
hari ini Diana di perbolehkan oleh rumah sakit kembali pulang karna kesehatan Diana sudah sangat membaik Bagas dengan setia beberapa hari ini jika dia tidak sibuk dia akan selalu menemani Diana di rumah sakit karna hari ini Bagas tau kalau Diana sudah diijinkan pulang dengan semangat dia kembali ke rumah sakit walau pun harus terjadi dulu drama dengan asistennya dikantor dia tetap ngotot akan ke rumah sakit.
sesampainya dia di rumah sakit Bagas langsung ke bagian administrasi dan membayar semua biaya Diana selama di rumah sakit lalu setelah itu dia pergi ke ruangan diana di sana dia melihat Diana sangat cemas.
"ada apa Diana dengan wajah mu kayaknya kamu lagi ada beban pikiran bukan kah kamu sangat senang hari ini sudah bisa kembali pulang kerumah"
"mas aku ketakutan biaya ku selama aku di rumah sakit ini uang ku nga banyak di tabungan aku takut kalau biaya ku selama disini bisa melebihi simpanan ku "
"kamu nga usah pikirkan itu Diana semua biaya mu sudah ku bayarkan kamu tidak perlu se takut itu "
"apa mas kenapa bisa mas bayar kasih tau nomor rekening mu mas nanti bisa saya transper kalau uangku nga cukup nanti bisa ku cicil"
"sudah lah Diana jangan terlalu dipikirkan yang perlu kau dipikirkan adalah kesehatan mu "
lalu tiba-tiba dokter dan perawat datang ke ruangan diana disana mereka melihat Diana dan Bagas yang lagi bicara serius sampai mereka tidak sadar kalau dokter sudah didalam ruangan.
"selamat pagi tuan Bagas dan nyonya Diana sekarang sudah bisa pulang kan nyonya Diana sudah sangat sehat kan nyonya Diana jangan terlalu banyak pikiran ya dan kandungannya juga di jaga dan tuan Bagas tolong istrinya agar lebih diperhatikan lagi"
diana sangat kaget saat dokter mengatakan kalau dia istrinya Bagas pada saat dia mau menjelaskan Bagas langsung memotong pembicaraan Diana.
__ADS_1
"baik lah dokter terima kasih karna sudah merawat nya dengan sangat baik selama disini kami permisi dulu dokter"
lalu Bagas menarik tangan Diana dari sana buru -buru dia menyuruh Diana masuk ke dalam mobilnya.
"Diana maaf kalau tadi saya memotong pembicaraanmu bukan maksud saya untuk melarang mu menjelaskan ke dokter kalau aku bukan suami mu tapi saya tidak nyaman aja nanti mereka malah menilai yang tidak-tidak tentang mu"
Diana Hannya terdiam dengan ucapan Bagas pikirannya melayang ke depan ini hal yang dia takut kan nantinya orang-orang akan bertanya tentang kehamilannya dan juga akan bertanya siapa suaminya belum lagi kalau anaknya lahir bagaimana dia menjelaskan nantinya.
"kamu kenapa diam Diana apa ucapan ku tadi salah maafkan aku Diana kalau ucapan ku salah bukan bermaksud membuatmu serba salah"
"nga papa mas aku sudah pasrah apa pun kata orang kepada ku mulai saat ini aku tidak perduli lagi aku Hannya perlu menata hidupku ke depannya lagi dan mulai hari ini juga aku tidak bekerja lagi di toko bunga aku tidak enak dengan ibu Dewi dia sangat baik kepada kami berdua dia memberikan kami kebebasan tapi aku malah mengecewakannya"
"bagus itu Diana kamu nga usah bekerja lagi biarkan aku yang mengurus mu sampai kamu melahirkan kamu nga usah bekerja karna itu tidak baik untuk calon bayi mu"
Bagas Hannya diam mendengar ucapan dari Diana Bagas juga bingung kepada dirinya sendiri kok bisa dia sepeduli itu kepada Diana apa karna Diana hamil tidak ada suami diluar sana juga banyak perempuan hamil diluar nikah dia tidak peduli tetapi kepada Diana dia sangat perhatian apa mungkin Bagas masih ada perasaan kepada Diana.
Diana dan Bagas hanyut dalam pikiran masing -masing sampai di tengah jalan Bagas bingung dia mau membawa mobil kemana.
"Diana aku harus mengantar mu kemana kamu kan nga mungkin ku antar ketoko bunga kamu harus istrahat dulu apa kamu punya rumah?"
__ADS_1
"aku ada rumah peninggalan orang tua ku mas tapi aku nga mau kesana lagi aku nga mau orang-orang disana memandangku hina karna mereka tidak akan tau apa yang aku rasakan antarkan aku ke kontrakan Rika "
"baik lah bagaiman kalau kita makan siang dulu "
"baik lah mas terserah mas aja"
lalu Bagas membawa mobilnya ke sebuah restoran yang mewah disana Bagas memesan berbagai makanan yang bergizi lalu tiba-tiba Bagas melihat pemandangan yang sangat indah Bagas melihat Tiara sedang makan bersama seorang laki-laki Tiara sangat mesra kepada laki-laki itu bisa dipastikan lelaki itu bukan Dimas lalu Bagas menutupi badannya dari pandangan Tiara kepada Diana mana tau Tiara tiba-tiba melihat kearah mereka berdua"
setelah mereka selesai makan Bagas mengantarkan Diana ke kontrakan Erika lalu dia permisi pulang di sepanjang perjalanan pulang Bagas memikirkan Tiara yang sedang bersama laki-laki lain Bagas berpikir ternyata Tiara Hannya wanita murahan yang ingin memanfaatkan keluarga Dimas Bagas Hannya tersenyum mari kita lihat drama Tiara selanjutnya terhadap keluarga Dimas Anggara.
*****
setelah Diana sampai di kontrakan Rika dia langsung istrahat dia memikirkan apa lagi renacana dia kedepannya diana Hannya memikirkan mencari pekerjaan yang lumayan ringan tidak masalah gajinya kecil yang penting dia masih bisa mencari uang mengumpulkan sedikit demi sedikit agar saat dia lahiran nanti dia sudah punya tabungan.
lalu dia teringat dengan Dimas yang telah mengabaikannya apa pun yang terjadi dia sudah tidak ingin berurusan dengan keluarga Dimas begitu kecewannya dia kepada Dimas semua ucapan-ucapan Dimas dulu saat mereka masih pacaran Hannya sekedar rayuan gombal setelah dia mendapat tubuh Diana Dimas seakan-akan membuangnya bagai sampah.
karna Diana tidak bisa tidur ahirnya Diana membuka-buka sosial media nya dia melihat teman-temannya di sosmed banyak yang menjadi ibu rumah tangga dengan usaha online shop lalu Diana berpikir apa salahnya dia menjadi seperti mereka .
"aku akan mencoba usaha seperti ini mama tau aku ada rejeki disini sambilan aku nanti bisa cari kerjaan yang lain aku tidak akan berharap kepada laki-laki bajingan seperti Dimas biar lah dia bahagia dengan pilihan orang tuannya mungkin jika aku menikah dengannya juga aku tidak akan bahagia orang tuannya akan terus ikut campur dengan kehidupan kami aku tidak akan menikah lagi biarlah aku bahagia nanti dengan calon anakku ini"
__ADS_1
Diana meraba perutnya yang masih rata Tampa terasa air matanya menetes mengingat semua kenangannya dengan Dimas dulu.
👉bersambung👉