
Setelah beristirahat beberapa hari, kini Clara mulai beraktifitas kembali pertama yang dia lakukan adalah ke kampus untuk mengajukan semester pendek agar bisa mengikuti mata kuliah yang belum dia capai dan untungnya banyak dosen yang hanya memberikan tugas dan tidak harus mengikuti kelas ada beberapa yang menyuruhnya membuat sebuah ringkasan materi mengenai mata kuliah tersebut, memberikannya tugas untuk mata kuliah publik speaking, dan ada yang menyuruhnya untuk me ringkas proposal dan semua itu harus selesai dalam 2 bulan. Setelah urusan mata kuliah nya selesai, Clara pun menuju ke rumah teman KKN nya untuk membuat laporan program kerja bersama dan rencananya mereka akan menginap bersama disana sesampainya disana, Clara melihat banyak sekali keluarga Sri disana dan Clara dan teman nya yang lain merasa sungkan bila harus menginap disana, Clara pun menawarkan untuk mengerjakannya di rumahnya akan tetapi teman-temannya menolak karena pasti disana ada nenek Clara dan mereka tidak enak jika harus mengusik ketenangan nenek Clara.
"Gimana kalau kita di rumah pacar ku aja? Orang nya baik kok rumahnya juga deket" tawar Clara
"Emang gak apa-apa Clar?" tanya Uni
"Tunggu ya aku telepon do'i dulu"
...
[Halo yang.. Lagi dimana?]
[kenapa yang?] jawab Bram di sebrang sana
[kamu hari ini mau kesini gak? Rencananya aku sama teman KKN ku mau kerja laporan, tapi di rumah kamu boleh?]
[ya udah yang aku turun sekarang aja. Resto juga gak rame] jawab Bram
...
"Gimana guys? Kak Bram udah OTW kesini paling sejaman baru nyampe"
"Ya udah Clara kita ke pasar aja buat belanja terus masak-masak" tawar Sri
"ya udah. Kuyy" Mereka pun langsung saja naik ke motor masing-masing menuju pasar yang hanya berjarak 300 meter dari rumah Sri.
Sesampainya di pasar, mereka pun belanja sayuran, mie instan, ayam, serta bumbu untuk membuat ayam palekko khas pulau S itu.
"kita beli beras gak?" tanya Wulan
__ADS_1
"apaan sih gak usah. Disana ada kok"
50 menit kemudian mereka selesai berbelanja dan menuju ke rumah Bram. Sambik menunggu Bram datang, mereka merebahkan diri di teras lantai 3 rumah Bram.
beberapa menit kemudian Bram pun datang
"Maaf ya lama. Maklum di lantai 3 gak semua orang bisa masuk heheh" ucap Bram karena memang di lantai 3 rumahnya tidak bisa di masuki sembarang orang hanya di lantai 1 saja yang bebas karena di jadikan resto.
Setelah Bram membuka pintu, mereka pun masuk sambil menenteng belanjaan.
"kalau mau minuman ada di kulkas gak usah malu-malu ya" ucap Bram kepada teman-teman Clara lalu masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.
"Wahh Clar di sini enak ya. Laper tinggal turun ke lantai bawah ada tangganya lagi di dalem rumah aku kirain gak ada soalnya kita pake tangga luar" Cerocos Uni yang takjub dengan rumah Bram yang lantai 2 nya dominan ukiran kayu khas rumah di pulau J.
setelah berkeliling melihat rumah Bram mereka pun beralih kedapur untuk mencuci bahan makanan dan kemudian memasaknya. Memasak yang di selingi dengan bergosip, bercanda dan perdebatan kecil yang membuat memasaknya tidak terasa lama.
Setelah semua makanan sudah matang, mereka pun menata di meja makan.
Clara mengetuk pintu kamar Bram tapi beberapa kali dia memanggil tapi tidak ada sahutan dari dalam Clara pun berinisiatif untuk masuk saja berpikir Bram tertidur sangat nyenyak. Dia perlahan membuka pintu kamar Bram dan menemukan Bram yang bergelung di bawah selimut
"Yang bangunnnn" sambil menutup hidung Bram. Dan tentu saja cara itu berhasil Bram langsung membuka mata dan maenarik Clara sehingga Clara terjatuh di atad dada bidangnya. Clara pun reflek memukul dada Bram. Tanpa aba-aba Bram pun langsung mengecup bibir Clara pun langsung terdiam.
"Ehhemm.." dehem Bram dan Clarapun langsung tersadar dan langsung bangun dari atas Bram dan berlari keluat kamar
"Bram bangun. Ayo makan" teriaknya sebelum pintu tertutup rapat. Bram pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah gemas Clara dan segera ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu beralih ke kulkas mini yang ada di kamarnya untuk meminum air putih lalu keluar kamar menuju meja makan.
Belum sampai di meja makan saja Bram sudah mencium bau pedas khas cabai dan itu membuat perutnya keroncongan.
Sesampainya di meja makan, Bram langsung saja duduk di samping Clara dan langsung melahap makanan yang di sendokkan Clara kepiringnya
__ADS_1
1 suap
2 suap
3 suap
shhh.. Hha..hhha..hufff..hufff.. "airrr" Clara pun langsung menyodorkan air pada Bram dan langsung di habiskan dalam satu tegukan lalu beralih ke kulkas untuk meminum susu disana dan kembali ke meja makan dan memakan makanannya dengan lahap
"ini pedes nagih.. Enak banget" ucap Bram di tengah-,tengah pedasnya
Tanpa sadar Bram sudah 3 kali menambah nasi dan baru menyadari saat perutnya sudah terasa sangat penuh.
Clara dab teman-temannya pun juga beberapa kali menambah nasi nya walaupun mulutnya sudah sepertu terbakar kata mereka sih Pedas nagih .
Setelah membersihkan semua perlatan makan, mereka pun beralih keruang tamu dan Bran mengekor di belakang Clara. Baru mereka akan membuka Laptop, Clara langsung saja mengirimkan file laporan Proker bersama nya pada whatsapp teman-temannya
"di revisi aja guys kalau ada yang masih perlu di tambah atau di kurangin" mereka pun langsung membaca laporan yang di buat Clara dan hanya memperbaiki beberapa bagian dan selesai sudah laporan mereka.
Mereka pun melirik jam dan ternyata baru menunjukkan pukul 5 sore dan akhirnya beberapa dari mereka memutuskan pulang saja dan Uni, Sri, serta Wulan memutuskan untuk menginap tapi mereka ingin berjalan-jalan sore dan akan kembali jam 8 malam dan Clara menolak untuk ikut karena ingin mengerjakan tugas semester pendeknya.
Setelah kepergian teman-temannya, Clara pun mengerjakan tugasnya di ruang tamu seorang diri karena Bram masuk ke dalam kamarnya dan tidak lagi keluar menampakkan batang hidungnya.
Merasa bosan sendiri di ruang tamu, Clarapun beranjak menuju kamar Bram untuk menjahili Bram yang sedang tertidur pulas tapi sebelum itu dia mengerjakan ringkasan materinya terlebih dahulu yang akan selesai tinggal 2 materi lagi yang belum dia rampungkan.
30 menit kemudian Clara pun menyelesaikan tugas salah satu mata kuliahnya dan mengirimnya melalui email sang dosen. Setelah menutup rapat laptopnya, Clara hendak berbalik tapi Bram sudah berdiri di belakangnya dan membantu Clara untuk berdiri. Dengan lembut, Bram meraih tangan Clara dan menuntunnya untuk kembali duduk di pangkuannya lalu memegang jari manis Clara dan memasukkan cincin dengan permata berlian kecil.
"aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Selesai wisuda kita akan resepsi dan aku sudah mempersiapkan akad kita" Ucap Bram tanpa ingin di bantah dan Clara pun mengangguk haru lalu memeluk erat leher Bram
"Terima kasih sayang" ucap Clara tulus di iringi isakan kecil kemudian tertidur di pangkuan Bram.
__ADS_1
Bram pun segera memindahkan Clara ke tempat tidurnya dan ikut berbaring di samping Clara dan memperhatikan wajah imut itu.
Tiba-tiba fokus Bram teralihkan dengan kancing baju Clara yang terbuka dan menampakkan sedikit kulit putih mulus itu Bram dengan susah payah menelan salivanya dan berusaha menetralkan pikirannya sebentar lagi Bramm batinnya kemudian ikut tidur dengan memeluk Clara.