Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
17


__ADS_3

Sore harinya Bram sempat mengirimi Clara pesan di Hp tante Clarabahwa dia sedang perjalanan pulang dari rumah orang tuanya dan malam nanti Bram akan ke rumah Clara.


Setelah membaca pesan itu, Clara bergegas mandi dan menyetrika baju nya dia ingin tampil cantik di hadapan Bram sebelum Bram pergi.


Pukul 7 malam Clara menghubungi Bram


"ke sininya jam berapa?" sudah pukul 8 malam Bram belum juga membuka pesan dari Clara akhirnya Clara mengambil kunci motor nya untuk ke rumah Bram dia khawatir Bram sudah pergi dan tidak pamit padanya. Sesampainya di rumah Bram, Clara masih melihat barang-barang Bram di ruang tamu tapi rumah nya terkunci. Clara panik dan merasa kecewa karena dia sudah berdandan cantik untuk Bram malam ini tapi Bram hilang tanpa kabar. Sambil menaiki motornya air mata Clara sudah bercucuran. Sakit sekali rasanya.


Akhirnya Clara berkeliling ke tempat-tempat dimana biasanya dia pergiki bersama Bram sampai iya putus asa. Dia berhenti sejenak dan mencoba menghubungi kembali nomor Bram yang akhirnya Bram mengangkat telponnya.


"Halo kenapa yang?" tanya Bram setelah mengangkat telpon dari Clara


"Kamu dimana? Aku mencari mu dimana-mana" tanya Clara sambil sesegukan.


"di rumah Galih sayang. Habis dari sini aku langsung ke rumah kamu"


"tunggu aku di sana" Clara segera mematikan telponnya. Saat ini di pikiran Clara hanya bagaimana iya bisa menemui Bram sebentar saja untuk mengobati semua lukanya.


Sesampainya di rumah Galih, Clara langsung menelpon Bram. Tak lama Bram pun keluar untuk menemui Clara


"Kenapa keluar sayang? Sebentar lagi aku akan ke rumah mu"


"tapi ini sudah pukul 9 Bram.. kamu cuman mau pamitan? Tidak bisakah kamu menuruti ku sedikit saja? Aku hanya ingin duduk bersama mu sebelum kamu pergi"


ucap Clara. Saking marah nya dia memanggil Bram tanpa embel-embel Kak atau sayang seperti biasanya.


"pulang yahh. Tunggu di rumah Ok?"


Clara mengangguk dan menyalakan motor nya untuk kembali ke rumah.


Se sampainya di rumah dia langsung menunggu Bram di ruang tamu sambil sesekali melihat keluar melalui jendela tante Clara melihat nya pun menangis karena ini pertama kalinya Clara dekat dengan seorang pria tapi harus merasakan LDR yang lumayan lama. Sosok Clara yang selama ini ceria dan menyimpan masalahnya sendiri kini berubah menjadi sosok Clara yang sangat rapuh.


"Clara.. Masuk yukk.. Kamu belum makan nak. Bram pasti datang"


"Gak tante Clara kenyang. Clara mau nungguin Kak Bram. Dia janji mau suapin aku sebelum pergi tante"


Tante Clara pun masuk kembali membiarkan Clara sendirian. Tiba-tiba Clara ikut masuk dan mengambil boneka pemberian Bram dan menyimpannya di teras.


"Kenapa di bawa keluar?"


"Bram sepertinya tidak akan datang katanya sambil terduduk menangis di sudut teras yang lampunya temaram.


Clara sakit bahkan sangat sakit dan kecewa pada Bram. Bram membohongi nya, Bram tega padanya. Clara berbaring di teras nya yang penuh debu dan memukuli dadanya.


Pukul setengah 10 Bram baru menampakkan batang hidungnya. Dia langsung masuk dan memberi salam pada tante Clara


"Clara di mana tante?"


"ituu" sambil menunjukkan keberadaan Clara yang tengah berbaring di sudut teras.


Bram langsung memeluknya.


"Maafkan aku. Maaf.. Aku bawa martabak buat kamu dan tunggu yaaa" dia langsung berlari keluar mengambil kotak berukuran sedang

__ADS_1


Ternyata kue anniversary lagi untuk Clara


"Happy 9 month anniversary sayang" katanya sambil menyodorkan kue di hadapan Clara.


Clara langsung menangis tak kuat dengan semuanya.


"Yang.. Aku belum makan, makanannya mana? Katanya mau suapin aku sebelum pergi.. Kalau buru-buru se suap dua suap aja yahh" ucap Clara sambil mencari bungkus makanan yang di janjikan Bram tapu ternyata Bram tidak membawanya


"Martabak aja ya" sambil menyodorkan sepotong martabak ke mulut Clara


"Katanya aku harus makan nasi. Taoi ya sudah" dia langsung menggigit martabak itu dan lagi-lagi air matanya keluar dan dia kembali sesenggukan.


Clara tidak kuat bagaimana hari esoknya tanpa Bram


Bram membiarkan Clara menangis di pelukannya dan tiba-tiba Hp Bram berbunyi tanda telpon masuk tapi Bram tidak menghiraukannya. Dia hanya menenangkan Clara yang terus menangis dan tidak sengaja dia memegang kening Clara yang sangat panas. Clara sakit dia demam. Bram pun kembali memeluk Clara erat sambil mengecup kening Clara


"Jangan sakit yaa.."


Tidak ada jawaban dari Clara


"Jangan pergi hari ini yaa.. Besok saja hari ini aku benar-benar tidak siap" dan mungkin aku tidak akan pernah siap tanpa mu sayang


Bram menggeleng


"Ini sudah terencana sayang. besok jam 4 pagi aku sudah terbang dan besok nya aku akan mengikuti MOS" Clara tertunduk dan mencium beberapa kali tangan Bram sampai dia kembali merasakan sesak Bram pun menangis melihat keadaan Clara. Claranya betul betul hancur karena nya.


Kembali Hp Bram berdering, dia pun mengangkat telponnya


"Aku harus pergi sekarang. Aku harus pamit dengan tante dan nenek"


"kak ku mohon jangan pergi kak.. Aku sama siapa kak.. Aku sakit kak jangan pergi.. Huhuuuuu" Clara terjatuh dan histeris


Clara POV


Ya Tuhan harus kah seperti ini jalannya.. Aku tidak sanggup Ya Tuhan.. Aku memandangnya dari luar ku lihat punggung nya yang semakin masuk ke dalam rumah ku untuk berpamitan. Dia betul-betul akan meninggalkan ku"


Bram POV


Kulihat Clara ku terjatuh saat aku akan berpamitan pada keluarganya tapi aku tidak menolong nya bukannya aku tega padanya tapi aku ingin dia bisa tanpa ku sebentar saja. Aku akan berusaha menyelesaikan kuliah ku secepatnya.. Maaf Clara ku kita harus melewati ini dulu kamu pasti kuat


Author POV


Setelah berpamitan pada keluarga Clara, Bram pun keluar untuk bersalaman dengan Clara. Clara sesenggukan dan mencium tangan Bram sangat lama. Saat Bram berbalik Clara menarik tangan Bram dan terduduk di lantai


"Jangan pergi.. Ku mohon aku sendirian di sini. Aku sama siapa" dengan tatapan mengiba nya.. Ini bukan Clara yang angkuh yang di kenal banyak orang yang terlihat Clara yang rapuh dan penuh luka.


Bram melepaskan tangannya dari pelukan Clara


"Maaf" ucapnya sambil berlalu pergi tanpa berbalik. Bram menangis, dia juga sakit dan terluka tapi ini adalah jalan yang dia pilih. Galih menjalankan motor nya dan Bram berbalik sekali lagi melihat Clara yang terduduk.


Tiba-tiba Clara berdiri dan mengejar nya


"Bram jangan pergiii huuu huuuuu" Clara beberapa kali terjatuh dan mungkin saja kakinya terluka karena dia tidak memakai alas kaki. Bram menangis

__ADS_1


"Kasian Clara Bram" ucap Galih sambil sesekali melihat Clara melalui kaca spionnya


"biarlah seperti ini dulu. Dia pasti kuat. Mobil ku sebentar lagi akan berangkat"


Bram berbalik sekali lagi melihat Claranya yang terjatuh tanpa bangkit lagi melihatnya menjauh dari kejauhan dia melihat tante Clara berlari menyusul Clara.


"Clara.. Nak.. Everyrhing's gonna be OK nak. Ini adalah proses pendewasaan mu nak. Kita pulang yahh.. Bram sudah jauh" Clara pun berdiri dan di papah oleh tantenya.


Sesampainya di rumah Clara kembali menangis histeris melihat makanan yang di bawakan oleh Bram.


Bram nya melarangnya makan Martabak harus nasi tapi hati ini Bram membiarkannya. Di sudut terasnya masih terlihat jelas basah karena air matanya.


Bram nya tadi duduk di sana menenangkannya


Di bukanya kotak martabak dan potongan martabak yang di suapkan Bram tadi padanya dia pun langsung memakannya. Dia kembali mengambil bonekanya


"Brammm huhuhuuuu" dia mengambil Hp tante nya dan mengirimi Bram pesan


"Terima kasih dan hati-hati di jalan aku sangat menyayangi mu jangan lupakan aku. Aku mencintai mu" isi pesan Clara


"maaf sayang.. Tunggu aku.. Aku mencintai mu" balas Bram. Clara kembali menangis. Entah esok akan seperti apa hari-harinya tanpa Bram di sisinya.


Clara duduk memakan makanan yang di bawakan oleh Bram dan dia melihat Hp nya yang tiba-tiba sudah bagus kembali dan dia menciumi Hp nya yang disana masih tersisa bau parfum Bram.


Air matanya kembali menetes melihat kursi yang biasa di duduki Bram jika berkunjung ke rumahnya.


Dia menciumi bajunya yang masih tersisa bau parfum Bram di sana.


Clara masuk ke kamar dan melihat baju sekolah yang dia kenakan tadi dia kembali menciumnya dan tangannya tidak sengaja memegang kantong bajunya ternyata disana terdapat uang seratus 2 lembar dan siapa lagi yang menyimpannya disana kalau bukan Bram.


Bram


Di perjalanan menuju Bandara aku melihat tempat- tempat yang pernah ku kunjungi dengan Clara. Masih ku ingat jelas saat clara berkata


"Yeyy nanti kita akan kuliah di kota M bersama-sama"


Hatiku sesak mengingat betapa kecewanya dia.


Apakah dia terluka? Apakah kaki nya baik-baik saja..


Ku ingat dia belum makan katanya.. Maafkan aku Clar, suatu saat nanti aku akan selalu menyuapi mu Tunggu aku


Tuhan.. Beri dia kekuatan, jaga dia dan lancarkan lah aku dalam menuntut ilmu. Itulah do'aku. Kulihat sekali lagi mini market yang biasa ku kunjungi bersamanya. Dia selalu senang walaupun aku hanya membelikannya es krim harga 5 ribu. Es krim, coklat, kerupuk rasa jagung bakar, alpukat, ayam goreng,bakso, mie ayam, teh, susu tanpa rasa itu semua adalah kesukaannya. Dia selalu bahagia. Tersenyum, cerewet itulah dia katanya dia hanya seperti itu saat bersamaku.


Aku pun tersenyum tipis mengingatnya


Apakah dia sudah tidur? Ku harap begitu aku tidak ingin dia menangis terlalu lama apapagi tadi kurasakan dia demam. Aku tau dia sangat rewel saat sakit dan sangat manja padaku. Dia selalu memintaku datang membawakannya makanan kesukaannya dan menyuapinya dan dia selalu menghabiskannya padahal sebelum bersamaku dia sangat jarang makan nasi apalagi makan banyak. Tapi semenjak bersama ku dia gemukan hahah dia pasti akan mengamuk jika ku katai gemuk.


baru 2 jam meninggalkan kota kelahiranku aku sudah rindu. Rindu bapak, ibu, adik-adik, teman-teman dan Clara ku.


Bapak dan Ibuku terlihat lebih tegar saat aku berpamitan padanya mungkin karena dia berharap masa depan ku akan cerah nantinya. Aku sudah rindu masakan Ibu, celotehan Clara, bermain dengan adik-adikku.


Tunggu aku pulang..

__ADS_1


__ADS_2