Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
30


__ADS_3

Setelah mengikuti pengenalan kampus, Claera pulang ke rumah di jemput oleh Bram. Besok lusa dia harus mengikuti masa orientasi dan menginap di kampus selama 3 hari lalu pulang ke rumah sehari dan besoknya kembali menginap selama 6 hari.


Sesampainya di rumah, dia langsung memberikan daftar apa saja yang wajib dia bawa pada masa orientasi. Karena Clara berkuliah di kampus muhammadiyah maka namanya adalah pesantren Maba.


Clara sudah menyiapkan 2 baju kemeja putih dan 1 rok hitam serta 1 jilbab hitam dan 2 baju tidur lengan panjang serta jilbab instan, selimut kecil dan bantal boneka tak lupa pakaian dalam pun dia masukkan ke dalam koper kecil yang dia pinjam dari Bram.


setelah mem packing barang nya, Clara di temani oleh tantenya pergi ke supermarket untuk membeli susu kaleng sabanyak 9 kaleng, serta minuman jeruk asli sebanyak 9 botol untuk di bawa nanti pada masa orientasi nya tak lupa juga dia membeli perlengkapan mandi yang berukuran mini.


Setelah berbelanja, dia kembali ke rumah untuk memasukkan barang-barangnya lalu dia cek kembali karena takut dia melupakan salah satu barangnya.


Clara yang sebenarnya belum pernah merasakan menginap di luar rumah dan di tempat baru apalagi tak ada seorang pun yang dia kenal merasa berat hati dia berpikir akan sangat sulit hidupnya selama 3 hari ini.


Tibalah waktunya Clara mengikuti pesantren Maba dia sudah berangkar dari jam 05.30 diantarkan oleh kakaknya.


Sambil menggeret kopernya, Clara menghembuskan nafas jujur dia gugup sekali karena ini adalah pengalaman pertamanya dan tanpa seorang teman rasanya ingin menangis berada di tempat asing ini tapi berulang kali dia menghela nafas untuj menetralkan ke gugupannya.


Setelah menyimpan kopernya di aula, dia berjalan mengikuti Mahasiswa baru yang lain menuju gedung pertemuan yang jaranknya 2 Km dengan berjalan kaki sambil memungut sampah yang minimal 10 sampah.


Clara menghembuskan nafas kasar karena tidak menemukan seangkatannya yang kelihatan ramah semuanya terlihat angkuh Clarapun hanya berjalan sambil memikirkan hal-hal yang menbuatnya bahagia tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya


"heyy.. Kamu gak punya temen ya?" ucapnya sambil bersenandung


"eh iya.. temen-temen ku gak ada yang kuliah di sini. Aku bingung"


"kamu jurusan apa?"


"Bahasa Inggris"


"ehh sama.. Ehh aku duluan ya.. Kakak pembina ku udah manggil"


Clara melihat kepergian temannya yang entah siapa namanya dia belum semoat bertanya tapi sudah berlalu pergi.


Sesampainya di gedung pertemuan, Clara kebingungan harus bertanya pada siapa. Tapi melihat teman-teman Maba nya yang terlihat menuju papan informasi seperti mencari sesuatu Clara pun bergegas kesana dan ternyata dia di kelompokkan dari berbagai jurusan dan Clara berada di kelompok 9 yang berjumlah 15 orang per kelompok.


Clara celingak-celinguk mencari keberadaan kelompok 9 akan tetapi dia belum melihat keberadaan kelompok 9 akhirnya Clara duduk di pinggir trotoar bersama dengan orang-orang yanh belum tau posisi kelompoknya


"kamu kelompok berapa?" tanya seorang gadis di sebelahnya dengan tersenyum ramah


"aku kelompok 9 tapi gak tau kakak pembina aku yang mana. Kamu kelompok berapa?


"sama aku kelompok 9 dari jurusan pendidikan Agama. Namaku Sirma"

__ADS_1


"aku dari jurusan bahasa inggris. Namaku Clara"


Tak lama seorang senior berteriak


"KELOMPOK 9..."


Clara dan Sirma pun berlalu menuju sumber suara


"kita berdua kelompok 9 kak" ucap Clara


"Ke barisan 9 dari kanan"


Clara dan Sirma pun bergegas menuju ke barisan yang dimaksud oleh kakak seniornya.


Disana sudah berdiri Pembina nya sambil tersenyum ramah Clara pun bernafas lega karena dia pikir kakak seniornya akan galak dan marah-marah tapi ternyata dia disambut dengan senyuman ramah.


"kamu Clara Aulia?" tanya kakak senior sambil membaca sebuah lembaran yang berisikan nama, biodata serta foto para adik binaannya


"iya kak. Saya" ucap Clara sambil tersenyum canggung.


Kakak pembina yang bernala Latif pun menceklis lembaran yang dia pegang dan begitu seterusnya. Setelah itu Clara dan kelompoknya di giring ke dalam gedung untuk mengikuti materi mengenai sejarah kampus, muhammadiyah dan lainnya.


Clara mendengarkan sambil menulis point penting dalam materi yang disampaikan oleh pemateri pertama dia menulis dengan menjadikan tas nya sebagai alas karena disana tidak terdapat meja.


Clara sudah mengenal beberapa teman nya yang memang cerewet jadi akhirnya dia tidak terlalu canggung dan bisa berbaur dengan mereka.


Merek saling bertukar lauk, karena Clara tidak terlalu suka memakan telur, akhirnya dia memberikan kepada temannya lalu temannya memberikannya sayuran tumis.


Tanpa disadari oleh Clara, ternyata kakak pembinanya sering melirik nya karena menurutnya Clara adalah perempuan kalem tapi selalu tersenyum padahal dia belum terlalu akrab saja dengan Clara.


selesai Ishoma, para Maba kembali menuju gedung untuk mengikuti materi selanjutnya. Memasuki jam 2 Clara sudah sangat merasakan kantuk dan dia beberapa kali memejamkan mata saat proses pemberian materi ala hasil catatannya tidak beraturan dan hanya ada beberapa point yang dia catat.


Saat memasuki jam shalat asar Clara bernafas lega dia langsung melompat untuk menuju masjid karena ingin segera mencuci wajahnya yang sudah sangat lengket dan berminyak untung saja Clara sama sekali tidak menggunakan make up karena dia pikir akan kesulitan menghapus make up jika jam shalat.


Setelah berwudhu Clara langsung masuk ke masjid berada di barisan terdepan di shaf wanita dia menggelar sajadahnya dan segera mengenakan mukena putih yang ujungnya berhiaskan batik coklat. Teman di dekatnya sangat memuji kecantikan Clara yang natural dan kelihatan bercahaya apalagi mengenakan mukena putihnya.


Tak sengaja Latif berbalik ke barisan perempuan yang pembatasnya hanya sebatas pinggang orang dewasa dan dia semoat terpaku mengagumi wajah Clara yang bercahaya karena pantulan dari mukenanya yang putih bersih.


Deg..deg.. Deg.. Jantung Latif berdegup kencang melihatnya tapi tiba-tiba temannya memukul pelan pundaknya untuk menyadarkannya dari sesuatu yang haram di pandangi nya


"Istighfar Bro" spontan Latif Astagfirullah hal adzim lalu segera menggelar sajadah di barisan tengah karena bagian depan sudah penuh.

__ADS_1


Akibat dari sikap Latif tadi, banyak desas desus gosip yang mengatakan bahwa senior yang lumayan tampan itu sedang naksir pada junior baru nya tapi entah siapa karena pandangannya tadi tidak terlalu jelas ke arah siapa dan mengakibatkan cukuo banyak senior maupun junior yang ke ge'eran.


Clara tidak terlalu update dengan gosip itu lebih tepatnya dia bodo amat dengan urusan orang lain yang di pikirkannya saat ini ingin segera tidur atau pulang saja ke rumah.


Materi tidak lagi di lanjutkan setelah shalat asar dan di isi dengan kegiatan santai beberapa kelompok atau jajan.


Kebetulan kelompok Clara saat ini duduk di teras masjid dan bercerita dan berkenalan lebih dekat. Sebenarnya itu hanya modus Latif saja yang ingin mengenal lebih jauh Clara. Akan tetapi Clara seperti perempuan ramah namun sangat susah di dekati buktinya saat ini dia beberapa kali menelpon entah menelpon siapa dan saat bersama dengan laki-laki teman kelompoknya dan Latif dia seperti menjaga jarak dan saat perkenalan dia begitu menolak untuk menceritakan tentang dirinya secara detail dia berkata


"bisakah saya tidak menceritakan hal yang tidak ada hubungannya dengan perkenalan ini? Ini privasi saya" dan yang membuat Latif patah sebelum berjuang adalah saat Clara mengatakan


"saya memiliki kekasih walaupun LDR tapi sekarang ini dia berada di kota S" tapi Latif tidak ingin patah semangat karena siapa tau saja dia mendapatkan celah untuk masuk nanti. Dan saat Ho Clara bergetar Latif tidak sengaja melihat nama kontak yang tertulis 'SAYANG🤍" ternyata dari tadi yang menghubungi Clara adalah pacarnya dan tiba-tiba pria yang di cemburui oleh Latif muncul di depan masjid dengan mengenakan sarung dan baju koko biru navy yang senada dengan sarungnya serta mengenakan peci dan pria itu membawa kantong plastik yang tertera nama tokonya yang di dalamnya berisikan banyak cemilan serta roti dan susu serta teh.


Melihat Clara di teras, Bram langsung masuk dan meminta izin pada Latif untuk memberikan bawaannya pada Clara tak lupa juga dia memperkenalkan dirinya dan akhirnya dia tau bahwa pacar Clara bernama 'Bram' yang membuat Latif insecure adalah ternyata pacar Clara dari kampus besar ternama yang SPP nya per semester bisa membeli motor baru yang harga puluhan juta sudah pasti pacar Clara ini adalah orang kaya pikirnya.


Tapi Latid masih tetap optimis mendekati Clara. Bram hanya memberikan Cemilan pada Clara se kantong besar serta memberikan kepada teman kelompok Clara dan Bram terlihat memberikan uang yang lumayan tebal kepada Clara sebelum pergi. Sebenarnya Clara tidak membutuhkan uang saat mengikuti pesantren ini karena dari awal dia sudah membayar semuanya termasuk konsumsi tapi Bram tetap tidak ingin Clara merasa kesulitan keuangan apalagi sampai kelaparan.


Setelah acara penerimaan materi selesai, Seluruh Maba di giriing kembali ke kampus untuk menginap disana selama 3 hari. Clara seperti melayang-layang saat berjalan karena sudah terlalu mengantuk tapi apa boleh buat dia tetap harus berjalan karena sama sekali tidak di perbolehkan menggunakan kendaraan. Latif yang berjalan melihat Clara berjalan sambil menutup mata oun tersenyum melihat kelakuan juniornya itu tapi senyum itu seketika hilang karena telepon masuk di Hp Clara yang ternyata adalah Bram


"iya yang? Aku masih jalan ini"


...


"capek ayang.. Hiks hiks.." Bram yang mendengar keluhan sang kekasih merasa khawatir karena walaupun Clara tergolonv keluarga yang biasa saja dalab hal perekonomian tapi Clara tidak pernah merasakan kesulitan seperti itu.


Setelah mematikan teleponnya Clara langsung berjalan cepat di ikuti teman-temannya.


Sesampainya di kampus, Clada langsung mengambil dan menggeret kopernya menuju gedung B di lantai 2. Rasanya ingin pingsan saja. Subuh-subuh sudah bangun mempersiapkan ini itu lalu jalan kaki, menerima materi, jalan kaki lagi dan sekarang harus mengangkat koper naik ke lantai dua yang sebenarnya tenaganya sudah terkuras habis tapi mau bagaimana lagi, tidak akan ada orang yang bisa menolongnya dia harus hidup sendiri disini.


Sesampainya di ruangan paling ujung lantai 2, Clara langsung masuk dan mengambil tempat paling sudut lalu menggelar selimutnya agar mendapat tempat tidur.


Ruangan yang sepertinya baru saja selesai di bangun tapi masih belum selesai karena tinggi temboknya hanya sebatar dada orang dewasa yang tentunya semakin larut malam akan semakin dingin apalagi musim penghujan seperti sekarang.


Clara yang di rumahnya selalu menggunakan kasur empuk dan hangat sekarang harus tidur di lantai beralaskan selimut tipis dan bantal boneka tanpa guling. Apalagi tidur berdesakan dan berbagai macam bunyi.


Clara menghenal nafasnya dan segera membuka koper mengambil alat mandinya tapi Bram menghubunginya untuk ke rumah Bram yang berada di belakang kampus. karena ingi sekali mandi, sedangkan WC di kampus hanya ada 4 yang berfungsi sedangkan ada 600 lebih mahasiswa yang mengantri, Clara diam-diam menyelinap ke belakang mushollah dan masuk melalui pintu belakang rumah Bram.


Tak disangka disana ramai sekali orang karena sedang rapaf sambil bakar-bakar ikan. Karena terlalu lelah, Clara hanya menyapa sebentar teman-teman Bram lalu masuk ke WC dan merendam baju yang di pakainya dan mengambil baju tidur yang di sembunyikannya di dalam baju tadi. Setelah mandi dan minum teh hangat dan meminum obat karena Clara tiba-tiba demam tinggi akibat terlalu lelah, Clara ingin kembali ke kampus tapi Bram mencegahnya karena khawatir dengan Clara yang terlihat tidak baik-baik saja dan betul saja Clara tiba-tiba pingsan di pelukan Bram dan Bram langsung memanggil dokter ddan Clara kekurangan cairan , terlalu stres dan kelelahan. Mendengar itu, bram sangat geram karena tidak seharusnya masa orientasi mulai dari jam 6 sampai jam 12 malam karena tidak semua orang kuat fisiknya.buktinya Clara yang baru sehari tapi sudah demam tinggi dan harus di beri cairan infus. Clara beberapa kali terbangun karena badannya sudah tidak nyaman dia rasakan dan Bram setia di sampingnya menggantikan kompresan serta memberikan minyak kayu putih pada telapak kaki Clara agar hangat.


Bram sangat marah dan menghubungi temannya yang kebetulan adalah panitia di kampus Clara agar tidak terlalu berlebihan apalagi ini hari pertama mereka. Alahasil yang seharusnya jam 3 dinihari maba harus berkumpul menerima materi tapi di batalkan dan akhirnya hanya bangun untuk shalat subuh lalu penerimaan materi pukul 8 pagi.


Akhirnya subuh pun tiba dan di belakang rumah Bram sudah terdengar grasak grusuk Maba yang mengantri ke kamaf mandi Clara dengan santainya melenggang ke kamar mandi di rumah Bram lalu mandi setelah berpakaian lengkap dia kembali ke kampusnya setelah menyantap mie buatan Bram.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan tempat sebagian maba tidur, Clara segera bergabung dengan teman-temannya dan teman-temannya sangat khawatir pada Clara yang tiba-tiba menghilang begitu saja semalam. Untung saja seniornya tidak menyadarinya.


Clarapun menceritakan pada teman-temannya dan teman-temannya pun meminta Clara untuk mengajak mereka untuk mandi disana nanti dan Clara meng iyakannya agar rahasianya aman.


__ADS_2