
Bram sudah kembali ke kota B beberapa hari yang lalu tentu saja di iringi dengan drama seperti sebelum nya dimana Clara yang selalu menangis beberapa hari untung saja, saat kepulangan Bram saat itu besok nya Clara libur kuliah selama 4 hari karena dia kuliah hanya hari senin sampai rabu jadi dia tidak perlu malu dengan mata bengkak nya serta moodnya yang masih belum stabil. Selama kepulangan Bram juga dia belum pernah absen menghubungi Clara katanya kuliahnya masih belum terlalu aktif karena beberapa dosen masih belum hadir di kampus.
Hari ini Clara kembali ke kampus tentunya dengan suasana hati yang baru karena Bram sudah jauh disana. Saat ini dia berdiri di pagar pembatas di depan kelasnya memperhatikan suasana di lantai bawah tiba-tiba seseorang mengganggu pemandangan. Ya disana berdiri Zhenal sambil melambaikan tangan pada Clara beberapa mahasiswi yang melihatnya berbisik-bisik tentang betapa beruntungnya Clara yang di taksir oleh sang mantan Presma tapi Clara merasa dia tidak beruntung. Bukannya tidak bersyukur karena di taksir oleh orang penting di kampus, tapi Clara merasa kurang beruntung di taksir oleh orang sombong seperti Zhenal dari awal perkenalan saja Clara sudah tidak terlalu suka padanya di tambah dia mengirim pesan pada Clara yang begitu banyak setiap harinya tapi Clara hanya sekali menanggapinya waktu itu
"ada perlu apa?" balasan Clara waktu itu tanpa ada niatan basa -basi pada sang senior.
Bram yang melihat sang kekasih seperti itu pada pria lain pun senang karena Clara tidak pernah menyalah gunakan kecantikannya. Waktu SMA saja Clara terkesan menutupi kecantikannya dengan selalu memakai baju yang kebesaran dan itu menutupi body goals nya.
Berbeda saat kuliah, Clara justru terlihat modis walaupun berdandan sederhana tapi ukuran baju yang selalu pas untuknya maklum saja sang tante yang selalu memilihkannya baju.
Melihat Zhenal, Clara hanya tersenyum sebentar lalu masuk ke dalam kelasnya tiba-tiba Hp nya berdering tanda telepon masuk setelah dia lihat ternyata Zhenal menelponnya karena sudah sangat risih, akhirnya Clara mematikan telepon dan mengirimi Zhenal pesan
"Maaf, saya pacarnya Clara, ada apa ya?" balad Clara yang berpura-pura menjadi Bram agar Zhenal tau dia sudah memiliki kekasih dan dia tidak mengganggu Clara lagi. Akan tetapi di luar dugaan, Zhenal membalas pesan itu
"Kan baru pacar belum Istri. Istri saja masih bisa di rebut" mendapat balasan seperti itu, Clara sangat geram pada sang senior yang menurutnya bodoh. Clara pun menyimpan kembali Hp nya di dalam tas yang sudah dia ubah ke mode silent lalu dia mengambil kamus untuk dia baca-baca untuk menambah pengetahuan kosa katanya.
Bram yang berada di kota B gelisah karena dari tadi Clara tidak menjaeab teleponnya dan membalas pesannya ladahal setahunya Clara kuliah jam 10 pagi dan ini baru jam setengah 9. Semalam memang Clara sudah memberitahunya bahwa besok dia ingin berangkat lebih pagi ke kampus karena jika berangkat dengan waktu yang mepet denga jam kuliah nya keringatnya belum kering dan nafasnya masih ngos-ngosan katanya alasan yang menurut Bram tidak terlalu masuk akal tapi Bram mengerti jika Clara sedang semangat-semangatnya kuliah apalagi dia ingin berubah untuk pandai bergaul. Sebenarnya Bram tau bahwa Clara tipe yang mudah bergaul karena bisa menyesuaikan diri di lingkungan baru akan tetapi Clara hanya malas saja jika menemui orang-orang yang terlalu mendominasi baik suara maupun sikap.
Cukup lama.menunggu kabar Clara, Bram pun beranjak ke kamar mandi karena akan berangkat ke kampus.
__ADS_1
Clara yang tengah sibuk membuka kamus, tidak menyadari bahwa teman-temannya sudab datang sebagian.
"Sibuk banget Clar" ucap Sari sambil mengenakan headset disamping Clara dan sibuk mengutak-atik Hp nya
"Iya nih lagi gabut" jawab Clara sambil menutup kamusnya
"hmm.. Pantesan di chat gak di bales padahal aku mau ngadih tau kalau dosen gak dateng soalnya aku tau kalau kamu paling malas membaca pesan di grup kelas" mendengar itu, Clara segera mengambil Hp nya di dalam tas dan melihat sekitar 5 panggilan tidak terjawab dari Bram dan beberapa pesan yang menanyakan keberadaannya.
"Kita ke kantin yuk Sari" ajak Clara yang di angguki oleh Sari. Clara menyimpan kembali Hp nya tanpa membalas pesan Bram apalagi menghubunginya kembali karena sudah di pastikan saat ini Bram tengah bersiap akan ke kampus.
Sesampainya di kantin, Clara memesan mie siram dengan telur lalu memotretnya dan di kirimkan pada Bram untuk memberitahukan bahwa saat ini dia sedang makan. Bram yang melihat pesan dari Clara langsung membukanya dan melihat Clara tengah memakan mie instan dengan sambal yang memerah Bram langsung saja menghubgi Clara.
"Assalamualaikum" ucap Clara
"Kamu nggak usah makan itu, ganti aja" perintah Bram dan tanpa membantah, Clara pun menggeser mangkuk mie nya dan beralih memakan gorengan setidaknya ini masih wajar menurutnya
"udah aku simpen kok yang. Sekarang aku makan gorengan" ucap Clara lirih mendengar suara Clara yang akan menangis membuat Bram merasa bersalah tapi dia harus tegas kali ini dia tidak ingin luluh karena tangisan Clara..
"Yaudah aku ke kampus ya.. Assalamualaikum" ucap Bram
__ADS_1
"Ya hati-hati Wa'alaikumsalam" setelah mematikan telepon, Clara kembali meraih mie nya. Mana mungkin dia membuang makanan kesukaannya ini. Sari yang melihat kelakuan temannya itu pun hanya geleng-geleng kepala. Teman yang mungkin akan dia jadikan sahabat.
Tanpa malu, Clara memakan mie instan serta telur di tambah gorengan 5 yang dia makan. Dan Sari hanya menelan salivanya melihat nafsu makan Clara yang jauh dari kata jaim terkesan apa adanya menurutnya apalagi di belakang mejanya disana cowok-cowok famous di angkatannya tapi jurusan berbeda tengah berkumpul sambil meminum kopi.
"Psstt.. Clar kamu gak malu makan banyak gitu?"
"ngapain malu? Justru kalau ada yang mau berteman sama aku dengan melihat apa adanya aku pasti gak keberatan kok" kata-kata Clara cukup menohok di hati Sari. Betul kata Clara dia terkesan menjaga image tapi menyiksa dirinya karena jujur saja dia masih sangat lapar tapi karena di belakang mejanya cowok famous sesekali melihat ke mejanya dia merasa malu.
Tiba-tiba salah satu cowok disana berdiri menghamoiri meja Clara dan langsung duduk di sebelah Clara tanpa meminta izin. Clara pun hanga cuek saja karena dia cukup mengenalnya
"Woi.. Si Bram udah balik Clar?" tanya Andika pada Clara dia merupakan teman satu tongkrongan dengan Bram dan cukup akrab dengan Clara.
"Udah. 5 hari yang lalu kalo gak salah" jawab Clara yang sedang menikmati minuman botolan
"LDR lagi dong wkwk"
"mau gimana lagi huffttt.. Ehh ini bayarin yahh gue gak bawa duit" bohong Clara
"beres lah itu. Lagian Bram juga baik sama gur masa gini doang gue nolak. BTW nih gue kasih deh" sambil menyerahkan selembar uang biru pada Clara. Clara oun dengan senang hati menerimanya tanoa drama pura-pura menolaknya dan ini yang di sukai oleh orang-orang pada Clara dia sangat natural dari segi apapun. Andika yang melihat Clara menyimpan uang pemberiannya ke dalam dompet di buat tercengang karena baru saja Clara mengerjainya apalagi dia baru saja membayar makanan Clara tapi Andika tidak ingin ambil pusing dia hanya tersenyum tipis lalu kembali ke meja teman-temannya.
__ADS_1
Sari yang melihat Clara akrab dengan cowok famous di angkatannya merasa iri karena dia merasa dia lebih cantik dari Clara tapi justru Clara lebih banyak di kenal di kampusnya.
Clara yang hanya cuek saja meraih ponsel nya dan mengirimi pesan pada Bram bahwa dia baru saja mendapat rezeki nomplok di kadih uang dan makanan nya di bayar oleh Andika. Bram yang membaca pesan itu tertawa karena jiwa jail Clara perlahan muncul dan Bram menyukainya setidaknya Clara apa adanya tidak bersikap di buat-buat untuk di sukai.