Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
41


__ADS_3

Liburan akhir semester telah usai Bram telah kembali ke kota B dan memulai semester 5 nya dengan semangat. Dia akan mengikuti magang tahun ini selama 2 semester atau 1 tahun di perusahaan yang menerimanya tentu hal itu tidak mudah tapi karena dia bukanlah anak yang mudah putus asa, akhirnya dia di terima di salah satu perusahaan dan di gaji setiap bulannya sebesar 3 juta.


Sedangkan Clara yang memasuki semester 3 nya dengan olahraga jantung menurutnya, bagaimana tidak di tengah kesibukannya mengurus organisasi yang akan menyambut kehadiran adik penerusnya, dia harus di hadapkan dengan mata kuliah yang menurutnya semakin kesini semakin sulit tapi untung saja teman-teman sekelasnya saling support dan saling membagi kunci jawaban melalui grup Whatsapp kelas nya.


Kabar Bram yang semakin hari semakin menghilang pun sudah tidak lagi mengganggu pikirannya tohh jika dia menganggap aku rumahnya, dia akan kembali dengan utuh padaku pikir Clara.


Tanpa di duga, pengabaian Bram padanya justru memberi celah untuk orang lain masuk ke pikirannya apalagi orang itu masuk dengan rapih ke dalam kehidupan Clara. Dia adalah Ilham. Ahmad Ilham Arifin teman satu sekolah dengan Clara sejak SMP dan kelasnya selalu berdekatan. Ilham sosok yang religius tapi sedikit gesrek mampu membuat Clara melupakan kesedihannya. Apa lagi Clara beberapa kali mendapat laporan dari orang terdekatnya bahwa disana Bram dekat dengan perempuan lain pernah juga Bram memberitahunya bahwa dia ingin liburan ke kota J bersama sahabatnya sejak SMA justru disana dia ketemuan dengan selingkuhannya dan Clara sudah menduga hal itu tapi dia sudah tidak bisa melakukan apapun dia sudah pasrah sampai pada akhirnya Ilham datang membawa angin segar untuk Clara.


Perhatian kecil Ilham terhadap Clara membuat Clara nyaman apalagi Ilham beberapa kali membela Clara dan menyelesaikan masalah Clara saat rapat angkatan.


Ilham yang sangat tau bahwa Clara adalah sosok yang banyak masalah tapi menutupi nya dengan senyuman menarik perhatiannya sehingga hampir setiap hari dia mendekati Clara untuk sekedar berbincang entah membahas masa SMP atau SMA nya bahkan Clara pernah didapati oleh Ilham menangis sesenggukan karena sangat merindukan Bram tapi Bram sibuk dengan selingkuhannya. Clara tau itu, bahkan sampai orang nya diapun tau dan Ilhan diam-diam menstalking sosial media perempuan itu yang membuatnya tercengang adalah dari fisik Clara jauh lebih baik bahkan sangat jauh lebih baik dari sikap pun Clara baik apalagi dia humoris dan sering mengalah untuk kebaikan bahkan menurut Ilham otak Clara jauh lebih baik hanya saja ini soal keberuntungan. Clara yang memang rezekinya hanya bisa berkuliah di kotanya dan hal yang paling membuat Ilham mundur untuk mendekati Clara untuk di jadikan kekasih adalah dia merasa tidak mampu menggeser nama Bram di hati Clara dan rasa nyaman yang dia berikan pada Clara hanya dianggap rasa nyaman karena sahabat tidak ingin di sebut perebut walaupun sebenarnya Bram yang sudah terkesan membuang Clara, Ilham hanya hadir di sisi Clara sebagai sahabat.


Clara yang sebenarnya baper dengan perhatian Ilham, berusaha sekuat tenaga untuk membentengi dirinya karena dia tau ini hanyalah sesaat.


Pernah suatu hari Clara tertidur meringkuk di ruang tamu sekretarianya di temani oleh Sari yang sibuk dengan Hp nya, tiba-tiba Ilham keluar dari kamar membawa selimut tebal dan menyelimuti Clara lalu sengaja duduk di ujung kursi tempat Clara tertidur agar dia bisa memberi kehangatan pada kaki Clara. Tapi saat Clara bangun, dia sudah tidak ada disana beberapa hari kemudian dia mendengar itu dari teman-temannya karena sibuk menggosipkan dia dengan Ilham. Dan hampir 1 kampus mengira bahwa Clara dan Ilham adalah sepasang kekasih karena mereka sering terlihat berjalan berdua di lingkungan kampus.

__ADS_1


Clara yang mendengar gosip itupun perlahan menjauhi Ilham apalagi baru saja dia mengetahui bahwa salah satu teman kelasnya sudah menyukai Ilham dari awal masuk kuliah.


Clara pun dengan sengaja berpura-pura menelpon Bram dengan kata-kata romantis saat dia melihat Ilham akan mendekat padanya. Hal itu lah yang tiba-tiba menyadarkan Ilham untuk menjauhi Clara sosok yang di matanya hampir memiliki sifat seperti ibunya.


Semakin hari, Clara semakin berjarak dengan Ilham sampai suatu hari Clara yang datang ke kampus terlalu pagi, ternyata disana Ilham sudah hadir terlebih dahulu. Clara yang sengaja menghindarinya pun terpaksa mengambil sapu untuk menyapu di teras kelasnya. Melalui ekor matanya, dia bisa melihat ilham berdiri dari kursi dan terdengar suara sepatu Ilham yang beradu dengan lantai mendekat padanya.


"Assalamualaikum" Ucap Ilham menyapa dengan salam pada Clara


"Wa'alaikum salam" jawab Clara gugup dan meraih Hpnya dan tanpa sengaja menelpon nomor Bram


"Afwan ukhti bisa kita bicara?"


" Afwan.. kamu sudah tau perasaan ku padamu kan?tanoa ku beri tahu pun kamu pasti tahu karena yang ku tahu Aulia yang ku kenal adalah sosok yang peka terhadap perasaan orang lain terbukti dia akan merelakan apapun untuk orang sekitarnya" ungkap Ilham panjang lebar


"huff.. Afwan akhi telah membuatmu tidak nyaman karena menjauhi mu. Aku hanya tidak ingin persaudaraan yang di bangun sejak awal rusak hanya karena perasaan sesaat mu. Kamu tau bukan aku mencintainya" jawab Clara menunduk dan cairan bening itu luruh karena mengingat Bram yang sudah tidak memperdulikannya

__ADS_1


"tidak adakah tempat untukku?" tanya Ilham


"afwan.. Tempat mu bersama dengan saudara-saudara kita di Bahasa Inggris tapi tempat mu lebih khusus karena kau pun sahabatku yang selalu membantuku selama ini"


"baiklah.. Kita bersahabat. Tapi jika suatu saat nanti dia benar-benar sudah tidak tau arah berpulang padamu, datang lah padaku" ucap Ilham dengan mata yang sedikit lagi mengeluarkan cairan beningnya. Bram yang mendengar semua itu pun terpaku di tempatnya. Clara adalah perempuan yang sangat di cintainya dan saat ini tengah berbicara dengan romantis dengan orang lain walaupun itu penolakan.


Ilham yang ingin memberi ruang pada Clara pun beranjak pergi apalagi saat ini di teras kelasnya di lantai 2 banyak pasang mata yang melihat kearahnya. Pasangan yang di gadang-gadang adalah pasangan serasi.


Setelah kepergian Ilham, Clara pun berjongkok dan menangis sesenggukan dan itu tidak lepas dari penglihatan Ilham yang memperhatikan Clara dari jauh


Sedalan itukah rasamu padanya? Dia menyakiti mu tapi kamu tetap mencintainya. Aku cemburu padanya yang lebih dulu menemukan cintamu yang hatinya sangat luas ingin rasanya Ilham merengkuh tibuh yang bergetar itu.


Clara yang tidak sengaja menekan ikon loudspeaker mendengar Bram memanngilnya akhirnya tersadar bahwa saat ini teleponnya tersambung pada Bram.


Clara yang sangat kecewa pada Bram karena kesalahan yang berulang kali dia perbuat nya pun membuat hati Clara seperti membeku dan tidak ingin berbicara pada Bram entah sampai kapan.

__ADS_1


Bram yang mengerti pun akhirnya mengalah dan tak memaksakan Clara untuk berbicara padanya. Karena hal ini lah membuat Bram bersemangat menyelesaikan kuliahnya sesegera mungkin agar bisa kembali ke sisi Clara


Maaf aku lagi-lagi menyianyiakan mu. Tunggu aku please.. Batin Bram.


__ADS_2