
Saat ini Bram tengah berdiri di depan rumah Clara.dia bersama dengan temannya Fadil yang memang menjemputnya di bandara karena dia sudah menetap di kota M.
"Assalamualaikum" Ucap Bram sambil mengetok pintu pagar Clara yang nampak sepi. Dia sudah beberapa kali mengucapkan salam tapi tak kunjung pemilik rumah membuka pintu.
Di dalam rumah, Tante Clara yang masih menonton TV di dalam kamar merasa enggan untuk membuka pintu apalagi saat ini hanya dia yang terjaga di dalam rumah padahal jam masih menunjukkan pukul 8 malam. Dia melirik Clara yang memang setelah maghrib sudah tertidur karena kelelahan dan badannya sedikit hangat. Clara baru saja mengikuti Bazar mulai dari pagi sampai menjelang maghrib.
"Assalamualaikum" Tante Clara yang juga merasa penasaran dengan tamu yang tak kunjung pergi pun memutuskan untuk membangunkan Clara
"Clar.. Temenin ke depan yuk" yang hanya di balas deheman dari Clara karena kesulitan membuka matanya.
Tante Clara pun memutuskan untuk membuka pintu
"Wa'alaikumsalam" teriak tante Clara dari dalan rumah tapi tak didengar oleh Bram. Bram yang merasa putus asa pun sudah berbalik ingin pergi tapi mendengar pintu terbuka dia pun kembali menunggu gerbang di buka.
Tante Clara membuka gerbang dan memicingkan mata karena tidak terlalu melihat jelas 2 pria di depannya dan tiba-tiba tangannya di raih untuk bersalaman tante Clara langsung tau siapa yang ada di hadapannya saat ini
"Tan.. Clara ada?" tanya Bram
"Nak Bram masuk.. masuk.. Clara nya udah tidur kecapean dan badannya anget. Tunggu ya tante panggilin" sambil berlalu masuk untuk membangunkan Clara.
Tante Clara akan membuka pintu kamar di kagetkan oleh Clara yang penampilannya acak-acakan. Celana joger pendek dan baju kemeja pas body dengan leher berebntuk V dan jangan lupakan bajunya yang robek di bagian ketiaknya dan rambut yang acak-acakan karena belum keramas selama 2 hari. Melihat itu, sang tante berniat mengerjai Clara
"Di depan ada tamu kamu tuhh.. Temuin gih" ucap sang tante tanpa memberitahukan siapa yang datang
"Siapa sih? Aku gak ada janjian loh sama temen. Mana ada juga temen aku yang datang ke rumah"
"udah.. temuin sana" Clara yang penasaran pun bergegas ke depan tanpa merapikan penampilannya karena dia pikir mungkin hanya salah orang. Tiba di depan pintu, dia melihat 2 pria yang sedang merokok
"Ish siapa sih.. Gak tau apa gue lagi capek banget" gerutu nya. Clara yang belum menyadari siapa tamunya dengan kesal menghempaskan tubuh nya di kursi teras nya untuk menunjukkan pada sang tamu bahwa dia sangat kesal. 2 pria yang melihatnya pun tertawa apalagi melihat Clara yang memejamkan matanya
"ehhemm" Clara yang merasa mengenali suara itu pun membuka mata dan langsung menegakkan badannya. sambil memicingkan matanya lalu mengucek nya beberapa kali untuk memastikan dia tidak salah lihat saat ini
'Bram? Fadil?" ucapnya. "ahh apa gue mimpi ya? Ahh gara-gara kecapean ini pasti" Bram yang gemas melihat Clara pun mencubit pipi Clara
"Aww.."
"Gue gak mimpi nih?" tanyanya
"Enggak Clara Aulia" balas mereka berdua kemudian tergelak karena pertanyaan konyol Clara
"Ohhh enggak"
Whaatt? Cuma ohh doang? Batin Bram dan Fadil bersamaan
__ADS_1
"Ehh.. Ini beneran?" tanya Clara lagi dan kemudian menguap. Bram yang melihat nya langsung saja memasukkan martabak ke dalam mulut Clara. Di luar dugaan Clara merespon dengan konyol
"wahh enak juga nih mimpi gue ketemu si Bram, sekarang sampr mimpi makan martabak lagi" ucapnya sambil nengunyah dan memejamkan matanya. Bram yang sudah tidak tahan pun meraih air minum botolan yang dia bawa dan menuangkan sedikit ke telapak tangannya lalu mengusapkan ke wajah Clara.
"Ihhh" kesal Clara dan membuka matanya.
"Sayang.. Aku udah datang ini" ucap Bram
"Astaga.. Sejak kapan?" tanya Clara.
"Tadi siang nyampe kota M terus di jemput Fadil terus jam 3 an berangkat ke kota S, nyampe habis maghrib terus mampir ke rumah dulu terus ke sini deh" jelas Bram
"SURPRISEEE" teriak Fadil heboh
"kalian sweet banget sihh" ucap Clara sambil menopang dagunya. Sedetik kemudian dia langsung berhambur kepangkuan Bram dan memeluknya. Bram yang tidak menyangka respon Clara akan seperti ini pun merasa bahagia dan menghadiahi kecupan di pipi Clara. Fadil yanh tidak ingin mengganggu moment melepas rindu sepasang kekasih itupun berdiri dan masuk ke ruang tamu untuk berbaring di sofa.
"kangen ya?" tanya Bram pada Clara tapi Clara tidak menjawabnya. Bram yang berpikir Clara tidak ingin berbicara pun mengusap kepala Clara untuk menenangkannya karena mengira Clara sedang menangis. Beberapa menit kemudian dia mendengar dengkuran halus dari Clara
"Ya salam.. ni anak malah molor" ucapnya sambil terkekeh. Dia pun menggenggam tangan Clara yang sangat dingin lalu menyentuh kening Clara yang sudah sangat panas.
"Dil.. mintain obat dong di dalem.. gue gak bisa berdiri inihh Clara nemplok ke gue" ucapnya sedikit berteriak pada Fadil. Fadil yang mendengarnya pun tanpa sungkan masuk ke dalam dan meminta obat pada tante Clara. Setelah dia mendapatkan obat, Fadil memberikannya pada Bram
"Aihh.. Gue pikir kalian lagi so sweetan ehh malah ngorok-ngorokan" ucapnya dengan tertawa
"ah udah ketawanya. Bantuin ini gue mau pindahin dia. Mana sanggup mangku gajah duduk" dan mereka tertawa lepas.
"Oi.. Oi.. Ngorok mulu kamu.. Bangun gih minum obat" sambil menepuk pelan pipi Clara yang tak kunjung bangun.
"Claraaaa bangun" sambil menutup hidung dan mulut Clara. Clara yang kesulitan bernafas segera membuka mata dan duduk.
"Kalian bawa apaan? Bawa makanan kan?" ucapnya tanpa malu dan langsung meraih kantong plastik yang berada di meja. Dia langsung memakan martabak 1 porsi lalu memakan pentolan
"obat nya mana?" tanyanya sambil menengadahkan tangan pada Bram. Bram pun langsung menyerahkan obat penurun panas pada Clara.
Bram dan Fadil hanya diam melihat tingkah Clara yang absurb menurut mereka.
"Kalian berdua gak usah balik ya. Ajak temen-temen aja kesini. Kita bakar-bakar ikan. Mau gak?" ajaknya
"emang kamu punya berapa ekor ikan?" tanya fadil
"gak ada" jawab Clara polos
2 pria itu pun semakin tergelak tawa karena Clara. Clara yang kebingungan tetap melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"Kan ada Bram. Dia bisa beli kok" whattt? kaget Bram yang tanpa Clara meminta dan menanyakan apa dia punya uang apa tidak. Tapi melihat Clara yang berbinar dia tidak tega menolak
"Yaudah.. Nih." sambil menyerahkan uang 500 ribu dan meletakkannya di meja dan Clara langsung meraihnya
"Nah ini Dil. . Lu beli Ikan 300 ribu, air 2 dos aja kali ya jadi 46 ribu, Cabe, tomat, bawang semua 50 rb, 100 nya brli cemilan ya.. Elu tambahin dehh Dil beli ayam jangan pelit.. Ikannya ikan kembung ya.. Kalo ada udang gede sekalian beli" perintah Clara dan menyerahkan uang 600 ribu pada fadil karena dia menambahkan uang 100
"kok gue sendiri sih Clar" protes Fadil
"lah kan yayang gue habis perjalanan jauh jadi kita mau pacaran dulu gue juga lagi sakit inii" ucapnya sambil memegang kepalanya
"Ya udah iya.. Iya" pasrah nya.
Clara yang tertawa cekikikan melihat kekesalan Fadil pun berusaha menutupinya dengan meraih Hp Bram untuk menghubungi teman-teman Bram setelah itu dia menghubungi teman-temannya. Setelah mengirim pesan siaran pada teman-temannya Clara beranjak ke dalam rumah untuk berganti baju dan mengambil kunci motor lalu menyerahkannya pad Bram karena ingin menyusul Fadil yang baru saja berangkat.
Clara sangat bahagia kali ini karena kembali bertemu dengan Bram dan berkumpul dengan teman-temannya.
Setelah 1 setengah jam mereka berbelanja, merekapun pulang kerumah Clara dan disana sudah ada beberapa teman-teman mereka yang berkumpul. Teman-temannya yang melihat kedatangan tiga orang itupun segera berdiri dan mengambil belanjaan.
Mereka yang memang berpengalaman untuk membersihkan ikan, dengan telaten membersihkan ikan di teras depan Clara yang memang disana terdapat keran air bersih. Clara dan para perrmpuan membuat sambal untuk cocolan dan untuk bumbu ayam bakar.
Kompor untuk memasak ayam terlebih dahulu sudah di angkat ke halaman samoing rumah Clara yang memang sangat luas dan tentunya aman dari hewan seperti ular ataupun anjing. Beberapa pria juga menyalakan api menggunakan sabuk kelapa untuk membakar ikan.
Hammock sudah tergantung di beberapa tempat selain luas, halaman rumah Clara juga terdapat pohon mangga dan kelapa sehingga bagus untuk menggantung hammock.
Tante Clara yang mendengar keributan di luar rumah pun keluat ke teras dan melihat di samping rumah dan di depan rumahnya sangat ramai dia pun berinisiatif untuk memberikan tenda besar serta karpet untuk mereka. Mereka pun mengambilnya dan segera menghemparkan karpet dan membangun tenda. Jadilah kemah dadakan.
Setelah semua bahan siap dan ayan yang matang sudah siap untuk di bakar, para laki-laki pun mengambil alih untuk membakarnya dan para perempuan membuat nadi kuning. Bram yang melihat Clara sangat sibuk menghampiri Clara
"Sayang.. Kamu istirahat ya.. Nanti tambah sakit" ucapnya sambil meraih Clara. Teman-teman yang melihat Clara menuju hammock di antar Bram tidak keberatan karena mereka bahagia berkat Clara mereka bisa kemah dadakan seperti sekarang.
Mereka dengan kompak membakar ikan dan ayam dan memasak nasi kuning.
Clara yang saat ini sudah merasa baikan karena Bram memberinya air kelapa pun kembali bergabung dengan teman-temannya.
pukul 1 malam semua nya telah siap dan daun pisang membentang untuk alas makan mereka.
Di iringi canda tawa, mereka makan dengan nikmat.
Beberapa orang yang sedang berkeliling ronda pun di ajak bergabung dengan mereka tapi menggunakan piring karena merasa sungkan jika orang tua juga di beri daun pisang sebagai alas makan.
Mereka bercanda sambil meminum kopi sehabis makan. Para pria juga sedang bermain domino dan para perempuan sibuk bergosip. Mereka tidak kesulitan jika ingin ke toilet karena toilet sangat dekat hanya membuka pintu belakang dan 2 toilet terdapat disana. Toilet yang memang terpisah dengan rumah tapi tetap terhubung walaupun jarang di gunakan.
Mereka asik bercanda sampai pukul 4 mereka sudah tidak bisa menahan kantuk dan akhirnya tertidur.
__ADS_1
Para perempuan tidur di dalan tenda yang hanya atap saja dan para pria sebagian tidur di hammock dan sebagian juga tidur di karpet di luar tenda. Sangat aman untuk tidur disana karena tanah luas itu di kelilingi pagar se tinggi leher orang dewasa. Mereka semua terlelap hingga pukul 10 pagi dan hanya ada beberapa yang bangun untuk shalat subuh kecualu para perempuan yang tidur sangat pulas.
Setelah bangun mereka merapikan semua perlengkapan yang meraka gunakan dan para perempuan sibuk membuat roti bakar serta teh dan kopi lalu berkumpul di teras Clara untuk sarapan. Memasuki waktu dzuhur mereka sudah kembali ke rumah masing-masing termasuk Bram. Dan Clara langsung masuk ke dalam rumah setelah kepulangan sang kekasih dan teman-temannya. Dia langsung mandi dan merebahkan diri di depan TV karena merasa pusing karena bangun terlalu siang. Sang tante pun sudah berangkat ke kantor dan sang nenek yang duduk di kursi depan TV sambil mengaji. Clarapun kembali terlelap di depan TV.