Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
34


__ADS_3

Hari ini Clara sudah masuk kuliah dan tidak banyak yang di kerjakan hanya pengenala antar mahasiswa se jurusan saja. Clara yang tidak terlalu suka berbaur dengan orang baru hanya duduk di bangku baris ketiga dekat tembok sesekali dia akan menyahut atau hanya tersenyum jika ada yang lucu menurutnya. Berbeda dengan beberapa temannya sangat heboh walaupun hanya candaan yang biasa saja.


Clara yang hanya keluar kelas jika bersama dengan Putri karena Putri memang terlihat banyak tau tentang seluk beluk kampus ini.


"Clara, kamu mau gak temenin aku ke fakultas? Mau ketemu sama ketua Prodi" tanya Putri


"Boleh deh" Jawab Clara dan beranjak dari kursinya.


Mereka berdua turun dari lantai 2 dan entah hanya perasaan Clara dan Putri saja yang di perhatikan oleh orang-orang yang ada di lantai 1.


Dengan canggung, Clara dan Putri tetap berjalan melewati orang-orang yang ada di lantai 1 mereka lewat dengan hanya memperlihatkan senyum tipis kepada mahasiswi tapi Clara memperlihatkan tatapan dinginnya kepada mahasiswa baik senior maupun seangkatannya. Dia hanya tidak ingin di anggap takut kepada senior toh mereka sama-sama membayar di kampus itu. Dengan berjalan tegap tanpa menunduk Clara dan Putri melewati mereka. Setelah keluar dari gedung perkuliahan, Clara tiba-tiba duduk di parkiran motor sambil menetralkan perasaannya yang di tatap seperti itu orang banyak.


"Put penampilan aku gimana sih? Kenapa mereka liat kita kayak gitu amat perasaan baju aku sopan kok" sambil memperlihatkan dirinya kepada Putri. Dia memakai sepatu kets nude dengan rok hitam lebar di bagian bawah yang tingginya semata kaki dan mengenakan kemeja merah yang panjangnya sepinggul tidak membentuk body dan dia mengenakan jilbab hitam menutupi bagian depannya. Kemejanya dia gulung setengah lengan dan dia menyampirkan ransel ungu di bahu kanannya serta make up yang hanya menggunakan lipstik nude di ombre dengan warna pink


"Iya sopan kok Clar, tapi menurut aku yaa dengan pakaian gini justru kamu keliatan menarik banget menurut aku apalagi body proporsional gini. Kalau penamoilan aku gimana?" tanya Putri. Dan Clara memperhatikan Putri yang mengenakan Sepatu teplek berwarna pink, rok nude yang tidak terlalu lebar di bagian bawahnya serta kemeja warna jeans dengan hiasan bunga-bunga kecil panjangnya 1 jengkal di bawah pinggul dan jilbab yang di sampirkan ke belakang dengan warna jeans pula dan tas ransel coklatnya.


"Sopan kok Putr gak ada yang aneh menurut aku" kata Clara


"ah yaudah lah cuekin aja wkwkwk" Putri langsung meraih lengan Clara dan mengajaknya ke fakultas bertemu dengan sang ketua Prodi.


Setelah urusan Putri dengan sang ketua Prodi selesai, mereka berdua kembali dengan Putri memegang lengan Clara yang berjalan lebih dulu. Saat sampai di gedung perkuliahan mereka masuk dengan Putri yang memegang lengan Clara dengan keras tiba-tiba seorang senior dari gerombolan di sudut lantai 1 memanggil


"Dek.. Dek.." Clara tidak menghiraukannya dan tetap berjalan tanpa menunduk.


"Dek yang pakain kemeja bunga-bunga" panggil senior itu lagi


"Ish.. Kalau ada yang pentingkan dia bisa datengin kita ngapain kita yang detengin mereka" gerutu Clara. Putri yang merasa tidak enak dan takut jika nanti mendapat masalah pun berbalik dan menghampiri segerombolan senior yang mungkin senior tingkat akhir.

__ADS_1


"ada apa ya kak?" ucap Putri sopan di hadapan sang senior. Clara yang tidak suka jika Tari menundukkan kepalanya di hadapan senior yang menurutnya sok itu pun berhenti dan menatap Putri dari jauh takut jika nanti teman barunya itu di Bully maka dia akan pasang badan untuk sang teman baru. Bukannya sok berani, tapi jika suatu waktu ada masalah dia bisa saja mengadu kepada orang tua Bram yang katanya di beri hak istimewa pada pihak kampus karena pihak kampus mengambil sebagian tanah di belakang rumah Bram untuk membangun WC Masjid serta tangga kampus. Dengan tatapan dinginnya dia memperhatikan Putri dari kejauhan dia bisa mendengar apa saja yang di tanyakan sang senior kepada Putri


"Nama kamu siapa?" tanya senior kepada Putri


"Putri kak. Nurul Putri" Jawab Putri dengan menunduk


"Temen kamu yang disana namanya siapa?"


"Clara kak"


"CLARAAA" Teriak senior itu kepada Clara. Mendengar namanya di panggil, Clara mengernyit


"Yaa sayaa" Ucap Clara dari tempatnya


"Kesini dong dek" ucap sang senior


"Lah kan kakak senior yang butuh" ucap Clara dengan tatapan dingin dan bersikap angkuh. Putri yang melihatnya sudah panas dingin karena tau bahwa Clara adalah sosok yang tidak tersentuh karena cuek dan angkuh pada orang yang menurutnya sok berkuasa.


"Putri ke sini dek" panggil sang senior kepada Putri dan sekarang ini Putri dan clara sudah berdiri di hadapan sang senior


"Nama kamu siapa?" tanya Zaenalkepada Clara


"Clara Kak. Clara Aulia" Ucap Clara sambil menatap sang senior tapi di dalam hati nya sedang membaca do'a perlindungan diri takut di jampi-jampi katanya wkwkwk..


"Kalian jurusan apa?"


"Bahasa Inggris"

__ADS_1


"ohh sekelas sama Fadlullah?" Clara mengernyit karena tidak tau tapi Putri segera mengangguk menandakan dia tau yang bernama Fadlullah


"oh kalau gitu entar suruh dia menghadap sama saya ya.. Dia kenal sama saya kok bilang aja Kak Zenal manggil" Mendegar itu Clara naik pitam bisa-bisanya disuruh melakukan hal tidak penting seperti itu sedangkan sekarang manggil orang dari kota A ke B biza saja dengan menggunakan telepon.


"Iya kak. Kayaknya dia belum dateng" jawab Putri


"Iya saya tau kok. Entar kalau orangnya udah dateng" Clara yang mendengar penuturan sang senior pun merasa sang senior terlalu ribet dari tadi dia sudah menahan rasa jengkel nya tapi sekarang sudah tidak tertahan lagi


"Kan kakak bisa nungguin dia di lantai 1 apa susahnya sih.. Udah tau orang nya belum dateng. Dia juga capek kali batu dateng, naik ke lantai 2 habis itu turun lagi habis itu turun lagi. Ribet banget" Ucapnya dengan mulut yang sudah seperti petasan dan terdengar ketus. Mendengar ucapan sang junior Zhenal tersenyum susah di kibulin ini batin Zhenal dan merasa sangat tertarik pada Clara. Dari turun tangga saja dia sudah terpesona dengan sang junior menurutnya Clara bukan cewek seperti pada umumnya jika bertemu dengannya.


Clara segera berlalu dari hadapan Zhenal. Dia menarik Putri untuk naik ke lantai 2.


"Gimana Pak Pres? Menarik tuh si Maba. Judes dan menurut ku smart Hahaha.. pinter ngejawab orang modus" Ucap teman Zhenal sambil tertawa baru kali ini ada yang tidak terpesona dengannya.


Sesampainya Clara di kelas dia meraih Hp nya dan berniat untuk menceritakan kekesalannya pada Bram dan sekalian minta di jemput.


"Ayaaanggg... Tadi aku ketemu sama senior dbshajss fjciskabxchcuiddkskzpandbchgfy" Bram yang mendengar curhatan Clara menghela nafas karena jika sudah kesal sudah di pastikan Clara tidak akan berhenti berbicara sampai-sampai dia menyalakan loudspeaker Hp nya dan menyimpannya di meja dia sudah tau Clara akan menjafi incaran di kampus nya tapi Bram tidak khawatir karena Clara pasti akan menceritakan semuanya dari A sampai Z padanya


"Yaudah sayang. Gak usah di hiraukan" Jawab Bram santai dan itu semakin memantik kekesalan Clara


"Ihh gimana sih.. Aku gak suka ya kalau ada orang yang sok kayak gitu" Bram tertawa karena pasti saat ini Clara akan manyun dengan berbagai cara menghibur Clara akhirnya Clara sudah melupakan kekesalannya dan akhirnya mematikan telepon tanpa memberitahu Bram bahwa dia ingin di jemput.


Tiba-tiba seseorang masuk dan mendengar teman di sampingnya menyebut nama Fadlullah, diapun tau bahwa orang itu namanya Fadlullah orang yang di cari senior tadi


"Di sini yang namanya Clara Alula yang mana?" tanya Fadlullah tiba-tiba di teriaki oleh teman-teman di kelas nya


"CLARA AULIA KALIIII" Teriak mereka kompak

__ADS_1


"Ohh iya Clara Aulia yang mana?" tanya nya lagi. Mendengar namanya di sebut Clara langsung mengangkat tangannya tiba-tiba Fadlullah menghampirinya


"Tulis nomor kamu di sini" tanpa mengatakan apapun Clara langsung menulis nomornya dan mendorongnya ke ujung meja dan Fadlullah langsung meraihnya dan duduk di bangku di belakang Clara untuk mengikuti mata kuliah pertama dan satu-satunya hari itu selama 1,5 jam.


__ADS_2