harus kamu habiskan biar asi mu tetap lancar," ucap Dimas lalu pergi meninggalkan Diana di ruangan itu.Diana hannya menghela napas panjang saat Dimas memberi perhatian lebih kepadanya sejak dia melahirkan baby nya.
*****
Di cafe depan rumah sakit Erika dan Bagas bertemu,
"Pak,kenapa bapak tidak pernah menemui Diana, sejak dia lahiran sampai hari ini bapak tidak menemuinya padahal dia selalu berharap bapak menemuinya !ucap erika saat mereka sedang menikmati makan siangnya.Lalu dia menghela napas panjang
"hufff..Dimas melarang menemui Diana,dia melakukan tes DNA dan hasilnya mengetakan bayi itu 100 persen anaknya.Aku sangat pusing memikirkan ini,aku tidak menyangka kalau Dimas akan melakukan sampai sejauh ini."ucap Bagas dia sangat kelihatan lelah dengan semua masalah nya ini,Erika tidak bisa berbuat apa-apa Dimas bisa melakukan apa pun karna dia orang kaya.
__ADS_1
"Aku cukup prihatin pak,aku juga tidak tau harus berbuat apa tetapi bapak tidak bisa menyerah bapak harus memperjuangkan Diana dan bayinya dari Dimas."ucap Erika memberi semangat kepada Bagas.
"Erika katakan kepada Diana aku sangat merindukannya,"ucap Bagas sambil bersiap meninggalkan cafe itu untuk kembali ke kantornya.
Saat Erika hendak naik kelantai dua tempat Diana di rawat,sekilas dia mendengar percakapan dua orang dokter yang berada di ruang internis.
"Ibunya dokter Dimas sekarat,dia mengalami struk yang sangat parah akibat dari ulah dokter Dimas yang tiba-tiba minta cerai dari istri barunya, Tiara,"ucap salah seorang dokter itu,
"Aku juga bingung dengan dokter Dimas dia sudah punya istri tetapi malah yang dia urusi wanita yang baru melahirkan di atas aku tidak tau hubungan mereka berdua," ucap temannya lagi dan Erika yang mendengar percakapan kedua dokter itu sangat kaget lalu dia pergi dengan buru-buru menemui Diana yang berada di ruangannya.
Dimas sangat kaget saat dia tau ternyata ibunya struk,
"Ini semua karna ulah mu Dimas kamu keterlaluan kamu emang pria brengsek,percuma kamu punya pendidikan tinggi hati mu sangat busuk,kenapa kamu ingin menceraikan aku apa karna Diana masih ada di hatimu sampai saat ini?" Tiara memakinya dengan kasar dia sangat kecewa dengan Dimas yang tidak punya pendirian.
"Iya aku masih mencintai Diana dan kamu tau, Diana sudah melahirkan anakku." Ucap Dimas membuat Tiara cukup terkejut Tiara tidak menyangka kalau Dimas masih saja peduli dengan kehidupan Diana bahkan saat dia melahirkan Dimas masih mengetahuinya Tiara tidak tau kalau Diana di rawat oleh Bagas di rumah sakit itu juga.
Tiara tidak terima dengan semua perlakuan dan kata-kata Dimas dengan sangat marah Tiara pergi meninggalkan Dimas dan pergi menemui pria simpanannya yang sudah lama tidak dia pedulikan.
" Dasar pria brengsek,urus saja ibumu yang penyakitan itu kamu sudah membuat ku kehabisan akal kamu mempermainkan ku dengan keluarga ku,"Tiara menjerit-jerit sambil mengendarai mobilnya hingga Tampa sadar Tiara meneteskan air matanya.
Dia tidak tau harus mengatakan apa kepada keluarganya, kemungkinan ayahnya akan marah besar kalau sampai Dimas menceraikannya secepat itu.
Sesampainya di kontrakan pria simpanannya, dia malah mendapat kejutan yang sangat hebat. Dia melihat kekasihnya bersama seorang wanita yang masih sangat muda Tiara tidak ingin terjadi keributan ahirnya dia memutar mobilnya dan kembali pulang ke rumah sakit untuk melihat kondisi mertuanya.
__ADS_1
👉bersambung👉