
Sebagai seorang ayah, Abraham Tidak tega melihat anaknya harus kecewa, apa lagi Bagas adalah anak satu-satunya.
"Nak,kamu adalah anak yang hebat ayah tau kamu sudah dewasa kamu sudah mengerti apa yang terbaik untuk mu ayah tau kamu punya keputusan sendiri untuk masalah mu ini jika kamu menginginkan sesuatu kamu harus bekerja lebih giat untuk mendapatkan itu.Saat ini yang kamu butuhkan adalah kerja kerasmu perjuangkan dia jika itu memang pantas di perjuangkan."ucap abraham kepada anaknya dengan bijak.
Bagas sangat mengerti tujuan perkataan ayahnya dia tau ayahnya orang yang sangat bijak.
"jika kamu sangat menginginkan Diana,maka perjuangkan dia jangan pernah menyerah apa lagi sampai putus asa."sambil menepuk punggung anaknya lalu keluar dari ruangan direktur itu.
"Dan satu lagi jangan menunda-nunda meeting dengan para klien jika kamu masih serius di dalam bekerja."ucap abraham lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan Bagas.
Nathan menemui ibunya yang sakit struk di rumah sakit.Setelah beberapa hari ibunya di rawat, ahirnya Dimas memberitahu kepada abang dan adiknya kalau ibu mereka sedang sakit walau pun ibunya sangat egois Nathan tetap meluangkan waktu untuk melihat ibu nya itu.Berbeda dengan Dimas setelah ibunya sakit Dimas enggan untuk merawat ibunya bahkan dia melimpahkan tanggung jawabnya kepada dokter lain Dimas hannya menghabiskan waktu merawat Diana dan anaknya.
"Dimas,apa yang terjadi kepada mama sampai dia struk seperti ini,apa mama masih bisa pulih seperti sedia kala?tanya Nathan saat melihat kondisi ibunya yang sangat parah.ibunya sama sekali tidak bisa berbicara dan wajahnya sangat pucat.
"Kemungkinan mama masih sembuh kak tetapi butuh waktu lama."jawab Dimas seadanya dan pada saat itu Tiara masuk kedalam bersama adiknya.
"Maaa..Bangun apa yang terjadi dengan mu ma,"ucap Sarah sambil menggoyang-goyangkan tubuh ibunya air mata Sarah tidak berhenti mengalir saat melihat ibunya menderita struk,
"Sarah, kamu jangan menggangu waktu tidurnya mama dia juga sangat menderita kalau kamu histeris di rumah sakit ini bukan cuma mama yang terganggu tapi pasien lain juga."ucap Dimas menegur adiknya yang sedang menangis.
__ADS_1
Lalu Sarah berdiri dan menarik baju kakanya Dimas
"Pasti ini semua karna ulah Kaka,kenapa Kaka harus meminta cerai kepada kak Tiara,kenapa kak?"Sarah terus memukul-mukul kaka nya itu dan Nathan merasa kaget saat mendengar ucapan adiknya.
"Kamu menceraikan Tiara Dimas?tanya Nathan melihat reaksi Kaka dan adiknya Dimas lalu keluar dari ruangan ibunya dan meninggalkan mereka tetapi Nathan mencegat tangan adiknya
"Apa yang sudah kamu perbuat Dimas?"Tanya Nathan sekali lagi tetapi Dimas tidak memperdulikan pertanyaan adik dan Kaka nya dia langsung pergi meninggalkan ruangan ibunya.
Karna merasa jenuh dengan kegiatan rumah sakit dan juga Dimas merasa kurang nyaman,ahirnya Dimas pergi keluar meninggalkan rumah sakit dia tidak ingin mendengar ocehan-ocehan adik dan Kaka nya itu.Lalu Dimas memutuskan pergi belanja membeli perlengkapan sang bayi.
Dimas menghabiskan waktu tiga jam untuk membeli semua perlengkapan bayinya dari sepatu baju dan membeli susu terbaik untuk bayi nya itu dan tidak lupa juga Dimas membeli kaca mata bayi yang sangat imut dia membawa semua itu keruangan Diana di bantu oleh security dan Diana sangat kaget saat melihat semua barang menumpuk di ruangannya.Pada saat Dimas masuk dia langsung memakaikan kaca mata yang sangat imut itu kepada bayinya dan dia merasa sangat gemas kepada bayinya itu.
"Muaahh...muahhh gemasnya bayi ku ini kamu sangat cantik nak memakai kaca mata ini kalau kamu sudah besar papa akan membawamu kemana pun yang kamu inginkan"ucap Dimas kepada bayinya itu dan sang bayi seakan mengerti ucapan Dimas dia tersenyum membuat Dimas semakin bahagia.
"berhentilah melakukan seperti itu kepada bayi ku itu,aku sangat tidak suka."ucap Diana dengan nada judes
"Kamu tidak berhak melarang ku,karna dia juga bayiku."ucap Dimas membuat Diana semakin geram saja
"Kamu tidak ada hak untuk bayi ku itu, silahkan kamu keluar hari ini aku akan meninggalkan rumah sakit karna aku sudah sehat dan Bagas akan menjemput kami berdua."ucap Diana lalu Dimas menghentikan kegiatannya dengan sang bayi dan berdiri di tepi ranjang,
__ADS_1
"jika kamu ingin pergi dengan pria itu silahkan tapi jangan bawa anakku,kamu mau menikah! dengan pria sialan itu silahkan tapi anak ini aku yang besarkan."ucap Dimas dengan penuh emosi dia sangat kesal dengan tingkah Diana yang tidak membutuhkan dia sama sekali.
Pada saat itu ternyata Tiara berdiri di pintu kamar Diana dia sudah melihat semua yang terjadi di kamar itu.Tiara sangat kaget melihat Dimas bersama Diana dan bayinya, Tiara mengigit bibirnya hingga terluka karna dia sangat sakit hati karna Dimas tidak berhenti mengejar cinta Diana.
Tiara ahirnya keluar meninggalkan ruangan itu dia berlari ke taman yang berada di halaman rumah sakit itu dia sangat syok saat melihat Dimas yang begitu gigih mempertahankan cintanya kepada Diana gadis miskin itu.Tiara menenangkan pikirannya di taman itu dia tidak mengerti harus bertahan atau mundur lalu menuntut Dimas seperti yang dia katakan kemarin kepada Dimas.
Pada saat yang sama, Bagas melewati taman yang ada di rumah sakit itu lalu diam-diam masuk dalam rumah sakit ,dia memakai masker dan kaca mata supaya security tidak memperhatikan dia,Tiara yang melihat itu langsung mengikuti Bagas dia ingin melihat reaksi Dimas saat Bagas datang menemui Diana.
Bagas tidak sulit menemukan ruangan Diana di rawat karna dia sudah menanyakan Erika terlebih dahulu.Saat Bagas masuk dia melihat Diana dan bayinya sedang tidur, Bagas merasa beruntung karna tidak bertemu dengan Dimas.
"Diana.."Panggil Bagas Diana merasa dirinya bermimpi lalu pelan-pelan dia membuka matanya dan melihat ternyata Bagas sudah berada di depannya,
"Mas...kamu kemana saja," tanya Diana lalu memeluk tubuh Bagas dia sangat terharu ahirnya Bagas menemuinya juga
"Aku pikir kamu tidak akan menemui ku lagi mas,kamu tega membiarkan ku sendiri disini selama ini, bawa kami dari sini mas aku tidak ingin tinggal disini."ucap Diana lalu melepaskan pelukannya dari Bagas dan Bagas sangat bahagia melihat reaksi Diana yang begitu bahagia saat dia menemuinya.
"Diana,maafkan aku karna tidak pernah menemui mu,Dimas melarang ku untuk menemui mu,Diana aku rasa Dimas masih sangat mencintai mu," ucap Bagas membuat sekujur tubuh Diana lemas,
Diana sangat bingung dengan semua masalah hidupnya,dulu disaat Dimas sangat dia butuhkan Dimas pergi begitu saja meninggalkan dia, sampai-sampai dia hampir bunuh diri karna ditinggal Dimas.Teatpi sekarang saat dia sudah melupakan pria itu dan ingin memulai dengan Bagas malah Dimas mengganggunya lagi.
__ADS_1
"Aku harus bagai mana?"
👉bersambung👉