Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
38


__ADS_3

Setahun sudah Clara dan Bram tidak bertemu komunikasi pun sangat jarang. Kalaupun komunikasi pasti berujung pertengkaran. Clara yang saat ini telah melewati ujian semester 3 nya di sibukkan dengan banyak kegiatan mengurus administrasi kuliah semester 3 nya serta himpunannya. Dia memegang jabatan penting di himpunannya membuatnya abai terhadap Bram yang semakin menjauh darinya. Di organisasi, dia mengenal banyak orang baru dari dalam maupun luar kampus. Clara yang terkesan cuek dan sombong terhadap orang baru ternyata memiliki daya tarik tersendiri. Lawan bicaranya tidak akan berkutik di hadapannya. Dia seperti seseorang yang sulit di gapai tapi jika bersama dengan teman-temannya dia akan menjadi sosok yang ceria, cerewet dan sangat suka membicarakan orang-orang yang lewat di hadapannya tapi dia tidak suka jika membicarakan fisik orang lain pernah saat mengikuti kegiatan organisasi dari berbagai kampus Clara tidak sengaja di senggol oleh lawannya dari kampus lain bukannya minta maaf, dia malah melirik sinis Clara, Clara membalasnya dengan telak


"idihhh mata lu kenapa? tuhh pakean lu benerin dahh jangan kyk tanah sama batang pohon. Ya kali pke celana coklat trus pake baju ijo batang pohon gitu" setelah mengucapkannya dia langsung berbalik dan meninggalkan orang tersebut.


sejak hari itu beberapa pria dari kampus lain berusaha mendekati Clara tapi Clara selalu menghindar dengan mengatakan sudah memiliki tunangan.


Di kota B, saat ini Bram sedang menikmati liburannya di puncak bersama teman-temannya dia seolah telah melupakan Clara. Pergaulan bebas yang membuatnya berubah tidak ada lagi sosok yang selama ini dia cintai dan jaga di ingatannya dia berubah menjadi sosok pemarah dan tidak lagi memperdulikan Clara di sini dia bebas melakukan apapun tanpa orang tuanya tau. Pengaruh dari teman-temannya lah yang membuatnya semakin menjauh dari Clara. Dengan uang dia bisa melakukan segala hal dia menganggap Clara hanyalah cewek bodoh yang sudah pasti tau kelakuannya tapi tetap bertahan di sisinya. Apalagi setahun terakhir ini dia sering sekali memarahi Clara dan mencaci makinya dengan kasar.


Clara yang saat ini menikmati liburannya di rumah sendiri semakin merasakan sesak di dadanya Bram telah berbuat curang padanya dengan menyakitinya sebegitu hebatnya. Dia menangis "BRRAAAMMMM LO JAHAT BRAMMM" Teriaknya di dalam kamar sambil menekan dadanya yang sakit. Dia menyerah luka dan rindunya pada Bram seakan berjalan seirama.


Bram yang tiba-tiba teringat pada Clara karena mendengar seniornya membahas Clara pun menghubungi Clara


Tuuttt...


Tuuuttt...


Tidak ada jawaban dari Clara dia pun mengulangi nya beberapa kali dengan panggilan Vidio.


Clara yang merasakan getaran di balik bantalnya akhirnya terbangun dan meraih Hp nya di lihatnya nama sanga penelpon dan menggosok beberapa kali matanya dia pun menarik nafas perlahan lalu mengangkat panggilan vidio dari Bram. Dia hanya menatap Bram intens tanpa mengucapkan apapun rasanya dia sudah terlalu lelah di perlakukan seperti itu oleh Bram. lama menatap Bram tanpa suara, akhirnya setetes air matanya keluar dan dia segera menghapusnya.


Bram yang melihatnyapun menyesal telah mengabaikan Clara selama ini.

__ADS_1


"Bram, aku sedang menaruh hati pada seseorang di sini" ucap Clara tiba-tiba dan membuat Bram tak berkutik lagi. Selama ini dia terlalu percaya diri bahwa Clara sangat mencintainya. Bram tidak merespon apapun yang di katakan oleh Clara dia hanya diam saja melihat Clara dan tak lama kemudian dia mendengarkan isakan Clara


"Kamu terlalu jahat yang.. Aku sakit di perlakukan seperti ini. Tidak cukup kah jika hanya aku dan ibu yang mengisi hati mu?" ucap Clara terisak


"Menangislah Clara.. Keluarkan semua sesak di hatimu aku yang salah" ucap Bram dan seketika dia melihat gelagat Clara yang akan sesak nafas dan lagi-lagi karena kesalahannya.


"Kamu istirahat yaa.. Aku bakalan pulang kok libur semester ini. nunggu tinggal 1 matkul lagi yang belum ujian" setelah mengucapkan itu Bram mematikan telponnya.


Clara yang melihat Bram sudah tidak terlihat di layar Hp nya pun kembali menangis kamu terlambat Bram, kamu sudah menyakiti ku terlalu jauh dan saat ini tidak ada lagi getaran di hatiku untuk mu


Sebuah pesan masuk dari seseorang yang selama ini selalh menghibur nya Irsan, mahasiswa dari kampus ternama di kota M jurusan Psikologi dan Manajemen. Dia berkuliah mengambil 2 jurusan. Pria yang melihat Clara pertama kali dan kegiatan amal saat itu, Irsan yang berniat mendekati Clara saat itu tapi seketika di patahkan dengan pengakuan Clara secara tidak langsung bahwa dia sudah bertunangan tapi Irsan yang kemudian menawarkan pertemanan pafa Clara dan Clara menyambutnya dengan baik. karena setiap hari Irsan menelponnya dan menyanyikan lagu untuk Clara, serta perhatiannya pada Clara perlahan namanya memasuki celah di dalam hati Clara yang saat itu sangat terluka karena Bram mengabaikannya dan selalu membentaknya.


Tapi melihat Irsan yang nampak bersungguh-sungguh padanya, membuat Clara khawatir dengan perasaannya dia takut hanya menjadikan Irsan sebagai pelariannya.


"Kak.. Aku nelpon boleh ya?" isi pesan Clara pada Irsan dan Irsan yang membaca pesan Clara langsung menghubungi Clara


"Kenapa dek?"


"Maaf ya kak aku udah gak sopan sama kakak, mendekati kakak saat aku sedang patah hati"


"gak apapa dek. toh kita bisa memulainya"

__ADS_1


"Maaf kak.. Maafkan Clara rasaku untuknga sepertinya sangat besar sampai saat ini"


"apa tidak ada harapan untukku?"


"sepertinya tidak kak. Aku takut membuatmu terlalu berharap padaku padahal aku sangat mencintainya"


Irsan terdengar menghela mafasnya


"Ya sudah kita masih bisa berteman dek"


"iya kak.. Makasih ya" dan irsan mematikan teleponnya dia kecewa saat ini karena dia sudah berniat serius pada Clara tapi Clara menolaknya dan tetap memilih pacarnya yang tidak pernah bersyukur memilikinya itu.


Jika nanti kamu menyakitinya aku akan merebutnya dari mu. Aku tau Clara menyimpan rasa padaku


Batin Irsan.


setelah Irsan mematikan teleponnya, Clara kembali menangis dia bingung harus apa selanjutnya. Tidak ada tempat bercerita, dan dia tidak bisa mengharapkan orang lain untuk mengobati lukanya.


Di tengah kekalutannya dia berjalan keluar rumah dan meraih sepeda sang kakak menuju ke sekretnya.


Berharap disana dia bisa bercanda dengan teman-temannya dan melupakan kesedihannya walauoun hanya sesaat.

__ADS_1


__ADS_2