
Sesampainya di rumah, Clara langsung ke kamar mandi karena badannya sudah sangat lengket karena tidak mandi 2 hari ini. Setelah mandi Clara membaluri seluruh badannya dengan minyak telon setelah itu memakai daster dan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib Clara membuka koper dan tas nya dia mengambil pakaian kotor untuk dia cuci di mesin cuci dan langsung dia jemur di dekat ruang makan lalu dia mengkipas nya dengan kipas angin mode tornado berharap akan kering besok subuh.
Setelah itu, Clara mengeluarkan baju-baju serta rok dan jilbab lalu menyetrikanya lalu dia masukkan kembali ke dalam koper. Kaos kaki, pakaian dalam, mukena, sajadah, alat mandi, make up, uang, minuman jeruk serta susu, piring, gelas serta sendok. Lalu mengambil goody bag lalu memasukkan bantal serta selimut bersih dan tas ransel nya berisi pembalut, parfum, buku, alat tulis, dan Al-Quran setelah semua selesai, Clara kembali membalurkan minyak telon pada badannya lalu beranjak ke kamar untuk tidur. dia melewatkan makan malam nya dan tantenya tidak membangunkannya karena tau Clara pasti sangat kelelahan apalagi besok subuk dia kembali harus ke kampus untuk mengikuti Darul Arqam Dasar atau DAD yang di laksanakan oleh pengurus Muhammadiyah.
pukul 5.30 Clara baru bangun dari tidurnya. Dia terlambat shalat subuh dia pun buru-buru bangun dan segera berwudhu dan melaksanakan shalat. Dia sudah sangat terlambat. Segera dia memperbaiki tempat tidurnya dan bergegas mandi secepat kilat lalu mengenakan pakaian hitam-putih.
Clara sudah dalam perjalanan menuju kampus, sesampainya di kampus, dia diarahkan untuk menyimpan barang bawaannya dan hanya membawa ransel lalu bergegas ke gedung pertemuan kali ini dia di bonceng oleh sang kakak dia sengaja meminta kakaknya untuk menunggu nya di ujung pagar kampus karena dia malas jika harus berjalan kaki apalagi tenaganya belum pulih total setelah mengikuti pesantren maba kemarin.
Sesampainya di gedung pertemuan, Clara langsung masuk dan duduk di depan panggung dan melihat seluruh panitia mengenakan baju hitam untuk laki-laki dan perempuan menggunakan jilbab merah dan baju hitam. Tak lama masuklah mungkin petinggi muhammadiyah di kampus atau daerahnya yang mengenakan jas almamater merah. setelah perkenalan dan materi tentang muhammadiyah selesai para Maba di giring kembali ke kampus pada jam 11 siang dan di bebaskan dan nanti malam harus kembali ke kampus jam 9 malam. Clara tidak pulang dan memilih bersama teman-temannya untuk mengambil tempat tidur yang ada di lantai 3 di gedung B. Cukup melelahkan harus naik tangga dan mengangkat koper tapi mau minta tolong pun dia tidak bisa. Sesampainya di kamar paling ujung di lantai 3 yang lagi-lagi bangunannya belum tertutup sempurna, Clara dan temannya Putri langsung mengambil tempat di tengah-tengah ruangan karena pinggirnya sudah penuh. Clara dan Putri menjadi pusat perhatian karena mereka terlihat seperti anak manja di lihat dari barang bawaannya yang lengkap serta pakaian yang bagus dan jangan lupakan koper mereka yang beda dari yang lain karena koper mereka berdua termasuk koper dengan harga yang lumayan mahal.
Clara tidak menghiraukannya dia segera membuka koper dan mengambil kemeja merah nya yang lagi-lagi membuat trman sekamarnya tercengang karena baru di lihat saja sudah jelas itu barang ber merk. Clara memang dari keluarga dengan ekonomi tidak terlalu mencolok tapi dia selalu di belikan pakaian-pakaian bermerk oleh tante om atau orang tuanya sedari kecil.
Melihat teman-temannya memperhatikannya Clara hanya cuek saja.
Dia segera mengganti baju dan mengambil dompet serta tas ransel nya dan mengajak Putri untuk mencari makan dan akan mandi di rumah Bram sore nanti.
Clara dan Putri tiba di warung tenda sederhana dan Clara hanya memesan sup karena merasa masih kenyang. Sambil makan, Clara menghubungi Bram untuk meminta izin untuk mandi di rumahnya dan mengajak satu temannya
__ADS_1
"Iya. Aku ada di rumah kok" kata Bram
Clarapun mengajak Putri untuk ke rumah Bram. Sesampainya disana Clara langsung masuk dan mempersilahkan temannya untuk mandi terlebih dahulu dan Clara duduk di ruang tamu bersama Bram.
Tiba-tiba Bram duduk di sampingnya dan merangkul Clara
"Capek ya yang?" sambil mengusap kepala Clara dan mencium nya
" Iya kaki ku udah pegel banget naik turun tangga di lantai 3 yang" sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Bram dan Bram beberapa kali mencium keningnya
"kamu bawa uang berapa sayang?" tanya Bram sambil membuka dompet Clara dan melihat isinya yang hanya 60 rb. Dia pun merogoh kantong celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang 100 melihat itu Clara langsung menolak
"bener? Kalau gak banyak aku kasih"
"gak usah. Cukup kok lagian makanan juga udah di bayar" Bram pun kembali menyimpan dompetnya dan mengembalikan dompet Clara pada tempatnya.
Tak lama kemudian Putri sudah keluar dari kamar mandi dan Clara segera masuk kekamar mandi dia pun mencuci bajunya yang dia pakai tadi pagi.
__ADS_1
Selesai bersiap-siap Clara dan Putri langsung berpamitan pada Bram dan kembali ke kampus karena sebentar lagi maghrib dia sudah tidak ingin berkeliaran di luar kampus saat malam.
Setelah melaksanakan shalat maghrib, Clara kembali ke lantai 3 dimana dia tidur tak lama kemudian terdengar suara orang marah-marah dan membuka pintu ruangan sangat kasar. Clara dan yang lainnya terperanjat kaget
"SIAPA YANG BELUM KEMBALI?" Kata senior yang mengenakan jilbab merah dan menutupi sampai bawah lututnya
"Masih banyak kak karena batas keluarnya sampai jam 9" tiba-tiba pintu kembali ditutup dengan kasar yang membuat mereka keheranan kenapa juga harus marah-marah kan bisa nanya baik-baik batin mereka tak lama kemudian masuk lagi senior itu yang diketahui bernama Uni
"BANGUN BANGUN BANGUN SAMPAI HITUNGAN KE 3 BELUM SIAP DENGAN PAKAIAN LENGKAP TIDAK AKAN DI BERI MAKAN MALAM" Mereka yang berada di dalam kamar langsung menghambur ada yang baru mengenakan kaos kaki termasuk Clara. Setelah memasang kaos kaki nya dia langsung berlari memakai sepatu dan turun ke lantai 2 untuk makan malam yang hanya telur dengan potongan paling kecil serta nasi se genggam. Mereka tetap memakannya setelah makan mereka turun untuk ke Aula yang sangat gelap dan di bagi kelompok.
Clara satu kelompok dengan putri.
Setelah itu kelompok masing-masing menuju ke gedung A dan masuk keruangan yang disana sudah ada keterangan yang masing-masing ruangan berisikan 6 kelompok dan masing-masing kelompok beranggotakan 15 orang.
Clara dan putri duduk di barisan paling depan dengan PD nya tak lama kemudian masuk lah senior dengan membawa palu dan memukulkan palunya di atas meja kayu.
"DALAM WAKTU 15 MENIT HARUS MENGUMPULKAN DOMPET, ALAT MAKE UP, ALAT MANDI KECUALI SIKAT GIGI DAN ODOL, DAN HP.." DUNG.. DUNG.. DUNG...
__ADS_1
Perintah sang senior dan mereka langsung lari. Perempuan menuju gedung B yang berjarak 300 meter dan naik ke lantai 3. Jujur saja saat ini kaki Clara suxah susah dia angkat saking pegalnya tapi dari pada mendapat hukuman dia memaksakan diri untuk cepat-cepat melaksanakan perintah.
Sesampainya kembali di gedung A mereka mengumpulkan barang-barang nya dengan nafas yang ngos-ngosan lalu kembali duduk dengan kelompok masing-masing.