
Jam 8 Clara bangun dan mandi. Setelah mandi dan berpakaian lengkap, dia ingin keluar untuk berjalan-jalan di sekitar kost Bram akan tetapi pincu terkunci. Clara menghela nafas beberapa kali Bram menguncinya dari luar lalu di tinggalkan entah berapa jam. Jadi dia memutuskan untuk bermain Hp saja sambil menunggu Bram tiba-tiba tante nya dari kota J menelpon
"Ya Halo Assalamualaikum kenapa Tan?"
"Wa'alaikumsalam nak kamu masih di kota B?"
"Iya Tan, mungkin akan pulang setelah Bram pulang dari kampus"
"Hari ini tante, om dan sepupu mu akan ke negara A untuk menemani om mu berobat. Sebenarnya dadakan sih karena dokter yang disana baru menghubungi tadi malam. Apa kamu mau ikut?"
"berapa lama Tan?"
" paling 1 mingguan nak. Kalau kamu mau ikut kakak mu bisa membelikan kamu tiket untuk keberangkatan malam nanti. Tapi siang ini tante akan berangkat jadi kamu menyusul saja" Clara berpikir sejenak sebenarnya dia ingin ikut, tapi memikirkan bahwa biaya tiket kesana sangat mahal apalagi di beli dadakan pasti akan lebih mahal lagi dan Clara merasa tidak enak pada tante nya jika harus menghabiskan uang sebanyak itu untuk nya. Apalagi disana dia hanya akan ikut tanpa melakukan apapun pikirnya malah akan tambah merepotkan. Apalagi tantenya bukanlah golongan konglomerat yang bisa menghamburkan uang begitu saja di tambah harus mengeluarkan biaya ekstra untuk berobat om nya.
"emm aku gak usah ikut deh Tan aku jaga rumah aja"
"loh kenapa? Di rumah gak ada orang nak"
"ya mau gimana lagi atau aku pulang ke kota S aja tan?"
"gimana kalau kamu disana aja dulu kamu baru pulang kalau tante udah pulang"
"emang boleh Tan?"
"boleh dong asal jangan ngerepotin Bram dan jangan melanggar kepercayaan oh iya kirim nomor rekening kamu ya gak enak kalau kamu pakai uang Bram terus buat jajan"
"Oke Tan. Udah" kata Clara setelah mengirimkan nomor rekening nya pada tante nya tanpa mematikan sambungan telepon
"Nak.. Jangan keluar-keluar malam ya.. Angin malem gak baik buat kesehatan. Jangan begadang" setelah berbincang cukup lama.dan mendengarkan nasehat tantenya akhirnya sambungan telepon pun terputus. Kembali notifikasi dari Bank masuk ke Hp nya ternyata tantenya mengirimkan uang 5 juta kepada Clara untuk jajan katanya.. Uhhh tante nya memang sangat royal wkwkwk
__ADS_1
Lama melihat-lihat sosial media nya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar dan Clara tiba-tiba terdiam dan tak bergerak sama sekali. Dia takut itu adalah orang jahat
"Bramm lu di dalem?" terdengar suara bariton pria dari luar kamar sambil mengetuk pintu. Lebih tepatnya menggedor pintu tidak sabaran. Clara tidak berniat membuka suara nya dia takut orang itu berniat jahat padanya atau Bram karena dia berpikir tidak ada orang baik yang menggedor ointu sekencang itu.
Tidak lama gedoran itu semakin kuat seperti pintu akan di dobrak Clara semakin ketakutan dan mencoba mencari tempat persembunyian ada apa inii.. Di luar siapaa.. Bram cepet pulang please batinnya sambil meneteskan air mata nya dan tangannya sangat dingin dan gemetar. Tiba-tiba gedoran ointu itu berhenti dan terdengar berbicara entah membicarakan apa dan salah satunya suara Bram terdengar marah-marah. Clara takut.. Takuttt sekali lalu dia menuju ke lemari dua pintu dan membukanya lalu masuk kedalamnya. Suara pintu kamar terbuka dan Clara menutup matanya jantungnya berdetak sangat kencang
"Clar... Sayang? Kamu di WC?" hufff suara Bram tapi tunggu terdengar suara lain juga di dalam kamar akhirnya Clara memutuskan keluar dari lemari
"aku di sini Bram" ucapnya dan terlihat sangat pucat
"Maaf ya.. Kamu takut ya? Tadi itu orang stres kamu jangan takut ya" ucapnya sambil mengelap air mata Clara. Dia sangat kasihan melihat Clara yang sangat pucat dan tubuhnya bergetar dia sangat ketakutan.
"gak apa-apa kok dek sorry ya seharusnya gue jagain elo tapi kebetulan tadi gue di WC jadi gue buru-buru nelpon Bram gue kebelet banget soalnya" ucap teman Bram yang bernam kak Ahmad. Clara hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah melihat situasi aman akhirnya Kak Ahmad keluar sambil menepuk bahu Bram.
"Maaf ya.. Oh iya tadi tante kamu nelpon katanya kamu di sini dulu sampai tante kamu balik"
"gak apa-apa kok.. Kamu mau jalan sambil cari makan gak?"
"ke mall aja deh soalnya aku cuman punya 3 pasang baju, mau beli baju rumahan sama baju pergi-pergi. Dikit doang kok" Bram pun mengangguk lalu berjalan ke meja belajar untuk menyimpan tas nya dan dia meraih jaket serta kunci motornya.
Merekapun berjalan keluar dan berpapasan dengan kak Ahmad dan pacarnya
"kalian mau kemana?"
"ini kak. Clara mau beli pakaian soalnya liburannya di tambah"
"yaudah kita ikut ya" akhirnya kita pergi berempat dengan 2 motor.
Sesampainya di mall mereka langsung ke outlet pakaian wanita lengkat serta dalaman-**********. Bram beberapa kali memilihkan pakaian untuk Clara dan Clara menyukainya lalu Clara memilih 2 baju tidur oneset dan mengambil beberapa baju kaos bigsize dan mengambil manset serta membeli celana gombrang. Saat akan memilih pakaian dalam, Clara memilih pergi sendiri karena merasa malu setelah memilih nya Clara kembali pada Bram yang tengah kerepotan memegang keranjang belanjaan tapi ada yang aneh karena Clara merasa tidak membeli tas, sepatu dan sendal tapi Bram terlihat membawa dan itu dari Brand ternama tapi Clara tidak mau ambil pusing mungkin saja itu milik pacar temannya karena kak Ahmad mungkin tangannya sedang sakit wkwkwk.
__ADS_1
Clara dan Bram berjalan menuju kasir meninggalkan kak Ahmad karena pacarnya masih memilih pakaian.
Clara mengeluarkan pakaiannya terlebih dahulu dimana terdapat 2 celana panjang kain, 1 rok panjang, 3 baju kaos lengan pendek Big size dan 1 lengan panjang, 1 gamis, 1 celana jeans, 2 kemeja, 1 hoodie, 1 sweater, 2 jilbab instan, 2 pashmina, 2 jilbab segi empat, 2 pasang kaos kaki, 1 dalaman jilbab, 2 pasang baju tidur dan totalnya 1,2 juta karena kebetulan sedang diskon besar-besaran Clara segera membuka aplikasi Bank di Hp nya Bram sempat mencegahnya karena dia yang akan membayarnya tapi Clara menolak karena dia mendapat cukup banyak uang jajan dari tante nya. Setelah itu giliran Bram maju ke kasir dan memberikan sepatu, sendal, serta tas yang totalnya 3 juta. Clara sempat kebingungan melihat Bram membeli seperti itu lalu kemudian Bram menyodorkan untuk nya
"untuk kamu. Kan kamu lumayan lama di sini kalau gak ganti sepatu nanti kaki kamu jamuran sendalnya buat di pake ke masjid soalnya tadi subhh senior aku keliling nyari sendalnya buat di pake ke masjid ehh kamu yang pake jadi dia pake sepatu malah sepatunha ilang di masjid"
"ehh seriusan? Yaudah kita cari sepatu buat senior kamu yuk aku gak enak gara-gara aku sepatunya ilang"
"yuk.. Kebetulan orang nya besok ulang tahun"
Akhirnya mereka berjalan keluar dari outlet perempuan dan menuju ke outlet sepatu khusus untuk pria. Kak ahmad dan pacarnya sudah keluar terlebih dahulu dan mereka janjian akan bertemu di tempat makan jam 1 siang nanti.
Clara melihat sepatu kets putih yang hampir mirip dengan sepatu yang di belikan oleh Bram untuk nya jadi Clara diam-diam membeli sepatu itu untuk Bram lalu memasukkannya ke kantong belanjaan yang dia bawa agar Bram tidak curiga jika kantong yang dia bawa bertambah.
Setelah 20 menit mencari akhirnya mereka memilih sepatu berwarna navy dengan corak abstrak untuk senior Bram dengan harga 700 ribu.
Setelah puas berkeliling Bram melirik jam tangannya dan melihat waktu menunjukkan pukul 12.20 jadi dia mengajak Clara untuk ke mushollah yang ada di mall itu.setelah shalat, mereka berjalan lagi mencari keberadaan Kak Ahmad yang katanya sudah lebih dulu berada di tempat makan favorit anak muda itu.
Mereka segera memesan makanan, setelah itu sambil menunggu pesanan mereka bercerita berbagai hal sampai makanan datang dan mereka menyantap makanannya dengan tenang.
Setelah itu mereka kembali ke parkiran dan mereka berpisah disana karen kak Ahmad akan langsung pulang karena kuliah jam 3 sedangkan Bram dan Clara berkeliling sebentar lalu ke supermarket untuk membeli bahan makanan seperti sayur, ayam, daging, buah dan bumbu lainnya. Clara berniat memasak saja dari pada harus membeli makanan jadi yang bisa di bilang sangat boros jika 3 kali membeli makanan berat belum cemilannya. Clara juga membeli cemilan berukuran besar untuk nanti di masukkan ke toples dan kulkas untuk stok nya jadi tidak perlu selalu keluar untuk membeli cemilan.
setelah berbelanja, mereka pulang ke kost dengan belanjaan penuh dan sampai di kost an mereka kerepotan untung saja ada kakak senior yang sepatunya hilang yang sigap membantunya memasukkan barang ke dalam kamar.
"terima kasih kak" ucap Clara sambil tersenyum dan kakak senior ya g bernama Aril itu mengangguk sambil tersenyum. Bram tiba-tiba menyodorkan tas belanja berisi sepatu kepada kak Aril.
Kak aril sempat menolak tapi Bram mengatakan itu bukan ganti sepatunya yang hilang akan tetapi hadiah ulang tahunnya
"terima kasih ya dek" ucapnya tulus. Di balas senyuman oleh pasangan serasi itu. Dan Kak Aril berlalu ke kamar nya.
__ADS_1