
Kali ini kepulangan Bram banyak di habiskan untuk membantu orang tuanya dan meluangkan waktu sesekali untuk Clara. Clara tidak mempermasalahkannya selama Bram betul-betul membantu orang tuanya. Karena Clara pun sesekali berkunjung ke Resto Bram yang memang di lantai 2 nya di jadikan tempat tinggal oleh keluarganya.
Clara sangat senang melayani para pembeli disana. Dia sangat cekatan dan ramah pada pelanggan resto. Di jam makan siang, pelanggan membludak tapi Clara sangat senang melakukan pekerjaannya. Memang disana hanya terdapat 3 pelayan saja karena makanan di masak langsung oleh orang tua Bram atau Bram sendiri disana Clara bertugas untuk membawakan pesanan pelanggan.
"Nak Clara.. Istirahat dulu nak di kamar Bram" ucap Ayah Ali yang di angguki oleh Ibu Bram
"Ehh gak usah Om aku seneng kok bantuin mas Bram" ucapnya dengan senyum sumringah lalu meninggalkan kedua orang tua Bram.
Setelah resto sepi, Clara dan Bram duduk sambil bermain game di Hp Bram dan tidak lama kemudian 2 adik Bram bergabung untuk bermain dengan mereka.
Clara yang memang masih kekanakan luwes bermain dengan adik Bram bahkan Clara di ajari oleh adik-adik Bram bermain game. Sesekali mereka bertiga mengusili Bram yang memang lebih dewas dari mereka bertiga. Bram menghela nafas kasar beberapa kali karena menjadi korban keusilan 3 bocah itu. Setelah bosan bermain game mereka bertiga merengek minta jajan pada Bram tentunya itu di komandoi oleh Clara.
"Mas Brammm jajannn" ucap mereka bertiga. Clara yang bergelayut di lengan kanan Bram, Ayub di lengan kiri Bram, dan Fafian yang sudah bergelayut di leher Bram.
"Mass jajan" ucap mereka lagi sambil Clara menempelkan wajahnyanke ketiak Bram. Bram yang merasa pusing mendengarkan rengekan mereka pun mengalah
"hufff.. nihhh uang" sambil menyodorkan 2 lembar uang 50 ribu.
"ihh anterin mas. Kitakan masih kecil" balasan Clara dan cekikikan dari adik-adik Bram. Bram pun segera meraih kunci motor dan membonceng 3 bocah itu untuk berbelanja. Dan yang membuatnya lebih pusing ternyata 3 bocah itu memintanya mengejar penjual es abang-abang yang tadi lewat di depan restonya.
Dengan kesabaran yang tinggal di ujung kepalanya, lagi-lagi dia menuruti keinginan 3 bocah itu. Belum sampai di dekat penjual es nya
"Esss...esss... Aku mau beli esss.. Bang esss" teriak Clara yang di iringi gelak tawa oleh adik-adiknya. Wajah Bram yang sudah memerah karena malu pun tidak bisa dia sembunyikan.
__ADS_1
Penjual es yang merasa diteriaki pun berhenti
"mau beli apa dek?" tanya abang penjual es
"Es pake roti 6 sama es cup nya 6" ucap Clara.
"Jadi berapa Bang?" tanya Bram sambil merogoh kantong celananya.
"24 ribu dek. Ini adek-adek nya ya?" tanya abang es
"yang 2 ini adek saya bang. Yang cewe anak pungut" jawab Bram sambil menyodorkan uang pada penjual es
"ihhh.. Mas.. Kok gitu ihh.. Saya calon istri nya Bang" ucao Clara sambil mencebikkan bibirnya.
"Amiinnn" ucap Clara dan Bram bersamaan.
sesampainya di resto, mereka berempat melahap es nya tentunya dengan Bram yang lagi-lagi menjafi korban. Dia menyuapi Clara dan adik-adiknya bergantian. dan hal itu tidak lepas dari pandangan orang tua Bram yang terharu melihat kedekatan mereka. Mereka yang dari dulu menginginkan anak perempuan, tiba-tiba dihadiahi dengan kehadiran Clara yang ceria dan cerewet walaupun pada mereka, Clara tidak terlalu banyak bicara tapi melihat kedekatan Clara dengan adik-adik Bram membuat mereka terharu.
"Ibu kayak punya anak perempuan Yah Ucap Ibu Bram
"Iya buk. Ayah seneng liatnya. Kita udah punya 2 anak perempuan pacarnya Kakak sama Mas" ucap Ayah Ali sambil tersenyum memperhatikan mereka. Bram memang anak nya yang paling sabar di antara ke 5 anaknya walauoun terkadang emosi Bram meledak-ledak tapi dia sosok yang sangat penyayang terutama pada Ibu nya adiknya pun sangat menempel padanya karena selalu ingin tidur bersama Bram.
Pukul 5 sore Clara sudah bersiap-siap untuk pulang dan akan berpamitan pada orang tua Bram
__ADS_1
"Om, Tante, Clara pulang dulu ya.. Kapan-kapan aku main lagi kesini" pamit Clara.
"Gak nginep aja nak? Tante telpon orang rumah kamu ya?" tawar Ibu Bram
"Gak usah Tan. Aku pulang aja" lalu meraih tangan orang tua Bram untuk bersalaman
"Ya sudah hati-hati ya nak. Kabarin kalau sudah sampai" ucap ayah Ali
"Iya Om" setelah itu Clara turun ke lantai 1 untuk berpamitan pada adik-adik Bram dan terakhir pada Bram
"Bram, anter adik nya pulang nak. Kasian nanti kemaleman di jalan" Bram yang tanpa membantah pun segera berganti baju dan mengambil kunci motornya
"Motor kamu besok aja di anterin sama orang rumah gak apa-apa kan?" tanya Bram dan di jaeab anggukan oleh Clara. Clara pun naik ke atas motor di belakang Bram dan melambaikan tangan pada keluarga Bram.
"dadaahhh adekkk nanti main lagi yaa" ucapnya sebelum motor Bram melaju menjauh dari resto nya.
Clara tidak banyak bercerita dan hanya memeluk Bram sambil menyandarkan kepalanya pada Bram. Jujur saja dia sangat lelah dan badannya sangat lengket. Dia ingin sekali segera mandi dan berganti baju lalu tidur.
Bram yang merasakan pelukan Clara melonggarpun memberhentikan motornyabdi pinggir jalan dan melihat Clara yang sudah tertidur. Dia pun geleng-geleng kepala karena sudah kebiasaan Clara yang akan tidur jika di bonceng oleh nya. Bram pun memegang tangan Clara agar tidak terjatuh dan menjalankan motornya dengan pelan. Perjalanan yang seharusnya hanya di tempuh 2 jam harus di tempuhnya hampir 3 jam.
"Yang.. Udah sampai" ucap Bram membangunkan Clara
"emm.. Udah sampai ya? Ehmm yaudah" ucap Clara langsung turun dari motor Bram tanpa berpamitan karena nyawanya belum terkumpul. Bram pun langsung berpamitan pulang pada tante Clara dan pulang ke rumahnya. Besok dia baru pulang ke kota P di tempat orang tuanya.
__ADS_1