Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
20


__ADS_3

Bram


saat ini Bram sangat di sibukkan dengan kegiatan kuliah saat ini memang sedang sibuk-sibuk nya karena masih dalam proses pengenalan dan mata kuliah dasar. Bram pun mempelajari seluk beluk kota B untuk memudahkannya nanti saat akan membeli sesuatu.


Bram membuka koper karena ini menyusun pakaiannya di lemari yang baru saja dia beli tiba-tiba dia melihat celana kain yang pernah di strika oleh Clara sambil marah-marah


ihh celana kusut banget ihh


Strikanya ringan banget jadi susah


Pelicin pakaiannya mana? Kamu gak beli yang?


pokoknya ntar kamu beliin aku ayam goreng 3 terus di suapin titik


Ucapan Clara terngiang-ngiang di kepala Bram membuatnya tersenyum. Betapa cerewetnya Clara. jika marah-marah dia seperti ibu- ibu yang memarahi anak nya tapi jika sudah bersedih dia seperti anak kecil yang hingus nya kemana-mana dan ujung-ujungnya minta jajan setelah di belikan pasti minta untuk di suapi.

__ADS_1


Bram kembali melirik barang-barang nya dia rindu orang tuanya dia rindu bermanja-manja pada Ibu nya .


"Brammm cari makan yuk" teriak Dimas dari luar kamar.


Bram pun langsung beranjak dan memakai celana panjang nya dia meraih ponselnya sekalian nanti dia akan menghubungi Clara di tempat makan. Sekalian ingin dia perlihatkan makanan khas kota B pada Clara.


Sesampainya di tempat makan, Bram langsung memesan makanan dan sambik menunggu pesanannya tiba dia pun menghubungi Clara


"Assalamualaikum" suara itu.. Suara yang di balik keceriannya selalu menyimpan kesedihan karena kesepian. Seandainya kota B dan kota s hanya berjarak 1 jam perjalanan dengan motor Bram rela bolak balik unthk selalu menemani Clara


"lagi baring hehe. Kamu dimana kok rame?"


"di tempat makan. Sesekali jalan-jalan keluar jangan di rumah terus"


"gak ahh gak ada temen juga. Mending di rumah gak ada temen tapi lebih enak rebahan" Bram menghela nafas sulit sekali menyuruh Clara untuk bergaul dia memang anak rumahan

__ADS_1


"kamu udah makan?"


"belum hehe"


"makan gihh biar bisa makan bareng" terdengar grasak grusuk di sebrang sana


"makanan aku udah siap nihh" Bram tertawa ternyata Clara mengambil makanan untuk bisa makan bersama dengannya walaupun hanya lewat telepon


"Kak.. Aku pengen di suapin.. Aku kangen pengen di suapin" Bram menghela nafas lagi-lagi Clara menangis karena merindukannya


"nanti ya kalau aku pulang" tiba-tiba hening dan terdengar suara dentingan sendok. Clara sudah mulai memakan makanannya sambil sesekali terisak.


"makan yang banyak ya supaya cepat besar dan jadi anak pintar" ucap Bram agar Clara kembali tersenyum dan benar saja Clara langsung tersenyum. Clara memang cengeng bukan cengeng sih sebenarnya tapi Clara sangat peka dan hatinya sangat lembut dia mudah menangis dan juga mudah tertawa. Sangat mudah membuat Clara bahagia. Hanya hal-hal kecil karena memang dia tidak pernah mendapatkannya dari keluarganya yang ada hanya tekanan untuk jadi seperti yang mereka ingin kan tanpa memberikannya contoh. Misalnya Clara di larang berteriak tapi keluarganya selalu berteriak kasar padanya apalagi. Untunglah Clara tidak se kasar seperti apa yang mereka lakukan padanya. Sering sekali saat Bram menelpon Clara tiba-tiba terdengar suara tantenya yang berteriak seperti ingin mengeluarkan semua isi perutnya.


Pernah Clara sampai menangis saat bertemu dengan Bram karena merasa sangat lelah menghadapi keluarganya. Keluarga yang sangat sempurna dari luarnya tapi sering sekali memberikan luka pada anak nya.

__ADS_1


__ADS_2