Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
22


__ADS_3

Seminggu ini di lalui Clara dengan bahagia, Bram sesekali mengantar nya ke sekolah dan kadang menjemputnya. Bram selaku meminta Clara untuk memasakkannya sesuatu lalu di bawa nya ke sekolah dan saat jam istirahat Bram akan datang untuk memakan bekal yang di bawakan oleh Clara. Bram juga sesekali mengajak Clara ke Pekan Raya bergabung bersama teman-teman Bram. Bahkan Bram sudah memperkenalkan Clara pada teman-teman Ayah Bram dan setiap menemui orang yang dikenal nya mereka selalu di doakan agar hubungan mereka langgeng dan bisa naik ke pelaminan bersama. Clara sangat bahagia walaupun entah kapan tapi dia selalu senang jika seseorang mendoakan hubungan mereka. Bahkan guru-guru di sekolah SMP Bram pun begitu, begitu juga guru di SMA nya rata-rata orang-orang mengatakan bahwa Bram dan Clara sangat mirip dan muka jodoh dan selalu di aminn kan oleh mereka berdua.tak jarang orang yang tidak begitu akrab dengan mereka berpikir mereka adalah adik kakak. Dari postur tubuh mereka tinggi berisi.


Kebahagiaan Clara selalu bertambah berkali lipat setiap harinya karena berpikir akan bertemu dengan Bram mungkin sebulanan bersama Bram.


Hari itu Clara di jemput oleh Bram untuk mengikuti les akan tetapi karena guru les nya tidak datang, maka Clara di jemput di sekolah untuk ke rumah Bram untuk berkumpul dengan teman-teman Bram. Tapi Clara hanya ingin menonton TV saja enggan untuk berbaur apalagi rata-rata teman Bram merokok.


Di depan TV Clara melihat Hp Bram di meja dekat TV dan Clara mengambilnya dan membuka kamera untuk berfoto-foto. Merasa bosan akhirnya Clara membuka aplikasi Whatsapp Bram tapi dia tidak menemukan apapun disana, hanya pesannya saja dan pesan gruo yang belum Bram buka. Tidak sengaja Clara membuka panggilan Bram dan melihat nomor baru disana dengan foto profil perempuan panggilan itu pukul 00.31 malam tapi Clara tidak ingin berpikir yang tidak-tidak, kepercayaannya pada Bram melebihi dari apapun dia berpikir Bram tidak mungkin menyakiti hatinya dengan berkhianat. Clara kembali menyimpan Hp Bram dan tidak lama pesan masuk dari nomor yang tadi dia menyapa Bram dengan kata 'sayang'


Hati Clara berdenyut tak ingin percaya tapi bukti di depan mata tidak ingin penasaran terus menerus akhirnya Clara mengirimi pesan pada nomor tersebut


"maaf ini siapa?Saya Clara pacar Bram"


"Pacar? Saya pacarnya Bram" deg Clara memegangi dadanya apalagi perempuan itu mengirim Screenshoot pesan dia bersama Bram, dimana Bram mengatakan "aku menyayangimu" Clara terduduk lemas dia tidak pernah menyiapkan hatinya untuk luka pengkhianatan seperti ini. Clara langsung menangis histeris di kamar Bram sambil memukuli dada nya yang sangay sakit.


Bram nya mengkhianatinya, yang dia sayangi sepenuh hati melukainya dengan sangat dalam, ini adalah imbalan yang di berikan setelah perjuangan Clara selama ini.


Clara menjatuhkan dirinya di belakang pintu sambil menggigit tangannya yang sangat dingin tidak percaya dengan semua ini.


Bram langsung masuk ke kamar karena mendengarkan Clara yang menangis. Dia mendapati Clara di belakang pintu sambil memukuli dadanya dan sesekali memukul kepalanya penampilannya sangat berantakan. Bram memegangi kedua pundak Clara membantunya berdiri


"sayang kamu kenapa?" ucap Bram penuh kelembutan dan bingung apa yang terjadi lada Clara


"TAK USAH MEMANGGIL KU SAYANG. JIKA KATA ITU KAU BERIKAN JUGA KEPADA PEREMPUAN LAIN" Ucap Clara dengan ber urai air mata dan penuh emosi bahkan Bram baru pertama kali melihat sisi Clara yang seperti ini


"maksud kamu apa Clar?" tanya Bram dengan degupan jantung yanh tidak menentu dia masih berusaha menutupi pengkhianatannya pada Clara. Clara langsung saja melemparkan Hp Bram kedada Clara


"AKHHHHHH" teriaknya sambil menjambak rambutnya


"sabar Clar.. Aku tidak pulang dan mengajak mu kesini untuk ini"


"DAN AKU TIDAK MENUNGGU MU DI SINI UNTUK INI BRAMMM.. UNTUK KAMU KHIANATI. KAMU MENYAKITI KU" Teriaknya sambil terduduk dan memukulkan kepalanya ke tembok


"JANGAN SEPERTI INI CLARA" balas Bram berteriak


"LALU AKU SEPERTI APA? ANTAR AKU PULANG" Bram menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Tidak yang.. Tenangkan dirimu dulu sayang" Clara langsung melepaskan pelukan Bram dan keluar dari kamar Bram. Clara terhenti untuk memperbaiki jilbabnya yang sudah tidak ada di kepalanya. Tiba-tiba saja Bram berteriak dan membanting pintu kamarnya lalu menghembuskan nafasnya berulang kali untuk meredakan emosi nya. Lalu menghampiri Clara dan memeluknya dari belakang


"Jangan seperti ini sayang.. Aku menyayangi mu.. Aku khilaf.. Aku khilaf please jangan tinggalkan aku.. Aku menyayangimu" Bram menyandarkan kepalanya di pundak Clara tiba-tiba saja Clara memegangi kepalanya sambil berteriak kesakitan dan akhirnya sesak nafas lagi.


Bram salah dan sangat menyesalinya, melihat keadaan Clara yang seperti itu membuat perasaan bersalahnya bertambah besar. Kata maaf tidak henti keluar dari mulutnya.


Dia mengangkat Clara dan membaringkannya di kursi panjang lalu memijit kepala Clara terdengar isakan kecil dari mulut Clara. Bram pun langsung berbaring di dekatnya dan memeluk Clara erat.


tiba-tiba Clara membuka matanya dan tanpa melihat kearah Bram


"Kenapa kamu melakukan ini padaku?apa salah aku? Kenapa kamu tega?" ucap Clara dengan suara kecil


"Maaf" hanya itu yang mampu Bram katakan saat ini.


Setelah cukup lama terdiam Bram mengusap mata Clara


"aku belikan makan ya? Kamu belum makan dari tadi siang aku akan mengantarkan mu pulang setelah makan" dia tidak mendapatkan jawaban dari Clara. Clara hanya diam dengan tatapan kosongnya baru kali ini dia menemukan seseorang yang sangat dia cintai tapi melukai hatinya dengan amat sangat.


Tiba-tiba Bram mencium kepala Clara sangat lama mungkin itu caranya untuk memberitahukan pada Clara bahwa dia adalah wanita yang dia cintai setelah ibunya.


"aku belikan makan ya? Kamu mau makan apa? Ayam goreng mau?"


"terserah kamu saja" dan air mata meluncur begitu saja di sudut matanya.


"kamu mau ikut? Kita makan di luar? Atau kamu mau nubggu di sini sayang?" "ahh makan d rumah saja ya"


"terserah kamu Bram" bram mencium kepala Clara sekali lagi lalu mengusapnya


"kamu mau di beliin berapa? kamu mau cemilan? Aku beliin ya?" tanya Bram lagi


"terserah kamu bram" ucap Clara dengan tatapan kosongnya. Bram menghela nafas kasar Clara menjadi sosok yang irit bicara sekarang karena kesalahannya akhirnya dia beranjak dan meninggalkan Clara untuk membeli makanan untuk Clara.


Bram memutuskan membeli 6 potong ayam 1 batang coklat 2 kerupuk tempe san 3 susu kotak untuk Clara. Bukan untuk menyogok tapi memang seperti itu lah dia saat Clara meminta di belikan makan apalagi Clara belum makan dari tadi siang dan sekarang sudah menjelang maghrib.


Setelah membeli makanan Bram pulang kerumah dan mendapati Clara kembali meringkuk di ruang tamu sambil menangis. Teman-teman Bram sudah pulang sejak tadi sebelum pertengkaran hebat itu terjadi.

__ADS_1


Melihat Bram sudah datang Clara langsung menghapus air matanya dan beranjak mengambil piring untuk nya dan Bram.


Clara langsung membuka bungkusan makanan yang di bawa Bram dia melihat makanan dan minuman kesukaannya tapi dia enggan bertanya pada Bram. Dia masih enggan untuk berbicara walaupun Bram sejak tadi mengajak nya berbicara berbagai hal.


"Bisakah kamu menyuapi ku? Aku tidak kuat untuk sekedar menyuapi diri sendiri" ucap Clara lemah pada Bram. Dan Bram dengan senang hati mengabulkan permintaan Clara. Dia dengan telaten menyuapi Clara sambil sesekali menyuapi dirinya sendiri di tengah-tengah kunyahannya Clara kembali meneteskan air matanya dan Bram langsung memeluk nya erat sambil menciumi kening Clara


"makan lagi ya sayang" ucap Bram memandang sendu Clara. Clara mengangguk kemudian kembali membuka mulutnya.


Tanpa terasa 2 bungkus nasi di habiskan oleh Clara dan Bram lebih tepatnya Clara lebih banyak memakannya dan 4 potong ayam Clara habiskan lalu 2 kotak susu dan 1 bungkus kerupuk tempe Bram tercengang apa begini nafsu makan perempuan yang patah hati ya batin Bram meringis melihat nafsu makan Clara.


Di perhatikan seperti itu oleh Bram, Clara berhenti memakan keripik nya dan menyimpannya kembali


"ehh kenaps gak di habisin yang?"


"kenyang" tapi lain di mulut lain pula yang terjadi, Clara kembali meraih keripik tempenya dan memakannya hingga habis.tiba-tiba dia menghadap ke arah Bram dan menangkuo wajah Bram


"Jangan selingkuh lagi ya.. Awas kamu" bukannya takut, justru Bram semakin gemas melihat tingkah laku Clara tapi dia tidak ingin membuat mood Clara kembali rusak dengn tertawa akhirnya dia memeluk Clara erat dan menciumi seluruh wajah Clara.


"ku anter pulang yuk sayang"


"iya" Clara pun berdiri tapi sebelumnya membereskan bekas makanannya bersama Bram tadi.


Clara lebih banyak diam sampai di rumah bahkan dia tidak menawari Bram untuk singgah di rumah nya tapi Bram tidak masalah untuk itu dia ingin memberikan ruang untuk Clara.


Sampai tengah malam Clara tidak menghubungi nya. Memang Clara memaafkannya tapi Clara butuh waktu untuk melupakannya.


Clara hanya diam melamun di tempat tidurnya sampai tiba-tiba Bram memposting tiket penerbangan lusa menuju ke kota B akhirnya Clara mengirimi Bram pesan


"Apa kamu akan pergi lagi tanpa pamit padaku? Setelah masalah ini kamu ingin melukai ku lagi dengan pergi tiba-tiba?" isi pesan Clara pada Bram


"tidak sayang itu hanya editan kok. Besok jalan Yuk ajak temen-temen kamu dan aku ajak temen-temen aku"


"ok deh sore yaa" setelah berkirim pesan, Clara lun menyimpan Hp nya dan tertidur berbeda dengan Bram yang memikirkan rencananya besok.


Tidak lama akhirnya dia pun terlelap tidur.

__ADS_1


__ADS_2