
Sudah 1 bulan Clara menjalani harinya sebagai mahasiswa dia di sibukkan dengan berbagai tugas yang membuatnya semakin stres apalagi jurusan yang dia ambil bukan lah minatnya walaupun dia lumayan berbakat dalam Bahasa Inggris tapi sejujurnya Clara ingin sekali mengambil jurusan Psikologi. Begitupun dengan Bram yang saat ini sudah menginjak semester 3 yang berarti tugasnya semakin berat apalagi dia mengambil kerja part time di sebuah Cafe milik teman kuliahnya walaupun uang bulanan yang di berikan oleh orang tuanya sangat lebih dari cukup, dia juga tidak ingin terlalu bergantung pada uang orang tuanya lagi pula dia harus mencari sebanyak-banyak nya pengalaman agar nanti lebih mudah terjun di dunia kerja yang lebih berat. Dia berniat setelah lulus kuliah, dia ingin membuka usaha kuliner sesuai dengan usaha orang tuanya sekarang yang memikiki cabang dimana-mana serta berkat usaha kulinernya pula orang tuanya mampu membangun kost-kostan di kampung halamannya di pulau J orang tuanya pun memiliki beberapa rumah yang memang sudah dia persiapkan untuk anak-anaknya.
Karena kesibukan masing-masing itulah yang membuat komunikasi Clara dan Bram merenggang akhir-akhir ini pernah Clara selalu menghubungi Bram tapi tidak ada jawaban sama sekali baru beberapa hari kemudian dia mengatakan bahwa dia sangat sibuk. Clarapun akhirnya mengerti walaupun rasanya amarahnya ingin meledak tapi dia berusaha untuk memendam semuanya dia tidak boleh egois sampai pada akhirnya 3 bulan berlalu, Bram semakin mengabaikannya pernah Clara protes pada Bram karena dia tidak yakin bahwa Bram tidak memiliki libur 1 hari dalam seminggu tapi berujung Bram yang marah padanya dan memblokir nomor Clara sampai semua sosial medianya terpaksa Clara membeli nomor baru untuk menghubungi Bram dan akhirnya mereka kembali baikan tapi itu hanya sebentar tidak sampai 2 minggu mereka kembali bertengkar dan Bram kembali memblokir nomor Clara dan membuat Clara drop karena lelah dengan kuliahnya dan pertengkarannya dengan Bram yang menyita pikirannya. Tidak ada lagi istirahat untuknya walau dalam keadaan sakit dia tetap berusaha untuk mengikuti kelas dan entah sudah berapa nomor yang dia gunakan untuk menghubungi Bram dan berujung pemblokiran atau mendapat amarah dari Bram.
Clara berusaha menutupi lukanya sendiri di saat di keramaian dia sosok yang ceria seolah tanpa beban tapi saat tengah malam dia menumpah kan seluruh tangisannya dan pagi harinya dia akan menangis kembali di kamar mandi dia sangat merindukan Bram, Bram yang sangat berubah tak ada lagi perhatian dan kasih sayang darinya.
Tapi yang dia syukuri adalah saat sakit, Bram tiba-tiba menghubunginya dan melakukan panggilan vidio dan menemaninya makan walau berurai air mata karena memendam sakit Clara tetap memakan buburnya. Setelah Clara kembali pulih Bram kembali menghilang dan Clara sudah tidak ingin terlalu memikirkan hal itu dia sangat lelah mengejar sesuatu yang tidak menginginkan nya.
Semoga kamu selalu bahagia sayang setiap hari Clara selalu mengatakan itu di dalam hatinya.
__ADS_1
Sampai suatu hari Clara berbaring di dalam kamarnya dengan posisi tengkurap tiba-tiba paha atas sebelah kirinya merasakan nyeri yang luar biasa Clara pun bangun dan memeriksa pahanya disana dia melihat benjolan yang awalnya dia kira hanya benjolan biasa seperti jerawat tapi sekarang semakin membesar jantung Clara berdetak tidak beraturan dengan tangan gemetar dia membuka internet untuk mencari tahu penyakitnya tapi detik kemudian di berhenti dia tidak ingin mencari tahunya biarlah seperti ini jika nanti umurku tidak panjang setidaknya aku tidak membebani keluargaku dengan penyakitku aku berharap aku bisa bertemu dengan Bram sebelum aku tiada ucapnya dalam hati dan meneteskan air mata nya dan akhirnya sesenggukan memang seperti itu keinginannya dia tidak ingin ditinggalkan. Pernah suatu hari Bram bertanya padanya
"Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhirku?" tanya Bram menatap lekat mata Clara
"Aku akan meminta pada Allah agar aku meninggal sehari sebelum kamu meninggal" Ucap Clara dan membalas tatapan Bram.
Kakaknya yang sebenarnya diam-diam kembali karena sedang libur berniat memberi kejutan pada Clara tapi justru dia yang terkejut mendengar tangisan sang adik. Adiknya yang dia temani sejak kecil tinggal bersama neneknya, adiknya yang menyebalkan tapi sangat dia sayangi, adiknya yang dulu selalu minta di cium olehnya, adik yang selalu menampilkan senyumnya dan sangat cerewet itu dia mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, melihat adiknya yang tertidur tapi masih sesenggukan dia melihat sang adik dengan wajah semakin tirus nya terlihat sembab. Baru beberapa bulan tidak bertemu pipi chubby adiknya sudah tidak terlihat memang sering mendapat kabar bahwa sang adik sering sakit tapi tidak mungkin sampai se kurus ini walaupun sang adik tetap cantik. Dek kamu kenapa? Maaf kurang memperhatikan mu dia mengusap kepala Clara dan melangkah keluar dari kamar Clara.
Menjelang asar Clara baru bangub dari tidurnya dan langsung melompat dari kasur menuju meja rias untuk bercermin bisa dia lihat mata bengkak nya serta wajahnya yang terlihat sembab. Dengan langkah gontai dia menuju dapur dan mengambil es batu untuk mengompres matanya.
__ADS_1
Setelah dia mengompresnya, Clara beralih ke kamar mandi untuk mandi sekalian berwudhu dan shalat asar setelah itu dia meraih laptop nya untuk mengerjakan tugas kuliah nya yang menumpuk.
saat serius mengerjakan tugas, Clara mendengar suara benda bergeser dari kamar kakaknya tanpa takut dia beranjak untuk melihat kamar sang kakak
"Ngapain lo?" tanya sang kakak tanpa melihat ke arah Clara
"ishh aku pikir siapa" dia pun kembali menutup pintu kamar sang kakak dan kembali mengerjakan tugasnya. Hp nya bergetar tanda pesan masuk Clara melihatnya dan ternyata pesan dari Bram tanpa menjaeab sapaan dari Bram, Clara membalasnya
"Aku kangen" balas Clara dan tidak ada lagi balasan dari Bram. Clara pun tertunduk sedih berpikir apakah Bram sesibuk itu tapi Clara tidak ingin lagi berpikiran yang tidak-tidak fokusnya kali ini hanya ingin memberi energi positif untuk sekitarnya.
__ADS_1