Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
15


__ADS_3

Sepulang dari rumah Bram, Clara selalu saja melamun dia tidak tau dengan siapa lagi dia jika Bram pergi. Hari-harinya akan kembali sepi tanpa Bram dan dia akan kehilangan sosok yang melindunginya saat ini.


1 minggu lagi Bram akan pergi ke pulau J dan tinggal 1 minggu kesempatan Clara untuk bersama dengan Bram akhir-akhir ini Clara sering menangis apalagi dia menemani Bram untuk berkemas di rumahnya.


Saat membantu Bram berkemas Clara memperhatikan wajah Bram dengan lekat.


Clara POV


Aku memperhatikan wajahnya dengan lekat. Aku ingin menyimpan wajahnya selalu di ingatan ku apalagi aku tidak akan bisa melihat wajahnya apalagi menyentuhnya. Entah dorongan dari mana tangan ku terangkat menyentuh wajahnya Tuhan tidak bisakah dia tetap di sampingku? Ku mohon gariskan Takdir agar aku tidak berpisah dengannya. Aku takut jika dia tidak di sampingku tak ada yang menjagaku sesak sekali rasanya ini terlalu sakit untukku apalagi dia selalu berkata


"Jaga diri baik-baik yah di sini, jangan sakit, jangan terlambat makan, aku gak bisa lindungin kamu lagi. Sehat-sehat yahh jangan cengeng" sakit sekali Tuhan.


Air mataku jatuh dan aku sesenggukan Kak Bram langsung memelukku


"Kak tidak bisakah kamu tetap tinggal? Atau kuliah yang dekat saja? Ku mohon kak.. A.. Aa.. Akuu tidak kuat kak. Aku sama..sama siapa di sini? Siapa.. Yang akan menjagaku kak? aku sakit kak.. Ku mohon jangan pergi. Aku gak kuat" kataku sesenggukan dan memegang erat baju kak Bram ahh kenapa ini tiba-tiba aku kesulitan bernafas hhhhaaa... Hhhhaaaa... dadaku sangat sakit dan aku kesulitan bernafas ternyata penyakit ku waktu kecil tiba-tiba kambuh dan badan ku lemas aku tidak bisa merasakan apapun lagi tapi aku bisa melihat kak Bram panik melihat ku

__ADS_1


Bram POV


aku panik melihat Clara kesulitan bernafas ini pertama kalinya kulihat sosok ceria itu hilang begitu saja hanya ada luka di mata nya dan itu karena aku. Maaf.. Maafkan aku air mataku keluar begitu saja melihat Clara.


Begitu rapuhnya dia. Sedalam itu rasanya padaku.


Ku angkat Clara ke kasur dan ku baringkan dia akupun ikut berbaring di dekatnya sambil memeluknya ku usap punggungnya sadarlah sayang.. Kau harus kuat.. Maafkan aku


Author POV


Clara terlaku rapuh sekarang ini dia sulit menerima bahwa sosok sandarannya akan meninggalkannya dengan waktu yang sangat lama.


Clara mendongak menatap Bram yang sedang memeluknya dan Bram mengecup kening Clar sangat lama


"Jangan sakit yahh.. Jaga kesehatan di sini" kata Bram sambil mengusap pipi Clara.

__ADS_1


Air mata Clara tumpah mendengar perkataan Bram. Ia pun mengeratkan pelukannya pada Bram


"Jangan pergi.. aku sama siapa di sini? Gak ada yang sayang sama aku.. Gak ada yang bakalan perhatiin aku lagi kalau kamu pergi. Ku mohon jangan pergi" ucap Clara dengan wajah yang sudah basah karena air mata.


Bram memegang dagu Clara dan mencium bibir Clara di luar dugaannya Clara tiba-tiba membuka mulutnya dan membalas ciu*** Bram dan dia mengalungkan tangannya ke leher Bram. Saat ini Bram dan Clara di luar kendalinya entah bagaimana tangan Bram sudah menyusup masuk ke baju Clara dan mengusap punggung Clara dan Clara mendiamkan hal itu. Tangan Bram sudah bergeser ke bagian perut Clara dan tiba-tiba Clara menghentikan ciu*** itu


"Kak" Bram pun langsung menghentikan aktifitasnya


"Maaf" dan dia langsung memeluk Clara erat.


"cari makan yuk.. baru kakak anter pulang" ajak Bram


"iya kak" Clara langsung bangun dan merapikan penampilannya.


Jujur saja saat ini jantung keduanya masih berdetak kencang karena hampir saja mereka melakukan kesalahan untung saja Clara tiba-tiba tersadar dan menghentikannya.

__ADS_1


__ADS_2