
Hari-hari Diana sangat menyenangkan saat dia sudah melahirkan bayi perempuannya dia menikmati semua prosesnya dari menyusui mengurusnya serta harus menjaganya tengah malam.Walau pun Diana sudah sangat sehat dia masih tinggal di ruangan rumah sakit karna Dimas belum mengijinkan dia untuk pulang.
"Kapan kami bisa meninggalkan rumah sakit ini, aku sudah bosan terus berada disini lagian tidak baik orang berlama-lama di rumah sakit apa lagi untuk bayi," ucap Diana saat Dimas sedang memeriksanya.
"aku belum mendapatkan rumah yang pas untuk mu dan bayi ku ini"ucap dimas membuat Diana terkejut dengan ucapan Dimas.
"Apa,maksud ucapan mu itu aku sudah punya tempat tinggal dan aku nyaman disana," ucap Diana tidak terima saat Dimas membuat keputusan sendiri.
"Aku hannya ingin memberikan yang terbaik buat anakku,dan aku sudah mencari baby sister untuk membantumu merawat anak kita, kamu harus menuruti keinginanku,"ucap Dimas penuh penekanan
"Tidak...aku tidak mau aku ingin kembali ke apertemenku"Diana berteriak dan mendorong tubuh Dimas yang sedang mengganti pembalut bekas operasinya mendapat reaksi Diana yang sangat kasar Dimas lalu berdiri dan mendorong tubuh Diana ke dingding lalu menciumi b*b*r Diana dan memeluk dengan erat tubuh Diana
"Jangan pernah pergi dari sisi ku lagi Diana aku sudah lama menginginkan ini aku ingin kita hidup bersama aku masih sangat mencintaimu maafkan dulu aku yang tidak berjuang untuk cinta kita," ucap Diana Tampa melepas pelukannya kepada Diana.
Diana yang sudah merasa sesak dan luka operasinya yang ngilu mendorong tubuh Dimas tetapi Dimas terus memeluknya hingga Dimas tidak sadar Erika menarik tubuh Dimas yang memeluk Diana.
"Apa yang kamu lakukan kepada Diana.."Erika berteriak dengan keras hingga bayinya yang sedang tidur terbangun dan menangis
"oek...oek...oek..." lalu Dimas melepaskan pelukannya kepada Diana dan mengambil sang bayi dari box dan memangkkunya sambil mengayun-ayunkan bayi hingga dia tertidur kembali.
__ADS_1
"Kurangi nada suara mu itu kamu bisa menganggu ketenangan pasien lain. Dan mulai hari ini kamu tidak perlu menemani diana karna aku sudah mencari baby sister untuk membantunya."ucap Dimas,Erika curiga dengan tingkah Dimas apalagi Erika baru saja memergoki Dimas yang sedang melakukan yang tidak senonoh kepada Diana.
"Mau kamu apa sih dokter Dimas,bukan kah kamu sudah menikah dengan Tiara,biarkan kami hidup tenang kamu jangan pernah menganggu kami lagi,kami sudah bahagia Tampa kamu selama ini."Erika berbicara dengan nada yang ketus kepada Dimas Erika sangat kesal melihat sipat Dimas yang sangat tidak bertanggung jawab.Diana juga cukup kaget mengetahui kalau ternyata Dimas sudah menikah tetapi dia tidak ambil pusing karna baginya Dimas adalah masa lalu.
Tampa memperdulikan ucapan Erika,Dimas keluar dari ruangan Diana setelah bayi nya tidur dengan tenang dia tidak ingin terpancing hannya karna ucapan Erika.
"aku tidak akan melepaskan Diana kepada pria lain termasuk Bagas, aku akan memulai hidup baru dengan Diana sudah cukup aku menderita selama ini. "batin Dimas di saat Dia sudah keluar dari ruangan Diana.
Disaat Dimas keluar dari ruangan Diana,Tiara dan Dimas berpapasan mereka sama-sama terkejut karna mereka bertemu pas di pintu keluar kamar itu,Tiara agak curiga melihat Dimas yang sering bolak balik keruangan itu.
"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya Dimas kepada Tiara dan mengikuti Tiara dari belakang Dimas tidak ingin Tiara mengetahui keberadaan Diana dirumah sakit itu.
"Aku ingin menjenguk ibu mertua ku apa ada yang salah? aku masih sah jadi istrimu lagian aku tidak mau bercerai dari mu, jika kamu ingin kita bercerai aku akan menuntut ganti rugi karna sudah mempermainkan ku dan juga pernikahanku maka aku akan menuntut mu 100 miliar, pikirkan itu!!!" ucap Tiara lalu pergi meninggalkan Dimas.
****
"pak, hari ini kita ada jadwal meeting dengan klien kita yang dari singapura," ucap Nita sekretaris Bagas tetapi Bagas asik melamun hingga dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh sekretarisnya,
"pak.....bapak...."Eeee iya ada apa ini?tanya Bagas gelagapan,entah sudah berapa lama sekretarisnya berada di ruangannya dia tidak mendengar sedikit pun.
__ADS_1
"Ada apa sih pak kok bapak sudah satu Minggu ini saya lihat tidak pokus, sepertinya bapak ada masalah,bagaiman jadwal meeting hari ini jika bapak tidak pokus dengan pekerjaan bapak,"tanya sang sekretaris Bagas hannya menghela napas panjang nya
"huuuhff tolong kabari kepada klien itu, kalau hari ini saya tidak bisa tolong atur kembali jadwal pertemuanku dengan mereka usahakan beberapa hari ini jadwal ku kosong dan kamu segera keluar dari ruangan ku." Ucap Bagas.
Setelah Dimas memberikan ancaman kepada Bagas,kehidupan Bagas sangat berantakan, bahkan semua pekerjaan nya yang dikantor terbengkalai karena Bagas hannya menghabiskan waktu dengan tiduran dikamar pribadinya yang ada di kantornya itu.
Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan ayahnya datang menemuinya ke kantor
"Bagas,apa yang terjadi kepada mu kenapa klien kita yang dari singapura menghubungiku katanya kamu membatalkan pertemuan kalian hari ini?apa yang terjadi dengan mu?"tanya sang ayah sambil duduk di sopa yang ada di ruangan Bagas.
"Ayah,aku ingin mati saja aku tidak mau hidup lagi, kalau aku tidak bisa menikah dengan Diana,"ucap Bagas seperti anak kecil dia mengadu kepada ayahnya.
"haha kamu seperti anak remaja saja apa yang terjadi dengan mu dan Diana?apa dia memutuskan hubungan kalian ?" tanya ayahnya sambil terkekeh melihat sipat anak semata wayang nya itu.
"Bukan ayah, Diana sudah melahirkan"Bagas tidak melanjut kan ucapannya membuat ayahnya heran dan memicingkan matanya,
"terus karna sudah melahirkan, harusnya kamu senang dong karna ahirnya kalian bisa menghalalkan hubungan kalian." ucap ayahnya panjang lebar dia tidak tau kalau Bagas sudah sangat terluka karna ulah Dimas.
"Ayah biologis bayi itu tidak mengijinkan aku dan Diana bersatu dia ingin menuntut ku kalau aku menikah dengan Diana ayah."ucap Bagas ayahnya yang mendengar penjelasan Bagas terdiam dia sudah yakin kalau suatu saat pasti akan ada masalah dengan hubungan Bagas dengan Diana.
__ADS_1
"Ayah bantu aku untuk menyelesaikan ini atau engga biarkan mama yang menyelesaikan masalah ku ini,aku tidak ingin Diana kembali kepada pria itu ayah." ucap Bagas memohon kepada ayahnya dan dia sebagai ayah tidak tega melihat anaknya harus menderita.
👉bersambung👉