
setelah pulang dari kontrakan Diana Bagas menghadiri undangan pesta ulang tahun rekan bisnisnya hari ini Bagas ingin sekali mengajak Diana mengikuti undangan itu tetapi melihat Diana seperti banyak pikiran Bagas mengurungkan niatnya dia tidak ingin menambah beban pikiran Diana.
pada saat Bagas sampai di pesta ulang tahun ternyata Dimas juga di undang di acara itu Dimas hadir bersama Tiara mereka seperti pasangan yang sangat serasi Dimas yang sangat tampan dan Tiara sangat cantik tetapi mereka berdua Hannya manusia yang tidak punya perasaan Dimas Hannya lelaki pecundang dan Tiara Hannya wanita yang egois yang menghalalkan segala cara demi ke kepentingan nya sendiri.
pada saat Dimas pergi ke kamar mandi Bagas mengikuti Dimas lalu menunggu Dimas di depan kamar mandi ahirnya Dimas keluar dari kamar mandi dan melihat seseorang telah menunggu dia di depan kamar mandi.
"apa anda mengenal saya"
"siapa yang tidak kenal dengan mu laki-laki yang tega meninggalkan wanita pada saat wanita itu sedang hamil anak anda sendiri"
lalu Dimas melihat Bagas dengan tatapan yang sangat tajam dia sangat tersinggung saat Bagas mengucapkan kata-kata itu.
"anda perlu hati-hati dengan ucapan anda saya tidak pernah meninggal kan Diana dia adalah wanita yang sangat kucintai tapi aku tidak bisa memilih dia karna orang tua ku tidak setuju dengan hubungan kami berdua"
"ha...ha...ha ucapan anda sangat hebat anda seorang dokter yang sangat hebat lulusan luar negri tetapi mungkin otak anda pintar di segi pekerjaan anda tapi di segi lain otak anda sangat bodoh tapi baguslah tidak perlu laki-laki seperti anda di pertahankan terlalu baik Diana untuk anda saya jamin Diana akan hidup bahagia Tampa seorang laki-laki sepertimu"
lalu dengan sangat marah Dimas menarik baju Bagas dan dia menatap Bagas dengan tatapan yang sangat benci.
"apa maksud anda berbicara seperti itu jangan pernah ganggu kehidupan Diana suatu saat aku akan kembali kepada Diana dan aku akan menikahi Diana anda tau Diana hamil anak saya dan sampai kapan pun anak itu adalah anak ku jangan pernah ganggu dia"
lalu Dimas pergi dengan emosi dan meninggalkan Bagas ingin rasanya Bagas menghancurkan wajah Dimas dia sangat emosi melihat sipat dari Dimas yang sangat tidak masuk akal.
pada saat Dimas sampai di pesta itu dia masih sangat marah lalu dia menarik tangan Tiara dan membawa Tiara masuk mobil dan pergi dari pesta itu Dimas membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi Dimas sangat sakit hati saat dia tau seorang lelaki lain datang untuk membela Diana Dimas tidak ingin ada lelaki lain yang hadir di hidup Diana dia masih sangat berharap Diana bisa bersama dengannya.
pada saat Dimas sampai di rumah ibunya dia menemukan ibunya sedang menunggunya di ruang tamu.
__ADS_1
"Dimas dimana Tiara apa kamu sudah mengantar nya sampai di rumahnya "
"sudah ma "
"Dimas mama mau bicara sama kamu ayo duduk dulu ini sangat penting"
"ada apa ma Dimas mau istirahat"
"Dimas bagaimana kalau pernikahan mu dengan Tiara kita lakukan bulan depan mama ingin kamu secepatnya menikahi Tiara apa kamu tidak ingin cepat -cepat punya anak"
"mama kan tau sendiri kalau Diana juga Hamil anak Dimas "
"Dimas mama tidak ingin ribut lagi dengan mu berapa kali mama katakan kalau wanita itu tidak pantas masuk kerumah ini "
"sekali tidak tetap tidak mama tidak pernah mengakui kalau anak dia itu cucuku manusia tidak jelas bibit bebet bobotnya pokonya bulan depan kamu dan Tiara harus menikah "
"terserah mama aja aku tidak tau lagi harus mengatakan apa kepada mama semoga suatu saat menantu pilihan mu ini tidak mengecewakan mu ma"
lalu Dimas meninggalkan ibunya sendiri diruang tamu semenjak hubungan Diana dan Dimas tidak mendapatkan restu ibunya melarang Dimas kembali ke apertemenya karna ibunya takut kalau Dimas tetap memilih Diana.
****
Diana yang mulai sibuk dengan pekerjaan nya diana mulai bekerja di rumah tetangga sebagai buruh cuci dan setrika dia mengerjakan semuanya dengan senang hati dia sangat bersyukur walau pun pekerjaannya lumayan melelahkan tetapi dia bahagia karna mulai bulan depan dia sudah bisa menerima gaji lagi dan bisa mengumpulkan uangnya untuk membeli berbagai keperluan calon baby-nya.
di saat pulang dari rumah tetangga dia menemukan Bagas didepan kontrakan mereka sedang menunggunya
__ADS_1
"mas ngapain disini "
"aku sedang menunggu mu Diana kamu dari mana saja aku ingin membawa mu hari ini USG dan cek kehamilan "
"aku jalan-jalan sebentar mas karna aku bosan di kontrakan"
Diana berbohong kepada Bagas Diana takut kalau Bagas tau dia bekerja jadi tukang cuci Bagas akan melarang nya.
"silahkan kamu beres-beres agar kita pergi kerumah sakit saya sudah hubungi tadi dokternya kita sudah di tunggu dia di rumah sakit"
lalu Diana masuk ke dalam kontrakan dan Menganti pakaian lalu mereka pergi ke rumah sakit.
"kamu sudah nikah Bagas kapan kamu nikah kok kamu tidak mengundangku "
"sudah lah jangan banyak pertanyaan silahkan periksa dia "
lalu dokter langsung memeriksa Diana dan meng USG kehamilan Diana setelah selesai di periksa dokter memberikan Diana berbagai vitamin.
"Bagas kamu harus lebih perhatian lagi kepada istrimu berikan dia makanan yang bergizi dan tolong perhatian kepada dia karna perhatian kecil dari suami akan membuat istri sangat bahagia"
Bagas terdiam mendengar ucapan dokter dia tidak tau harus mengatakan apa pun dan dia takut juga mengatakan kalau Diana bukan istrinya ahirnya dia Hannya bisa diam mendengar semua ucapan sang
dokter.
👉bersambung👉
__ADS_1