Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
23


__ADS_3

Keesokan harinya Clara bersiap-siap untuk pergi berjalan-jalan diapun telah menghubungi teman-temannya yaitu Hurwa dan Diyah. Mereka akan berkumpul di rumah Bram terlebih dahulu lalu bersama-sama ke Pantai yang di pilih oleh Clara.


Sambil menunggu teman-temannya Clara sibuk bermain game sambil nenyalakan TV di rumah Bram dan Bram sedang mandi. Tak lama kemudian teman-teman Bram sudah datang yaitu Fadil dan Ruslan. Mendengar teman-temannya sudah datang Bram langsung menyelesaikan ritual mandinya dan segera memakai pakaiannya. Lalu membawa minyak rambut serta sisir dan menyuruh Clara untuk menyisir rambutnya. Melihat itu, Fadil dan Ruslan pun ikut mengambil minyak rambut dan di usapkan ke kepalanya sambil bergantian bercermin.


Setelah mereka bersiap-siap mereka duduk di teras bersama setelah mengunci rumah Bram. Mereka duduk di teras sambil menunggu teman-teman Clara.


10 menit kemudian teman-teman Clara yaitu Hurwa dan Diyah sudah datang dan mereka pun berangkat ke pantai bersama setelah menempuh perjalanan 30 menit.


Clara sibuk bercanda dengan teman-temannya dan selalu di awasi oleh 3 pria di belakangnya. Sesekali mereka akan berfoto untuk mengabadikan tempat-tempat menarik yang mereka temui. Mereka ber enam bermain di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda dan batagor yang mereka beli dari penjual pinggir jalan disana.


Clara selalu menampilkan senyum lebar nya dia terlihat bahagia tapi di dalam hatinya luka itu masih sangat jelas entah kapan akan sembuh tapi dia akan berusaha melupakannya anggaplah ini adalah proses pendewasaannya karena tidak semua hal berjalan seperti apa yang kita ingin kan bukan?


Karena sebentar lagi akan maghrib akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan akan makan malam bersama. Di perjalanan Clara banyak diam dan akhirnya Bram menarik tangan Clara untuk memeluknya.


"ku anter pulang ya? Besok pagi aku akan pulang ke rumah orang tua ku dulu"


"emm iya.. kamu nginep disana?"


"iya sekitar seminggu"


"ok deh.. Nanti jalan-jalan lagi ya hehe"


Tapi Bram tidak langsung mengantarkan Clara pulang. Dia harus ke rumah Bram terlebih dahulu untuk mengambil buku Clara. Ternyata di sana teman-teman Bram sudah berkumpul dan menunggui Bram.


"Besok berangkat jam berapa Bram?" ucap Galih


Deggg... Jantung Clara seperti akan terlepas saking terkejutnya. Awalnya Clara menganggap mungkin teman Bram salah sangka tapi melihat Bram memberikan kode pada teman-temannya dan mereka terdiam, Clara yakin Bram kembali membohongi nya dan lagi-lagi dia menjafi orang terakhir yang mengetahui kepergian Bram


apa salah ku? Apa karena aku mendapati perselingkuhannya makanya dia memperlakukan ku seperti ini? Tapi kenapa selalu aku yang di buatnya sakit kenapa bukan aku yang sesekali menyakitinya? Batin Clara dan meneteskan air matanya diam-diam. Lagi dan lagi Bram mengecewakannya.


"kapan kamu mengantarku pulang Bram?aku sudah ingin pulang. Aku hanya orang asing di sini dan selalu di bodoho" ucapnya penuh penekanan


"kamu gak mau ikut kumpul untuk yang terakhir bersamaku Clar?" ucapnya menggenggam tangan Clara


"Tidak perlu" ucapnya memalingkan wajahnya.


Sudah cukup Bram menyakiti dan mengecewakannya dan memperlakukannya seperti orang asing yang bodoh Clara sudah muak dengan segala kebohongan Bram padanya.


"bukan aku ingin pergi diam-diam Clar, tapi aku tidak ingin membuat mu menangis"


"lalu seperti ini tidak akan membuat ku menangis? Kamu yakin?" ucapnya pelan dan dingin. Dia beranjak dan duduk di motor Bram memberi kode agar Bram mengantar nya pulang. Mengerti akan hal itu, Bram pun menaiki motornya dan melajukannya pelan.

__ADS_1


"cepatlah sedikig Bram" Bram mengangguk dan melajukan motornya dengan kencang dia berharap Clara memeluknya tapi nihil Clara lebih memili berpegangan pada besi motor di banding harus memeluk Bram. Kecewa menguasai hatinya membuatnya ingin meledakkan amarahnya tapi dia pendam karena Clara berpikir tidak ada gunanya jika harus marah-marah tohh semua tidak akan ada yang berubah dia tetap terluka dan Bram tetap pergi.


Sesampainya di rumah, Clara langsung masuk dan Bram mengikutinya masuk. Menyadari hal itu Clara langsung berbalik


"mau apa kamu?"


"aku ingin bertemu tante" dan kebetulan tante Clara keluar Bram pun langsung menyalaminya


"Tante.. Besok aku akan pulang bolehkah aku mengajak Clara untuk ke warkop tante?" Ya.. Bram meminta izin pada tante Clara tanpa sepengetahuan Clara. Dan tante Clara mengizinkannya dan segera memanggil Clara yang sedang berganti baju rumahan


"lohh kok ganti baju? Bukannya mau pergi sama Bram?" tanya tante Clara yanhmg keheranan melihat tingkah 2 pasangan yang menurut nya sangat lucu..


"mau kemana? Bram gak ngomong apa-apa kok" ucaonya sambik mengerutkan dahinya karen memang dia tidak ingin ikut dan dia tidak menyangka bahwa Bram meminta izin langsung pada tantenya


"siap-siap sana gak enak sama Bram nungguin lama. Lagian dia besok mau pulang" karena tidak ingin berdebat akhirnya Clara pun bersiap-siap kembali walaupun sangat kesal karena Bram suka sekali mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuannya.


"aku pergi tan" pamitnya pada tantenya yang sudah berada di kamarnya.


"ayo.. Katanya mau pergi" ajaknya pada Bram.


Mereka pun kembali ke rumah Bram yang disana masih ada teman-teman Bram yang sedang berkumpul sambil bermain game.


tanpa turun dari motor, Bram mengajak teman-temannya ke sebuah Cafe yang terbilang mewah. Mereka berjumlah sekitar 20 orang dan beberapa membawa pasangan mereka.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Clara sudah beberapa kali menguap, melihat itu Bram dan teman-temannya memutuskan kembali ke rumah Bram untuk berkumpul. Dan di sanalah drama menangis itu kembali terjadi setelah turun dari motor Clara langsung duduk di pojok ruang tamu dan sesenggukan karena memikirkan besok dia kembali di tinggalkan oleh Bram dan dia akan kembalu kesepian lagi. Teman-teman Bram yang melihat itu pun memutuskan untuk duduk di teras dan memberikan mereka ruang untuk berbicara dari hati ke hati mengingat Clara yang baru mengetahui kepergian Bram beberapa jam yang lalu.


Bram langsung memeluk Clara dan beberapa kali memint maaf karena kesalahannya yang tidak memberitahukan Clara lebih awal


"Sayang.. Nanti aku pulang lagi kok. Aku ingin melihat mu mengenakan baju hitam putih saat ospek Maba nanti atau kamu mau kuliah bareng aku? Aku tungguin kamu disana. jangan nangis ya?" tapi Clara tidak menghiraukannya ini terlalu mendadak. Kemarin baru dia bertengkar hebat dengan Bram dan hari ini dia harus di tinggalkan. Bram terlalu memberikannya luka tanpa memberinya waktu untuk beristirahat sebentar saja.


Hp Clara bergetar tanda telepon masuk yang ternyata tante Clara melihat Clara yang tidak memungkinkan untuk berbicara akhirnya Bram yang mengangkat telepin dari tante Clara


"Clara tidak mau pulang tante. Sebentar lagi ya tante" ucap Bram hati-hati takut tante Clara akan marah karena Clara tidak ingin pulang


"ya sudah tapi jam 9 harus pulang ya" Bram menghembuskan nafas lega


"ok tante" dan Bram kembali menyimpan Hp Clara


"Tante kamu nyuruh pulang. Pulang yukk.. Sebelum pulang jajan dulu mau nggak?" dan Clara menggeleng sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Bram dia semakin mengeratkan pelukannya pada Bram dan menghirup aroma Bram dalam.


"Ayo pulang" ajak Clara karena dia pun takut jika tante nya akan marah padanya jika terlambat pulang. di perjalanan pulang, Bram beberapa kali menawarkan jajan untuk Clara tapi Clara menolaknya tumben pikir Bram.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Clara, Bram sejenak mampir sekalian berpamitan pada tante Clara bahwa sebentar subuh dia akan berangkat menuju kota M karena pesawatnya take off pukul 7 pagi dan Bram akan masuk kuliah pukul 5 sore.


Setelah berpamitan, Bram pun langsung pulang tanpa drama air mata dari Clara tapi tanpa sepengetahuan Bram, Clara berdiri di balik jendela kamarnya melihat kepergian Bram. Clara kembali menangis sesenggukan dan menutupi mulutnya agar orang di rumah nya tidak tau jika dia sedang menangis. Karena kelelahan menangis, Clara tertidur sambil duduk di depan jendela kamarnya yang terbuka.


Seperti kepergian Bram sebelumnya, Clara beberapa kali terbangun karena merasakan sesak pada dadanya dan jantungnya berdetak sangat kencang sampai dia tertidur kembali dan dia tetap sesenggukan di tidurnya. Siapapun yang melihatnya pasti akan ikut menangis betapa dalam cinta Clara pada Bram.


Setelah Bram mengantarkan Clara, Bram langsung kembali ke rumahnya untuk bersiap-siap karena akan berangkat malam ini juga pukul 1 malam saat packing dia teringat Clara yang selalu membantunya packing dulu tapi kali ini tidak. Dia sadar dia salah karena membohongi Clara tapi dia oun punya alasan kuat karena tidak ingin Clara menangisi kepergiannya dan akhirnya memberatkan jalannya. Sejujurnya, Bram pun melihat Clara berdiri di depan jendela kamarnya dan melihat Clara memegangi dadanya ingin sekali dia kembali dan memeluk Clara tapi dia berusaha menahannya karena tidak ingin Clara semakin rapuh. Dia tau Clara dari kecil memang sudah memiliki fisik yang lemah makanya dia sangat extra menjaga Clara. Sayangnya keluarga Clara terkadang lupa akan betapa lemahnya Clara sampai sering sekali mereka mengabaikannya bahkan membiarkan Clara selalu sendirian menghadapi semuanya sendiri.


tunggu aku Clara. Setelah aku mamou berdiri di kaki ku sendiri aku akan membawamu dan selalu berada di sampingmu tanpa membiarkan mu terluka lagi. Air matamu hanya boleh keluar jika itu air mata kebahagiaan batin Bram sambil mengisap air mata yang tanpa pamit membasabi sudut matanya. Teman-teman Bram yang memang dari tadi hanya memperhatikan Bram yang banyak diam melihat itu dan mereka tau betapa Bram sangat mencintai Clara tapi kadang namanya laki-laki khilaf apalagi sedang LDR wkwkwkw


Setelah Packing, Bram pun kembali bergabung dengan teman-temannya dan meminum segelas kopu hitam hangat yang mereka seduh tadi. Disana hanya ada Bram dan teman-temannya mereka sudah mengantarkan pacar mereka pulang kerumah nya.


Teman-teman Bram menemani Bram sampai Bram berankat sebentar dan mereka akan menginap di rumah Bram dan Bram mengizinkan hal itu.


Pukul 2 malam mobil jemputan Bram sudah datang dan Bram pun kembali masuk ke kamar nya memeriksan barang-barang yang sempat dia lupa masukkan ke dalam koper nya tak sengaja dia melihat gelang Clara tergantung indah disana dan Bram meneteskan kembali air matanya


Yang.. Aku akan mengambil gelang ku nanti saat kamu akan pulang yaa Suara ceria Clara saat itu dan Bram mengambil gelang Clara dan menciumnya yang disana masih sangat jelas bau parfum Clara.


Clara mebggeret kopernya sambil berpamitan pada teman-temannya


"Gua titip jagain Clara ya Bro. Siapa tau nanti dia butuh bantuan"


"sip bro" ucap teman Bram serempak


Bram sudah menduduki kursi penumpang dan membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya.


Bram merogoh kantong celananya dan melihat gelang Clara dan dia menggenggam nya erat


"aku pergi sayang. Jangan sakit yaa.. Love U" Batin Bram. Akhirnya dia mengambil Hp nya dan memngirimi Clara pesan


"Sayang.. Aku sudah berangkat maaf tak pamit dan tidak sempat memelukmu. Nanti saat aku pulang aku akan memelukmu sepuasnya. Oh iya belajar yang giat ya supaya bisa nyusul aku kuliah di sini. Tapi dimanapun nanti kamu kuliah aku akan mengunjungi mu. I Love U Clara Ku. Jangan sakit yaa.makan yang teratur" isi pesan Bram pada Clara dia berpikir Clara sudah tidur jadi Clara akan membaca pesannya besok pagi setelah bangun tapi di luar dugaan Clara sudah membaca pesan dari Bram sambi sesenggukan dia membalas pesan Bram


"sayang.. Aku kembali kesepiab tanpamu baca doa sebelum naik pesawat ya. Telepon aku jika sudah sampai heheh" isi pesan Clara yang di iringis yang sangat memilukan. Membaca pesan dari Clara, Bram kembali menciumi gelang Clara dia sangat tau Clara saat ini pasti menangis.


Tunggu sebentar lagi sayang batin Bram dan akhirnya tertidur.


Clara semakin menangis membayangkan kepergian Bram hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja dan belum masalah mereka benar-benar selesai Bram sudah pergi lagi. Akhirnya Clara memutuskan untuk mengambil wudhu dan shalat untuk kelancaran perjalanan Bram dan di beri keselamatan dan kuliahnya cepat selesai sampai pada akhirnya Clara tertidur diatasa sejadahnya.


Pagi harinya, Clara terbangun diatas sejadahnya akhirnya dia kembali mengambil wudhu dan segera melaksanakan Shalat subuh nya yang terlambat beberapa menit. Setelah shalat subuh dia melihat Hp nya dan melihat postingan Bram di sosial medianya yang sekarang ini sudah berada di Bandara dan menunggu Check in


hati-hati di jalan sayang see u again batin Clara dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


Clara beranjak membersihkan kamarnya lalu kemudian beralih membersihkan rumah sambil menunggu nenek nya membuat teh dan gorengan untuk dimakan di pagi hari. Clara tidak datang ke sekolah karena Clara tinggal menunggi jadwal UN dan ini adalah minggu tenang yang di berikan oleh pihak sekolah pada siswa-siswi kelas 3 sebelum menghadapi ujian penentu kelulusan bukannya senang malah Clara merasa miris dengan libur nya karena dia sudah berencana akan jalan-jalan bersama Bram minggu ini ke pantai yang lebih indah ternyata itu hanya angan saja karena Bram sudah pulang untuk berkuliah di kota B di pulau J.


__ADS_2