
Sudah Hampir Bagas 1 jam cerita dengan kedua orang tuanya tetapi Bagas belum juga menceritakan tujuan kedatangannya kerumah orang tuanya.Semua kata-kata yang sudah dihapal oleh Bagas rasanya hilang semua dari pikirannya.
Seandainya Diana tidak hamil tidak sulit bagi Bagas membawa Diana kerumah orang tuanya karna orang tuanya tidak pernah memandang orang dari status sosialnya."Pa...ma sebenarnya ada yang ingin Bagas ceritakan tapi tolong ma jangan marah sama Bagas ya!"ucap Bagas dengan pelan kepada orang tua yang sangat dia hormati.
"Ada apa nak tumben kamu seserius ini apa ada hal yang kamu ingin kan papa sama mama pasti akan memberikannya."Mamanya menatap Bagas dengan serius karna tidak biasanya Bagas bersipat dewasa seperti ini.
"Tidak ma Bagas hannya ingin mengatakan bagaimana kalau Bagas menikah dengan wanita yang sudah hamil ma."dengan kepala menunduk Bagas meminta ijin kepada orang tuanya.
"Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita hamil apa wanita itu hamil karna perbuatan mu?"papanya juga ikut berbicara dia tidak ingin anak kebanggaannya malah salah memilih pasangan hidup. "Tidak pa dia hamil dari pria lain tapi pria itu tidak bertanggung jawab dia wanita yang sangat baik dan polos Bagas terlambat mengenali dia pa aku ingin papa dan mama memberikan Bagas ijin!"
Papa dan mamanya terdiam dengan ucapan Bagas mereka hannya menginginkan yang terbaik buat anaknya apa lagi Bagas adalah putra satu-satunya dan Bagas juga sudah pasti mewarisi semua harta kekayaan mereka.
"Nak papa sama mama tidak pernah melarang mu dalam memilih pasangan kami sudah yakin kamu sudah dewasa kamu sudah tau yang terbaik untuk masa depan mu."
__ADS_1
Bagas sangat senang mendengar ucapan mamanya sudah bisa di pastikan orang tuanya setuju dengan permintaan Bagas.
"Apa kamu yakin, Bagas kalau suatu saat pria itu tidak menggangu rumah tangga kalian,?
"Pa, sebenarnya pria itu masih sangat menginginkan Diana tetapi karna Diana berasal dari keluarga miskin orang tuanya melarang hubungan mereka dan memaksa pria itu bertunangan dengan wanita lain."
"Hmm...ternyata jaman sekarang masih ada hal seperti ini.Kalau menurut papa lebih baik kamu selesaikan dulu masalah hubungan mereka papa tidak ingin suatu saat keluarga kita jadi bahan gunjingan orang lain."
"Iya pa...Bagas mengerti.pa...ma kalau begitu Bagas pamit pulang pa karna Bagas masih ada pekerjaan di kantor nanti Minggu depan Bagas bawa Diana menemui papa sama mama."Lalu Bagas menyalami orang tuanya dan pamit kembali kekantor.
Semenjak, perdebatan Dimas dan ibunya Dimas tidak semangat lagi untuk melakukan apa pun.
Bahkan sudah tiga hari ini Dimas tidak berangkat kerja dan semua jadwal operasi Dimas dibatalkannya dan di gantikan oleh dokter lain.Hal ini dilakukan karna kesehatan Dimas terganggu mungkin karna Dimas selalu saja meminum minuman beralkohol dan makan tidak teratur hingga pagi ini badan Dimas benar-benar drop Dimas tidak kuat walau hannya pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Ahirnya Dimas menghubungi abangnya Nathan untuk datang ke apertemenya.Setelah Nathan sampai di apertemen nya Nathan sangat kaget melihat keadaan Dimas yang sangat berantakan.
"Ada apa dengan mu Dimas hingga hidup mu se kacau ini apa masih karna Diana mantan pacar mu itu?" sebenarnya Nathan kasihan melihat kondisi adiknya tapi dia tidak bisa berbuat apa pun.
"Sudah lah Dimas ikhlaskan saja karna Diana pun tidak akan kembali kepada mu pria yang bersama Diana bukan pria sembarangan Bagas pasti tidak akan melepaskan Diana lagi."Mendengar ucapan dari Nathan membuat Dimas semakin pusing dan ahirnya Dimas memuntahkan semua isi perutnya Nathan melihat wajah Dimas yang sudah sangat pucat.
"Baik lah aku akan menyuruh dokter dari rumah sakit untuk merawat mu disini!"
lalu Nathan keluar dan menghubungi rumah sakit dan menyuruh salah satu dokter dari sana untuk merawat Dimas adiknya.
Setelah dokter sampai Dimas di periksa dengan teliti karna dimas sangat lemas dan kurang nutrisi ahirnya dokter memasang infus kepada Dimas.
"Dimas aku pergi dulu menemui mama ya nanti aku akan menyuruh pembantu dari rumah menemani mu disini atau mungkin nanti malam kami akan menjaga mu disini."Lalu Nathan keluar dari apertemen dia meninggalkan dokter serta Dimas. Nathan ingin menasehati ibunya sekali lagi sebelum Diana menikah dengan Bagas.
__ADS_1
👉bersambung👉